muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pelaksanaan Kajian Ahad Pagi yang dirangkaikan dengan Peresmian Gedung Baru MTs Muhammadiyah Jumantono berlangsung khidmat di Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono, pada Ahad (28/6/2026). Momentum peresmian di awal Tahun Baru Islam ini sekaligus menandai perpindahan total seluruh kegiatan pembelajaran dan pelayanan administrasi dari gedung lama ke fasilitas baru yang lebih representatif.
Acara strategis bagi persyarikatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para donatur, serta ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai wilayah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh siswi madrasah setempat, Aulia Nur Cahyaningsih, membuka rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Dalam acara inti, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., hadir menyampaikan tausiah Kajian Ahad Pagi. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan bulan Muharam sebagai momentum melakukan introspeksi diri (muhasabah) serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada umat melalui persyarikatan.
“Kita harus memperbanyak rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan. Syukur bukan hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam amal saleh. Mari kita jaga, kita hidup-hidupilah Muhammadiyah dengan aktif di sekitar kita,” ujar Prof. Ihwan di hadapan para jamaah.
Kemajuan sarana pendidikan ini dilaporkan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono, Drs. Mustaqim, M.Pd.I. Ia memaparkan bahwa proyek pembangunan gedung baru ini dimulai sejak November 2025 dan berhasil diselesaikan dalam kurun waktu tujuh bulan. Berkat sinergi kolektif, hasil pembangunan bahkan mampu melampaui target awal dari dua ruang kelas menjadi empat ruang kelas baru.
“Terima kasih kami sampaikan kepada PDM Karanganyar, UMS, para donatur, dan seluruh jamaah yang telah membantu menyukseskan pembangunan ini. Semoga Allah memberikan balasan terbaik,” kata Mustaqim.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Ust. Muhammad Arif, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa semangat hijrah tidak boleh hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, melainkan harus bertransisi menuju kualitas iman, akhlak, dan tata kelola organisasi yang lebih baik.
Apresiasi juga datang dari pihak pemerintah daerah. Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Camat Jumantono, Agus Wibawanto, S.E., memuji kontribusi nyata lembaga pendidikan Muhammadiyah di wilayahnya yang dinilai konsisten dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara bersama-sama oleh perwakilan Bupati Karanganyar, Ketua PDM Karanganyar, dan Wakil Rektor I UMS.
Dengan resmi beroperasinya gedung baru ini, MTs Muhammadiyah Jumantono diharapkan dapat mengoptimalkan mutu layanan pendidikan, memperluas kenyamanan proses belajar mengajar, serta memperkuat posisinya sebagai amal usaha Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan di Kabupaten Karanganyar.















