Berita, PCM Colomadu, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai Pengajian Keluarga Besar MI Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon yang digelar di halaman madrasah, Gonggangan, Colomadu, Sabtu (17/10/2026) pagi. Puncak kekhidmatan acara ditandai dengan momen emosional saat Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu, Seno Ariyanto, memimpin doa penutup untuk masa depan para siswa.
Dalam doa yang dipanjatkan dengan suara bergetar, Seno tampak menitikkan air mata memohon kepada Allah SWT agar anak-anak generasi penerus senantiasa dijaga akidahnya, dianugerahi kesalehan, serta mampu menjadi generasi yang mencerahkan umat dan bangsa. Ratusan jamaah dan wali murid yang hadir menunduk khusyuk serta larut dalam suasana syahdu tersebut.

Sebelum panjatan doa, Kepala MIM Digdaya Bolon, Irin Dwi Susanti, M.Pd., Gr., membuka rangkaian acara dengan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para wali murid. Irin menegaskan pentingnya sinergi dan komunikasi antara orang tua dan madrasah demi keberhasilan pendidikan anak. Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah juga memohon doa restu untuk kelancaran pembangunan fasilitas madrasah serta memaparkan rencana pelaksanaan International Class Program yang resmi bekerja sama dengan National Geographic Learning.

Sesi tausiyah utama yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB diisi oleh Ust. Budi Elbayani, S.S., M.Pd. dengan tema “Mendidik Generasi Terbaik”. Dalam pemaparannya, Ust. Budi mengingatkan kembali peran vital keluarga sebagai madrasah pertama. Ia menekankan bahwa orang tua harus mampu menjadi teladan yang baik karena setiap tutur kata dan tindakan di rumah merupakan kurikulum utama yang diserap oleh anak.
Kegiatan pengajian ini diselenggarakan sebagai rangkaian acara menjelang pembagian rapor Asesmen Sumatif Tengah Semester. Melalui momentum spiritual tersebut, pihak madrasah berharap ikatan emosional antara wali murid, madrasah, dan persyarikatan Muhammadiyah dapat semakin kokoh dalam menyiapkan generasi masa depan.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mewakili Kontingen Jawa Tengah berhasil memborong sejumlah medali dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Senior 2026 yang diselenggarakan di Stadion Ciracas, Jakarta, pada 7–13 Oktober 2026.
Kedua mahasiswa berprestasi tersebut adalah Hanun Nailal Husna dari Program Studi Pendidikan Jasmani dan Dimas Maulana Dzaki Kusuma dari Program Studi Teknik Informatika.
Dalam ajang tingkat nasional ini, Hanun berhasil menyumbangkan tiga medali, yang terdiri atas medali emas eliminasi beregu compound putri, medali perak kualifikasi individu compound putri, serta medali perunggu eliminasi mixteam compound. Sementara itu, Dimas berhasil membawa pulang dua medali perunggu untuk nomor beregu dan mixed team.
Hanun mengungkapkan, capaian tersebut diraih melalui proses seleksi yang ketat. Ia mengikuti tahapan seleksi di Kabupaten Klaten, sedangkan Dimas melalui seleksi di Kota Surakarta sebelum akhirnya keduanya dipertemukan di sirkuit Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah saya berhasil mendapat emas individu sehingga bisa mengikuti kejurnas senior,” ujar Hanun, Jumat (16/10/2026).
Menjelang kejurnas, keduanya menjalani persiapan intensif selama satu hingga dua bulan yang mencakup latihan teknik, fisik, serta simulasi pertandingan. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, mereka dituntut menjaga konsistensi mental dan kondisi fisik.
Capaian ini semakin memotivasi Hanun dan Dimas untuk terus mengasah kemampuan dengan target utama menembus skuad tim nasional.
“Impiannya tentu agar bisa bertanding di kancah internasional dan mengharumkan nama bangsa,” kata mereka.
Dosen Pendidikan Jasmani UMS sekaligus Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Surakarta, Dr. Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., menyampaikan bahwa keberhasilan kedua mahasiswa tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan dan persiapan yang terukur. Persiapan tidak hanya berfokus pada teknik dan bidikan, tetapi juga pada aspek emosional serta ketahanan fisik.
“Dalam olahraga panahan, pencapaian prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kedisiplinan latihan, pengendalian emosi, dan kemampuan menjaga performa secara konsisten,” terang Pungki.
Ia menambahkan, saat ini Hanun dan Dimas tengah dipersiapkan untuk kembali bertanding mewakili daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026 mendatang.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Panitia Milad ke-68 UMS menyelenggarakan Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA) se-Solo Raya. Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap unsur Persyarikatan Muhammadiyah serta sivitas akademika yang menunjukkan dedikasi, kolaborasi, dan inovasi nyata bagi kemajuan organisasi.
Rangkaian seleksi nominasi penghargaan telah dilaksanakan di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) UMS pada Kamis (15/10/2026). Tahapan tersebut diikuti oleh 7 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), 7 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Solo Raya, serta 6 dosen dan tenaga kependidikan UMS yang aktif berkhidmat di Persyarikatan maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, M.H., menyampaikan bahwa tahapan seleksi menjadi momentum penting untuk menggali, memetakan, dan menganalisis berbagai keunggulan dari para peserta agar dapat didokumentasikan sebagai contoh praktik baik.
“Kegiatan seleksi ini kami adakan untuk menggali dan menilai keunggulan masing-masing PCM, PRM, serta dosen dan tenaga kependidikan UMS. Kami meyakini setiap peserta yang hadir memiliki keunggulan dan kontribusi masing-masing. Karena itu, diperlukan proses seleksi agar berbagai keunggulan tersebut dapat tersampaikan secara utuh, dipetakan, dan dianalisis bersama sebagai praktik baik yang dapat menginspirasi Persyarikatan,” ujar Bambang, Jumat (16/10/2026).
Dalam proses tersebut, peserta memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari strategi pengembangan organisasi di tingkat cabang dan ranting hingga rekam jejak kontribusi dosen dan tenaga kependidikan UMS yang melampaui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Penerima penghargaan MOEA pada masing-masing kategori akan diumumkan pada Minggu (18/10/2026) di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, bertepatan dengan acara Tabligh Akbar Milad ke-68 UMS.
Melalui penyelenggaraan MOEA, UMS berharap momentum Milad ke-68 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga mempererat hubungan universitas dengan Persyarikatan serta mendorong replikasi inovasi program demi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Model Pemberdayaan Kader Posyandu Berbasis Siklus Hidup dalam Mendukung Terwujudnya Desa Sehat dan Mandiri” di RS UMS A.R. Fachruddin, Surakarta, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang diketuai oleh dosen FK UMS, dr. Sulistyani, Sp.N., tersebut melibatkan kader kesehatan dari sembilan Posyandu di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader dalam mendampingi kesehatan masyarakat di seluruh tahapan usia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Dr. Sulistyani menjelaskan bahwa pemberdayaan kader dengan pendekatan berbasis siklus hidup merupakan upaya strategis untuk memperkuat peran kader sebagai mitra tenaga kesehatan di lapangan. Melalui pelatihan ini, kader tidak hanya bertugas dalam kegiatan rutin Posyandu, tetapi juga dibekali kemampuan melakukan edukasi, deteksi dini potensi permasalahan kesehatan, serta mengarahkan warga ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai.

Sinergi ini turut menghadirkan Manajer Pelayanan RS UMS, dr. Restu Triwulandani Tholibin, yang memberikan wawasan praktis mengenai pentingnya kolaborasi antara masyarakat, institusi pendidikan, dan fasilitas kesehatan. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi FK UMS dalam menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan kesehatan masyarakat.

Pemerintah setempat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Lurah Karangasem, Endah Heni Pratiwi, S.E., M.M., bersama Tim Pembina Posyandu Kelurahan Karangasem, Intan Nurlaili, S.Sos., berharap kerja sama dengan FK UMS dapat terus berlanjut secara berkesinambungan agar kader Posyandu semakin cakap dan percaya diri dalam menjalankan pelayanan kesehatan secara mandiri.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan HMP Social Impact Fest di TK Aisyiyah Malangjiwan, Colomadu, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan literasi keuangan sejak dini sekaligus mengasah kreativitas dan keberanian anak melalui rangkaian aktivitas interaktif.
Program yang merupakan bagian dari Program Penelitian dan Pengabdian Organisasi Kemahasiswaan (PPO) tersebut diawali dengan penyampaian materi literasi keuangan secara sederhana. Para mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan uang, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung secara bertahap menggunakan media Celengan Target.

Ketua Pelaksana HMP Social Impact Fest, Nur Aeni Sa’adah, menjelaskan bahwa penggunaan media Celengan Target bertujuan agar konsep pengelolaan uang lebih mudah dicerna oleh anak usia dini. Sementara itu, Ketua Umum HMP Pendidikan Akuntansi, Raden Ahmed Abdillah, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dari ruang kuliah sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Selain edukasi keuangan, rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan berbagai kompetisi bernuansa Islami, meliputi lomba adzan, menyanyi lagu Islami, dan mewarnai kaligrafi. Acara kemudian ditutup dengan permainan interaktif berupa aksi cap tangan menggunakan cat pada media MMT sebagai sarana ekspresi seni dan kebersamaan para siswa.

Kepala TK Aisyiyah Malangjiwan, Budiyani, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan membuat anak-anak antusias memahami pentingnya menyisihkan uang untuk ditabung, yang diharapkan dapat berlanjut menjadi kebiasaan positif di rumah dengan pendampingan orang tua.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.