muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Dedikasi dan profesionalisme Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) [ums.ac.id] dalam menjaga keamanan lingkungan kampus berbuah manis. Tiga personel Satpam UMS secara resmi dianugerahi penghargaan teladan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah atas kontribusi aktif mereka dalam membantu tugas Polri mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Pemberian penghargaan tersebut berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di markas Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Nomor 1, Semarang, berdasarkan surat undangan resmi dari Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo Nomor B/Und-65/VI/HUM.11./2026. Tiga personel yang menerima apresiasi tersebut adalah Koordinator Keamanan UMS Agustin Murti, S.T., beserta dua anggota timnya, Dwi Ari Suryo Wibowo dan Sulardi.
Koordinator Keamanan UMS, Agustin Murti, S.T., mengungkapkan bahwa pencapaian ini berawal dari komitmen tim dalam merespons cepat berbagai kasus keamanan di dalam maupun sekitar area kampus. Melalui analisis rekaman CCTV, pengumpulan informasi, hingga pemetaan pola pergerakan pelaku, Satpam UMS berhasil menyajikan data awal yang krusial bagi kepolisian.
“Awalnya dari beberapa kasus keterlibatan mahasiswa yang terjadi di luar wilayah UMS dan beberapa kasus besar lainnya. Kami melakukan penelusuran berdasarkan informasi yang ada, mempelajari CCTV yang tersedia, melihat postur, gestur, serta pola pelaku untuk menemukan titik terang,” ujar Agustin saat diwawancarai, Kamis (2/7/2026).
Agustin menambahkan, meski kewenangan Satpam UMS terbatas pada area internal kampus, sinergi yang kuat dengan aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan TNI menjadi kunci utama dalam penyelesaian kasus-kasus yang meluas ke luar area universitas.
Bagi jajaran pengamanan UMS, predikat teladan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan ke depan. Pihaknya berkomitmen untuk tidak sekadar menjaga aset fisik gedung, melainkan juga mengawasi kendaraan serta menciptakan iklim akademik yang aman bagi seluruh civitas academica menuju visi internasional.
“Bangga pasti ada, tetapi yang lebih berat adalah bagaimana kami mempertahankan amanah ini. Apa yang kami lakukan sebenarnya adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai keamanan UMS. Kekompakan tim adalah kekuatan utama kami,” pungkas Agustin. (Yusuf/Humas)















