by | 24 Sep 2026 | Berita |

Merawat Kaderisasi, PDPM Karanganyar Istiqomahkan Kajian SEMASA

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karanganyar kembali menggelar Kajian SEMASA pada Senin (21/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Panti Putri Aisyiyah Karanganyar tersebut menjadi salah satu upaya PDPM Karanganyar menjaga kesinambungan kaderisasi melalui penguatan keilmuan dan pembinaan ideologis.

Kajian dilaksanakan pukul 19.30–21.00 WIB dan dihadiri Ketua PDPM Karanganyar beserta jajaran pengurus, perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Karanganyar, anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), serta sejumlah santri Panti Putri Aisyiyah.

Kajian menghadirkan Ustadz Dr. Irhamuddin Mahmud, Lc., M.Pd. sebagai pemateri. Pada pertemuan tersebut, peserta melanjutkan kajian kitab Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, khususnya pembahasan bab tentang air.

Sebelum memasuki pembahasan hadis, Ustadz Irhamuddin menyampaikan sejumlah kisah sahabat Rasulullah SAW. Di antaranya kisah Abu Hurairah RA yang dikenal sebagai salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW. Ia juga menyampaikan kisah Sahabat Jabir RA.

Menurut Ustadz Irhamuddin, mempelajari hadis tidak cukup hanya memahami teks dan kandungannya. Para peserta juga perlu mempelajari karakter para sahabat yang meriwayatkan hadis tersebut.

“Kita bukan hanya sekadar mengambil hadis, ilmu dari Rasulullah, tetapi juga sifat atau karakter dari para sahabat yang membawakan hadis itu. Harus kita pelajari, ambil hikmah, dan meneladaninya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keteladanan para sahabat dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Dengan mempelajari kehidupan para sahabat, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga belajar mengenai kedewasaan, keteguhan, dan kesungguhan dalam menjaga ajaran Islam.

“Bagaimana kita belajar menjadi dewasa, meneladani karakter dan sifat dari pembawa hadis tersebut,” katanya.

Pembahasan kemudian dilanjutkan pada kitab Bulughul Maram, khususnya bab air. Kitab karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani tersebut merupakan salah satu rujukan hadis yang banyak digunakan dalam pembelajaran fikih dan hadis. Melalui kajian kitab, peserta diajak memahami sumber ajaran Islam secara lebih mendalam sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Ustadz Irhamuddin juga menekankan pentingnya menjaga tradisi kajian kitab sebagai bagian dari upaya melanjutkan khazanah keilmuan Islam.

“Semoga kita menjadi bagian kecil dari umat yang menjaga ajaran Islam ini,” pesannya.

Kajian SEMASA menjadi salah satu ruang pembinaan kader yang dikembangkan PDPM Karanganyar. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan belajar dan memperkuat karakter kader.

Bagi PDPM Karanganyar, kesinambungan kajian merupakan bagian dari upaya menjaga kaderisasi agar tetap berjalan. Penguatan keilmuan dipandang penting untuk melengkapi proses kaderisasi organisasi sehingga kader memiliki pemahaman agama dan landasan ideologis dalam menjalankan aktivitas Persyarikatan.

Kehadiran kader dari berbagai PCPM se-Karanganyar, KOKAM, serta santri Panti Putri Aisyiyah juga memperluas ruang interaksi dan pembelajaran. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam ilmu sekaligus membangun komunikasi antarkader Muhammadiyah.

Melalui Kajian SEMASA, PDPM Karanganyar berupaya menjaga tradisi keilmuan secara berkelanjutan. Konsistensi tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya kader yang memiliki pengetahuan keislaman, karakter yang baik, serta komitmen untuk melanjutkan dakwah dan gerakan Muhammadiyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait