by | 14 Jul 2026 | KabarMu, Pendidikan |

Pendidikan Matematika UMS Siapkan Kurikulum Baru Berbasis AI dan Kewirausahaan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah strategis untuk menghadapi tantangan zaman. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum guna merancang kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure, Surakarta, pada Selasa (7/7/2026) tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan komprehensif. Mulai dari pakar pendidikan, jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, praktisi, pengguna lulusan, alumni, hingga mahasiswa aktif turut hadir memberikan sumbangsih pemikiran.

Kepala Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa revitalisasi kurikulum ini merupakan respons cepat terhadap disrupsi teknologi dan perubahan dinamika sosial di dunia pendidikan.

“Perubahan yang terjadi di dunia pendidikan berlangsung sangat cepat. Karena itu, kurikulum harus terus diperbarui agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi,” ujar Rita saat dikonfirmasi pada Senin (13/7/2026).

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Imam Sujadi, M.Si., Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus Ketua Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Ikatan Masyarakat Edukasi Sains (IMES), menekankan pentingnya fleksibilitas dalam struktur kurikulum baru. Ia menyarankan penerapan skema major dan minor guna memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi minat dan potensi individu di luar bidang utama.

“Rencana Pembelajaran Semester (RPS) ke depan perlu lebih fleksibel sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing,” ungkap Imam.

Integrasi teknologi modern, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), juga menjadi sorotan utama dalam diskusi. Perwakilan alumni Pendidikan Matematika UMS, Ike, menilai kompetensi mengajar konvensional kini harus ditingkatkan ke arah inovasi digital yang aplikatif.

“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang mengajar, tetapi bagaimana mahasiswa mampu membuat asisten pembelajaran berbasis AI. Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) harus menjadi ruang inovasi, bukan sekadar praktik mengajar konvensional,” jelas Ike. Ia menambahkan bahwa peran dosen tetap vital sebagai fasilitator dalam menavigasi etika penggunaan AI dan metodologi riset.

Selain kesiapan digital, penguatan aspek non-akademik berupa jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) juga diusulkan oleh Indah, alumni angkatan 2012. Ia berharap pembekalan mentalitas bisnis diberikan melalui praktik riil, bukan sekadar teori di kelas. Sementara itu, dari sisi mahasiswa, Jabbar (angkatan 2024) memberikan masukan agar dilakukan penyederhanaan pada Sistem Informasi Program Studi (SIMPRO) guna menjamin transparansi informasi akademik dan mempercepat kelulusan mahasiswa.

Seluruh masukan dan rekomendasi dari berbagai elemen dalam FGD ini nantinya akan dirumuskan sebagai fondasi utama dalam menyusun draf kurikulum baru Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS yang responsif, adaptif, dan siap mencetak pendidik tangguh di era digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait