by | 30 Jun 2026 | Pendidikan |

Inovasi Bank Sampah Perumahan Babussalam: UMS Latih Warga Olah Jelantah Jadi Lilin

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menginisiasi pembentukan Bank Sampah Paguyuban Perumahan sekaligus menggelar pelatihan inovatif menyulap limbah minyak goreng bekas (jelantah) menjadi lilin aromaterapi. Program pemberdayaan ini menyasar kelompok ibu-ibu di Perumahan Babussalam Grandcity, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo (7/6/2026).

Langkah strategis tersebut diambil sebagai bagian dari komitmen warga setempat untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi melalui pengelolaan limbah domestik yang tepat guna.

Ketua Tim Pengabdian UMS, Rezania Asyfiradayati, SKM., MPH., menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk mengatasi persoalan limbah cair rumah tangga. Minyak jelantah yang selama ini sering kali dibuang sembarangan ke saluran air terbukti memicu pencemaran lingkungan.

Contoh produk

Contoh produk

“Limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan lilin aromaterapi. Dengan pengabdian ini, upaya untuk memanfaatkan kembali limbah yang selama ini hanya dibuang bisa menjadi lilin yang dapat dimanfaatkan pada masing-masing rumah atau bahkan memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan kembali oleh warga,” ujar Rezania, yang juga merupakan Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS.

Dalam sesi pelatihan tersebut, para ibu rumah tangga diajak mempraktikkan langsung seluruh tahapan produksi secara higienis dan terstruktur. Proses dimulai dengan melakukan penjernihan minyak menggunakan bahan-bahan alami. Setelah itu, minyak yang telah jernih disaring dan dicampur dengan bahan pengeras (stearin), pewarna khusus, hingga formula minyak esensial (essential oil) dengan berbagai varian aroma terapeutik yang menenangkan.

Produk akhir berupa lilin aromaterapi yang cantik dan harum ini tidak hanya berfungsi sebagai alat penerangan alternatif atau pengharum ruangan, tetapi juga diproyeksikan memiliki nilai jual yang tinggi di pasar umum.

Kegiatan ini pun disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh warga perumahan. Sejumlah peserta mengaku baru menyadari bahwa limbah dapur yang awalnya dianggap merusak lingkungan dan tidak berharga, ternyata bisa ditransformasikan menjadi barang estetis yang menghasilkan keuntungan finansial.

“Pelatihan lilin jelantah menjadi ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami. Dengan ini, warga berkomitmen untuk terus menjalankan program ini agar lingkungan perumahan bisa menjadi contoh perumahan yang mandiri dalam mengelola limbah,” ungkap salah seorang perwakilan warga setempat.

Melalui sinergi kuat antara pembentukan Bank Sampah Paguyuban dan inovasi pemanfaatan lilin aromaterapi ini, Perumahan Babussalam Grandcity Kartasura kini siap bertransisi menjadi kawasan percontohan permukiman ramah lingkungan yang minim limbah (zero waste).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait