by | 9 Jun 2026 | Pendidikan |

Dukung Ketahanan Pangan, UMS Ajak KWT Kopen SAE Budidaya Hidroponik

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Ekonomi Hijau Kelompok Wanita Tani Kopen SAE melalui Inovasi Produksi dan Pemasaran Sayur Hidroponik di Desa Ngadirejo, Kartasura.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Program strategis ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Target utamanya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, sekaligus membangun kemandirian ekonomi warga melalui pemanfaatan teknologi pertanian sederhana.

Kelancaran jalannya program pengabdian ini didukung penuh oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan program didasarkan pada ikatan kontrak resmi dengan nomor urut 005/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan 251.7/DRPPS/A3.9/IV/2026.

Dr. Masduki, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS yang bertindak sebagai penggagas utama program, memaparkan bahwa metode budidaya hidroponik dipilih karena dinilai sangat relevan untuk kawasan pemukiman yang memiliki keterbatasan lahan. Melalui pemanfaatan media tanam tanpa tanah serta sistem kontrol nutrisi yang terukur, hidroponik mampu menghasilkan sayuran yang higienis, sehat, sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Sistem hidroponik relatif mudah diterapkan oleh masyarakat, termasuk ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif,” jelas Masduki di lokasi kegiatan, Selasa (9/6/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan pembekalan materi secara komprehensif. Cakupan materi meliputi konsep dasar hidroponik, pengenalan ragam jenis sistem instalasi, teknik penyemaian benih yang efektif, pengelolaan sirkulasi nutrisi, hingga tata cara perawatan tanaman hingga masa panen tiba.

Guna memastikan pemahaman yang mendalam, tim dosen dan mahasiswa UMS memberikan pendampingan secara langsung melalui praktik lapangan terpadu. Pendekatan interaktif ini memicu antusiasme tinggi dari para peserta, yang terlihat aktif dalam sesi diskusi teknis maupun simulasi budidaya sepanjang jalannya program.

Di sisi lain, ketua tim pengabdian UMS menegaskan bahwa target jangka panjang dari inisiatif ini difokuskan pada penguatan kelembagaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kopen SAE. KWT diharapkan mampu bertransformasi menjadi wadah pemberdayaan perempuan yang solid dan berkelanjutan di tingkat desa.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami harap anggota KWT dapat mengembangkan usaha budidaya sayuran hidroponik secara berkelanjutan, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga maupun sebagai sumber tambahan pendapatan,” ungkapnya.

Lebih jauh lagi, implementasi budidaya hidroponik ini juga dinilai membawa dampak positif terhadap perluasan kesadaran ekologis warga terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat dan ramah lingkungan. Dengan mandiri dalam memproduksi sayuran, masyarakat dapat memperoleh akses yang jauh lebih mudah terhadap bahan pangan segar, bergizi, dan higienis dari pekarangan sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait