muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar mencatatkan lompatan finansial besar setelah Lazismu Karanganyar sukses menghimpun dana umat sebesar Rp9,2 Miliar per Juli 2026. Capaian fantastis yang menyentuh 71,8 persen dari target tahunan ini resmi dipaparkan dalam rapat pleno berkala di Aula Utama GDM Karanganyar, Jumat (26/6/2026).
Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola dana umat Muhammadiyah di Bumi Intanpari. Dari total target yang dicanangkan, realisasi perolehan dana kini telah menyentuh angka 71,8 persen. Tidak hanya itu, program pendampingan ekonomi dan pengelolaan kurban bahkan mencatatkan capaian melampaui target hingga 113 persen.

“Jumlah 245.856 rupiah, itu aset dari kasih semuanya. Alhamdulillah berbagus sekalian, di bulan Juli sudah terhimpun 9.221.749.455 rupiah,” ujar perwakilan Lazismu Karanganyar saat memaparkan laporan dalam rapat Kantoran Rutin PDM Karanganyar di Aula Utama GDM, Jumat (26/6/2026).
Secara wilayah, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Cabang Kebakramat sukses mencatatkan diri sebagai kontributor paling masif. PCM Kebakramat berhasil menggalang dana umat dengan total fantastis mencapai Rp917 juta. Keberhasilan ini terwujud berkat strategi integrasi keuangan satu atap antara pihak takmir masjid, amal usaha, dan ranting Muhammadiyah setempat.
Meskipun demikian, jajaran pimpinan tetap memberikan catatan evaluasi yang cukup ketat terkait kedisiplinan administrasi internal. Pasalnya, pihak manajemen menemukan adanya dana kurban (freshmeat) sekitar Rp25 juta di tingkat akar rumput yang belum dilaporkan ke daerah. Oleh karena itu, sistem satu atap akan semakin diperketat demi menjaga akuntabilitas.
“Uangnya yang berjalan himpun, lembaga yang berjalan himpun dimasukkan, dikeluarkan lagi terus beri sekali. Kemarin kalau tersalah mengaktifkan… uangnya 25 juta dari 100. Tapi dari itu menjadi pahalwasi (evaluasi) bagi kami,” tegas pihak Lazismu Karanganyar dalam forum tersebut.
Selain paparan performa finansial dari Lazismu Karanganyar, agenda rutin PDM Karanganyar ini juga merangkum berbagai capaian strategis dari majelis dan organisasi otonom (ortom) lainnya. Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) melaporkan bahwa mereka telah menuntaskan audit non-pendidikan semester I untuk sejumlah amal usaha. Beberapa di antaranya meliputi PT CBI, MP Advertising, hingga panti asuhan putra dan putri.

Selanjutnya, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar juga bersiap menggebrak lewat program sosial inklusif. PDA menjadwalkan agenda Jambore sekaligus Wisuda Terpuji Lansia Aisyiyah pada awal Juli 2026 ini. Program ini menjadi komitmen nyata gerakan perempuan Muhammadiyah dalam memberdayakan kelompok lansia.
Di sisi lain, geliat kepemudaan juga datang dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Karanganyar. Mereka kini tengah sibuk mematangkan persiapan teknis dan logistik untuk menyukseskan agenda nasional terdekat.
“Nanti Nasiatur Aisyah se-Indonesia akan bergabung atau melaksanakan perusahaan terbesar-besar di Bumi, yaitu muktamad Nasiatur Aisyah di Solo,” ujar perwakilan PDNA Karanganyar saat menyampaikan laporan kerjanya.
Menyambut gelaran Muktamar Nasyiatul Aisyiyah 2026 yang akan berpusat di Lorin Syariah Hotel dan Auditorium UMS pada Agustus mendatang, PDNA Karanganyar siap mengambil peran besar. Mereka menargetkan pengiriman minimal 100 kader lokal untuk meramaikan syiar pembukaan muktamar tersebut. Melalui koordinasi lintas majelis ini, PDM Karanganyar optimis dapat menutup gerak semester pertama tahun ini dengan capaian dakwah yang solid, akuntabel, dan berdampak luas.















