muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon sukses menyelenggarakan agenda Awalussanah di Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (11/07/2026). Momentum memasuki tahun ajaran baru ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu, Seno Ariyanto, guna menyelaraskan visi pendidikan antara madrasah dan wali murid.
Dalam sambutannya, Seno Ariyanto memberikan sorotan tajam mengenai arah dan esensi pendidikan Islam, khususnya di lingkungan amal usaha Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa pendidikan Islam yang sesungguhnya tidak boleh berhenti pada tataran transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan harus mengakar pada pembentukan karakter dan akhlakul karimah.
“Pendidikan Islam di madrasah Muhammadiyah dirancang bukan sekadar untuk mencetak generasi yang pintar secara akademik, tetapi untuk melahirkan generasi yang memiliki fondasi tauhid dan adab yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua di rumah dan guru di madrasah adalah kunci mutlak. Pendidikan Islam tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada pihak sekolah,” papar Seno Ariyanto di hadapan ratusan wali murid yang hadir.

Seno juga mengapresiasi langkah MIM Digdaya Bolon yang mengangkat tema “Sinergi Orang Tua dan Madrasah dalam Penanaman Adab”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan visi pendidikan berkemajuan yang terus digaungkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Pesan Ketua PCM Colomadu tersebut sejalan dengan pemaparan materi dari Keynote Speaker, Dr. Miftakhul Huda, M.Pd., yang merupakan Wakil Dekan I FKIP UMS. Dalam presentasinya, ia menegaskan prinsip mendasar bahwa adab adalah fondasi dari ilmu.
“Ilmu memberi kita arah, adab memberi kita keberkahan,” tegas Miftakhul Huda. Ia memaparkan bahwa ilmu tanpa adab akan melahirkan kesombongan, sementara ilmu yang diiringi dengan adab akan melahirkan kebermanfaatan.

Lebih lanjut, Miftakhul Huda menguatkan pesan terkait sinergi, di mana pendidikan adab adalah tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ia mengingatkan filosofi penting bahwa orang tua adalah madrasah pertama bagi anak, sedangkan guru berperan sebagai madrasah penguat.
Melalui kolaborasi yang erat antara PCM Colomadu, elemen madrasah, dan wali murid, MIM Digdaya Bolon diharapkan mampu menjadi pelopor lembaga pendidikan dasar Islam yang unggul, melahirkan generasi penerus umat yang cerdas pikirannya, kuat imannya, dan mulia adabnya.















