muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar aksi cek kesehatan tubuh, gigi, dan mulut gratis bagi masyarakat. Aksi sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Rokok Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.
Gubernur BEM FKG UMS, Isma’il Amri Legowo, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada Minggu (24/5/2026) ini bertujuan untuk menekan efek samping rokok serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Menurutnya, edukasi difokuskan pada dampak buruk rokok terhadap rongga mulut yang selama ini masih jarang diketahui oleh publik.
“Masyarakat saat ini masih minim pengetahuan tentang bahaya merokok bagi rongga mulut. Yang sudah banyak orang tahu adalah bahaya merokok bagi paru-paru dan jantung. Padahal di rongga mulut ada efek yang sangat bahaya, seperti periodontitis,” ujar Isma’il saat dihubungi pada Selasa (9/6/2026).
Isma’il memaparkan, periodontitis merupakan salah satu ancaman nyata akibat kebiasaan merokok. Penyakit ini berupa infeksi gusi berat yang dapat merusak jaringan lunak serta tulang penyangga gigi. Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, periodontitis dapat menyebabkan gigi menjadi goyang hingga tanggal atau ompong.
Aksi yang berlokasi di area CFD tersebut berhasil menjaring sedikitnya 100 peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja, dewasa, hingga lansia. Isma’il menyebutkan bahwa kondisi kesehatan gigi dan mulut para pengunjung yang memeriksakan diri cukup beragam, dengan temuan kasus mulai dari gigi berlubang hingga gigi yang sudah tanggal.
“Di sini kami juga menyediakan konsultasi apabila terdapat keluhan dan kondisi gigi dan mulut, seperti pada pasien lansia yang memakai gigi palsu atau gigi tiruan. Kami berikan saran terkait kondisi gigi tiruan tersebut apakah perlu dilakukan perbaikan atau pergantian,” imbuh Isma’il.
Pemilihan CFD sebagai pusat kegiatan dinilai strategis karena karakteristik pengunjungnya yang heterogen. Keberagaman latar belakang dan prevalensi masalah kesehatan tersebut memungkinkan penyampaian edukasi berjalan secara lebih luas dan menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat.
Selain memberikan pelayanan pemeriksaan klinis dan konsultasi gratis, BEM FKG UMS juga memanfaatkan momentum ini untuk misi kemanusiaan lain. Mereka membuka dompet donasi yang bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) untuk membantu para penderita kanker di tanah air.
Melalui aksi nyata ini, BEM FKG UMS berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut secara berkala. Hal ini dikarenakan penurunan kondisi kesehatan gigi dan mulut dapat memicu komplikasi dan memengaruhi kesehatan organ tubuh lainnya.
Menutup keterangannya, Isma’il menegaskan bahwa civitas academica UMS, khususnya BEM FKG, berkomitmen penuh untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi berkelanjutan demi mendongkrak tingkat pengetahuan dan derajat kesehatan gigi masyarakat Indonesia.















