by | 14 Jul 2026 | KabarMu, Pendidikan |

PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Musuk Boyolali Olah Alpukat Jadi Selai dan Teh

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pelatihan inovatif bagi masyarakat Desa Musuk, Kabupaten Boyolali. Mahasiswa melatih warga setempat untuk mengolah buah dan daun alpukat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, berupa selai buah dan teh daun alpukat pada Sabtu (11/7/2026) di Balai Desa Musuk.

Program pemberdayaan masyarakat ini menyasar para ibu rumah tangga guna mengoptimalkan potensi komoditas lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ketua PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah alpukat. Selama ini, mayoritas hasil panen alpukat di daerah tersebut hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar dengan nilai tawar yang terbatas.

“Melalui pelatihan tersebut, tim PPK Ormawa ingin meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas alpukat yang sebagian besar hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar,” ujar Fidelina pada Selasa (14/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memperkenalkan inovasi pengolahan yang tidak hanya memanfaatkan daging buahnya untuk dijadikan selai, tetapi juga mengoptimalkan daun alpukat menjadi produk teh herbal yang menyehatkan. Langkah ini menjadi solusi cerdas zero-waste dari tanaman alpukat yang belum banyak dilirik warga setempat.

Pada sesi awal, para peserta dibekali materi mengenai karakteristik bahan baku, fungsi bahan tambahan, serta pentingnya menjaga sanitasi dan higiene selama proses produksi pangan demi menjamin keamanan produk serta kualitas cita rasa.

Selanjutnya, tim PPK Ormawa mendemonstrasikan secara interaktif setiap tahapan pembuatan, mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, hingga pengemasan sederhana. Usai demonstrasi, para peserta langsung mempraktikkan pembuatan kedua produk tersebut secara berkelompok.

Selama proses praktik, warga didampingi langsung oleh dosen pembimbing, Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km., bersama tim mahasiswa untuk memastikan seluruh proses pengolahan sesuai dengan prosedur standar kesehatan dan pangan.

Fidelina berharap kegiatan ini dapat membuka cakrawala berpikir masyarakat untuk mulai berwirausaha secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar mereka.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual alpukat dalam bentuk segar, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang bernilai tambah. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkas Fidelina.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penilaian organoleptik (uji rasa dan aroma) terhadap produk hasil olahan masing-masing kelompok, diikuti dengan penyerahan produk secara simbolis, serta sesi foto bersama. Program pengabdian ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya usaha mikro berbasis olahan alpukat yang berdaya saing dan berkelanjutan di Desa Musuk, Boyolali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait