muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Siti Munjiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan edukasi mitigasi bencana banjir di SD Negeri 2 Carikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diwujudkan melalui Program Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO) guna membangun resiliensi dan kesiapsiagaan siswa sejak dini.
Mengusung pendekatan outdoor learning yang ramah anak dengan tema “Edukasi Resiliensi Banjir Berbasis Outdoor Learning: Membangun Kesiapsiagaan Siswa SD N 2 Carikan”, edukasi ini dikemas melalui metode permainan interaktif dan bermain peran (role-play). Sebanyak 98 peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 antusias mengikuti rangkaian simulasi pada Sabtu (12/9/2026).
Ketua Pelaksana PPO, Muhammad Nauval Alfaruq, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai penyebab, risiko, dan dampak banjir di lingkungan sekitar, sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan.

“Siswa juga dibekali kemampuan praktis untuk mengenali titik-titik aman serta memahami rute evakuasi yang tepat sehingga mampu mengambil tindakan yang sesuai ketika menghadapi kondisi darurat akibat banjir,” ujar Nauval, Selasa (6/10/2026).
Ketua Umum PK IMM Siti Munjiyah FKIP UMS, Muhammad Faris Abid Muwaffaq, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian organisasi mahasiswa. Antusiasme para siswa dalam mempraktikkan simulasi evakuasi di lapangan serta keterbukaan pihak sekolah menjadi motivasi untuk melanjutkan kolaborasi edukasi kebencanaan di masa mendatang.
Apresiasi positif turut disampaikan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Carikan, Sri Sunarmi, S.Pd. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas inisiatif tim mahasiswa UMS dalam membekali para siswa pengetahuan praktis kebencanaan.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Carikan ini merupakan program pendukung Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PK IMM Siti Munjiyah FKIP UMS. Program difokuskan pada pencerdasan anak-anak melalui satuan pendidikan dasar guna menciptakan dampak jangka panjang bagi resiliensi komunitas sekolah.















