muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon menyelenggarakan agenda pembekalan sekaligus sosialisasi program madrasah kepada orang tua atau wali murid kelas 1 pada Kamis (09/07/2026). Langkah strategis ini dirancang bersamaan dengan pelaksanaan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) demi membangun sinergi sejak dini antara pihak sekolah dan rumah.
Pertemuan tersebut membedah secara komprehensif arah kebijakan madrasah, termasuk penjabaran detail mengenai seluruh program instruksional yang akan dijalani oleh siswa kelas 1 selama satu tahun ajaran ke depan.
Materi yang menjadi sorotan utama dalam pembekalan ini adalah pemaparan Metode Ummi. Metode pembelajaran Al-Qur’an tersebut disosialisasikan secara khusus sebagai program tahfidz unggulan yang diterapkan di MIM Digdaya Bolon. Melalui pemaparan ini, orang tua diharapkan dapat memahami pendekatan serta standar bacaan yang diajarkan madrasah, sehingga mampu mendampingi anak-anak saat melakukan murojaah (mengulang hafalan) di rumah.

Kepala MIM Digdaya Bolon, Irin Dwi Susanti, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi dua arah sangat krusial dalam membentuk pondasi pendidikan dan karakter anak-anak. Menurutnya, sekolah memiliki keterbatasan waktu sehingga peran rumah sebagai institusi pendidikan utama tidak dapat digantikan.
“Tugas mendidik dan membentuk karakter ananda tidak bisa hanya dititikberatkan pada pundak bapak ibu guru di sekolah. Waktu anak-anak di madrasah itu terbatas, justru madrasah pertama dan utama mereka ada di rumah. Hari ini kita berkumpul untuk menyamakan persepsi. Kami ingin membangun sinergi yang kuat; apa yang kami tanamkan di sekolah, didukung dan dilanjutkan oleh bapak ibu di rumah. Kemitraan ini adalah kunci keberhasilan anak-anak kita,” ujar Irin di hadapan para wali murid.
Melalui agenda paralel ini, pihak madrasah dan orang tua berhasil membangun komitmen bersama bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab kolektif.
Dengan menyelaraskan pola asuh dan pola didik sejak hari pertama, MIM Digdaya Bolon menegaskan komitmennya bahwa menyambut tahun ajaran baru bukan sekadar menerima siswa, melainkan juga merangkul keluarga secara utuh. Harmonisasi peran ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem terbaik untuk mencetak generasi madrasah yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.










