muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat penelitian dan pengembangan riset herbal Nusantara yang berbasis pada manuskrip pengobatan tradisional.
Kesepakatan tersebut diresmikan dalam kegiatan Penguatan Kolaborasi Riset Herbal Nusantara MoRA The AIR Funds yang berlangsung di Surakarta, Senin (22/6/2026). Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen memadukan kajian sejarah dengan sains modern guna mengangkat potensi tanaman obat lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Farmasi UMS, apt. Peni Indrayudha, Ph.D., menjelaskan bahwa implementasi operasional dari MoU ini akan diwujudkan ke dalam sejumlah program konkret. Program tersebut meliputi penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan produk herbal, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Kami optimis bahwa kemitraan ini akan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem riset yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan kesehatan berbasis kearifan lokal Indonesia,” ujar Peni pada Kamis (25/6/2026).
Peni menambahkan, dalam kerja sama multidisiplin ini, UMS bertindak sebagai mitra strategis yang bertanggung jawab melakukan kajian dan validasi ilmiah terhadap formula-formula herbal yang tercantum dalam manuskrip kuno. Pendekatan yang digunakan akan mengintegrasikan ilmu filologi, sejarah pengobatan tradisional, hingga farmasi modern.
Untuk mendukung target tersebut, Fakultas Farmasi UMS akan mengoptimalkan fasilitas laboratorium yang mereka miliki guna melakukan pengujian laboratorium, validasi ilmiah, hingga proses inovasi produk berbasis bahan alam.
Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa sinergi antar-perguruan tinggi merupakan instrumen krusial dalam menghasilkan riset yang bermutu dan inovatif. Menurutnya, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk melahirkan temuan ilmiah baru yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
“Kerja sama ini juga sejalan dengan visi UMS dalam memperkuat riset unggulan yang berorientasi pada hilirisasi dan pemanfaatan kekayaan sumber daya lokal,” kata Harun. Ia berharap implementasi dari kerja sama ini dapat segera terealisasi demi memperkaya khazanah serta literasi obat tradisional di Indonesia.















