muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Hanifah Herawati, mengenalkan dua tari tradisional Indonesia kepada 18 anak diaspora di Sanggar Bimbingan (SB) Banting, Selangor, Malaysia. Kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional tersebut digelar oleh mahasiswa delegasi UMS dalam program KKN Internasional: Mangunsari Goes Abroad 2026 pada Kamis (25/6/2026).
Program pengenalan seni tari ini menjadi salah satu kegiatan unggulan mahasiswa KKN Internasional UMS di SB Banting. Kegiatan tersebut dirancang khusus untuk memperkuat literasi budaya anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah diterima. Selain mengisi ruang ekstrakurikuler, langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga kedekatan generasi muda di perantauan dengan budaya asli Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, peserta perempuan berkesempatan belajar Tari Bungong Jeumpa yang merupakan tarian khas Aceh. Tari ini terkenal akan gerakan lemah gemulai dan penuh keanggunan yang terinspirasi dari bunga cempaka sebagai simbol keindahan serta keharuman daerah tersebut. Sementara itu, peserta laki-laki diperkenalkan dengan Tari Paijo dari Jawa yang berkarakter riang dan dinamis, mencerminkan keceriaan serta kehangatan budaya Nusantara.
Hanifah menjelaskan bahwa pemilihan dua tarian yang kontras ini bertujuan untuk memperkenalkan luasnya keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak yang tumbuh di perantauan. Menurutnya, tari tradisional bukan sekadar rangkaian gerakan fisik, melainkan media penyampaian cerita, nilai hidup, dan identitas bangsa yang penting untuk dijaga di mana pun mereka berada.
Suasana kegiatan berlangsung secara interaktif dan jauh dari kesan kaku. Mahasiswa UMS mengajarkan setiap gerakan secara bertahap yang diselingi dengan tawa dan tepuk tangan. Anak-anak tampak menikmati setiap momen, mengingat bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah kali pertama mempraktikkan tari tradisional Indonesia secara langsung.
Respons positif juga datang dari salah satu peserta bernama Nafisa. Ia mengaku sangat senang mendapatkan pengalaman baru tersebut, meskipun memerlukan konsentrasi dan latihan berulang agar gerakan tubuhnya dapat selaras dengan irama musik pengiring.
“Senang banget bisa belajar nari Indonesia. Gerakannya lucu tapi susah juga, harus pelan-pelan biar pas sama musiknya,” ungkap Nafisa.
Program KKN Internasional: Mangunsari Goes Abroad 2026 ini sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan dari UMS dalam memperluas pengalaman mahasiswa di tingkat internasional. Melalui pengabdian berbasis global ini, perguruan tinggi berupaya memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. (Yusuf/Humas)















