by | 9 Jun 2026 | Pendidikan |

Jaga Kinerja Karyawan, UMS Hadirkan Pusat Layanan Mental Health EMPOWER

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) resmi meluncurkan EMPOWER atau Employee Mental Health & Wellbeing Center, Selasa (9/6/2026). Program strategis ini dihadirkan secara khusus sebagai wadah pendampingan untuk mendukung kesejahteraan psikologis serta menjaga kesehatan mental para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus.

Peluncuran program inovatif ini dirangkaikan dengan penyelenggaraan kajian yang mengangkat tema sentral mengenai peran penting keluarga sebagai sumber kekuatan utama individu. Langkah tersebut diambil atas kesadaran bahwa stabilitas emosional di ranah domestik memiliki korelasi langsung terhadap performa profesional karyawan dalam ekosistem akademik.

Direktur DSDMO UMS, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kondisi lingkungan rumah tangga memegang pengaruh yang sangat signifikan terhadap capaian produktivitas seseorang di tempat kerja. Berbagai dinamika yang muncul di dalam kampus, menurutnya, kerap kali berakar dari persoalan personal di luar pekerjaan.

“Kalau kita perhatikan bahwa kinerja di kampus itu sangat dipengaruhi oleh kinerja di keluarga,” ujar Tri Widayatno. Ia menambahkan, tekanan pekerjaan dan interaksi sehari-hari juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis setiap individu secara akumulatif. “Terkadang ketika kita dalami ada persoalan-persoalan di kampus, ternyata kita dapati ada persoalan-persoalan di belakangnya, salah satunya dengan keluarga.”

Pernyataan senada disampaikan oleh Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes. Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran agar kendala domestik tidak dibiarkan berlarut-larut hingga mengikis profesionalisme dan tanggung jawab kerja di lingkungan universitas.

“Jangan sampai ada masalah-masalah kinerja, ternyata ada masalah keluarga,” tegas Em Sutrisna saat memberikan arahan.

Lebih lanjut, Em Sutrisna menjelaskan bahwa peluncuran EMPOWER menjadi bukti komitmen UMS dalam memperluas cakupan layanan kesejahteraan pegawainya. Selama ini, UMS sejatinya telah menyediakan berbagai fasilitas kesehatan fisik dan mental. Kendati demikian, sebelum program ini dibentuk, intervensi kesehatan mental baru difokuskan kepada kelompok mahasiswa melalui Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS). Melalui kehadiran EMPOWER, layanan kesehatan mental kini resmi mencakup seluruh lapisan dosen dan tendik.

Sebagai narasumber ahli dalam kajian tersebut, pakar psikologi Dr. H. Khoirudin Bashori, M.Si., Psikolog., memaparkan implikasi konkret dari kualitas hubungan keluarga. Ia menggarisbawahi bahwa rumah tangga yang harmonis akan menjadi generator kekuatan kerja, sedangkan lingkungan domestik yang tidak sehat justru akan menjadi beban atau sumber masalah baru bagi individu.

“Kalau keluarga ini sehat, kalau keluarga ini bahagia, kalau keluarga ini sakinah, itu menjadi sumber kekuatan. Tapi kalau keluarga ini toksik, itu malah menjadi sumber persoalan,” jelas Khoirudin.

Ia juga menjabarkan bahwa pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah secara umum berjalan melalui lima tahapan krusial, yakni fase bulan madu (honeymoon), adaptasi, saling pengertian (understanding), transformasi, hingga mencapai puncaknya pada hubungan yang tulus dan tanpa syarat (true love atau rahmah). Melalui pemahaman fase ini, para pegawai diharapkan mampu menciptakan ketahanan keluarga yang berimbas positif pada mutu pengabdian profesional di kampus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait