muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses memamerkan karya teknologi tepat guna dalam ajang pameran Mechanical Innovation Fair (MIF) dan Automotive Education 2026. Acara yang menjadi panggung apresiasi karya riset mahasiswa ini digelar secara meriah di GOR UMS pada Kamis, 2 Juli 2026.
Pameran edisi kedua ini dirancang sebagai wadah kreatif sekaligus pembuktian dari proses perkuliahan berbasis proyek (project-based learning). Melalui program ini, mahasiswa dituntut mampu berkolaborasi dalam tim demi merancang serta merealisasikan sistem mekanikal yang fungsional dan bernilai guna tinggi bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UMS, Prof. Ir. Agus Dwi Anggono, S.T., M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil dari kompetensi mahasiswa dalam merancang solusi mekanis aplikatif. Inovasi-inovasi tersebut dihadirkan untuk menjawab tantangan nyata di sektor infrastruktur, pangan, dan energi terbarukan.
Sejumlah karya unggulan mahasiswa berhasil menarik perhatian para pengunjung GOR UMS. Di antaranya adalah Alat Uji Beban dan Ketahanan Aspal, Digester Biogas, Mesin Pencacah, Pengasap Ikan, Solar Photovoltaic, serta beberapa prototipe inovatif lainnya.
Koordinator mata kuliah Group Project Teknik Mesin UMS, Afif Faishal, S.T., M.T., menambahkan bahwa terselenggaranya acara ini tidak lepas dari kolaborasi erat dengan Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin UMS. Sinergi ini diharapkan mampu terus memacu iklim inovasi di lingkungan kampus agar tetap adaptif terhadap tuntutan zaman.
“Pameran ini ditargetkan dapat meningkatkan nuansa akademik, memamerkan hasil inovasi mahasiswa, sekaligus sebagai gambaran bagi adik tingkat ketika mengambil mata kuliah Group Project di tahun berikutnya,” ujar Afif saat ditemui di sela-sela acara, Kamis (2/7).
Selain memamerkan prototipe teknologi terapan, keseruan ajang MIF 2026 ini juga diperkaya dengan sesi edukasi otomotif. Panitia menghadirkan Tatang Raharjo, M.Pd., seorang Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sekaligus praktisi ahli di bidang keahlian otomotif nasional.
Dalam pemaparannya di hadapan para peserta, Tatang mengupas tuntas materi mengenai inovasi terkini seputar industri mobil listrik. Pembahasan mendalam tersebut mencakup perkembangan teknologi baterai hingga peluang implementasi kendaraan ramah lingkungan tersebut di masa depan.















