muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan Giri Wana Education Trip to Merbabu pada 8–10 Juli 2026. Mengusung tema “Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi”, kegiatan ini memadukan petualangan alam dengan aksi nyata pelestarian lingkungan berupa pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo serta pemasangan plang edukasi.
Kegiatan pelestarian lingkungan ini diikuti oleh 35 peserta, yang terdiri atas 25 anggota aktif Hizbul Wathan UMS dan 10 peserta dari masyarakat umum.
Ketua Kafilah Penuntun Moh. Djazman UMS, Muhammad Azibsyah, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk implementasi nilai-nilai kepanduan HW dalam membentuk karakter kader yang tangguh sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam sekitar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan bahwa seorang pandu tidak hanya mampu menaklukkan medan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam yang menjadi ruang belajarnya. Pendakian ini menjadi sarana membangun karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengabdian,” ujar Azibsyah pada Senin (11/7/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026, dengan proses registrasi, pembekalan materi, dan persiapan fisik para peserta. Pendakian sesungguhnya dilaksanakan keesokan harinya, Kamis, 9 Juli 2026, melalui jalur Selo, Boyolali.
Selama perjalanan naik dan turun gunung, seluruh peserta secara aktif memungut sampah anorganik yang ditinggalkan oleh para pendaki sebelumnya. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dikantongi dan dibawa turun kembali agar tidak mengotori serta merusak ekosistem kawasan konservasi Gunung Merbabu.
Selain aksi pungut sampah, peserta juga memasang plang edukasi di beberapa titik strategis di sepanjang jalur pendakian. Plang tersebut berisi pesan persuasif yang mengajak para pendaki untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama jenis sampah plastik yang sulit terurai secara alami.
Ketua Panitia, Alzidan Candra, berharap aksi ini dapat menginspirasi para pendaki lain serta berbagai komunitas pencinta alam untuk terus aktif berkontribusi menjaga kelestarian alam pegunungan.
“Tema ‘Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi’ kami pilih karena kami ingin menghadirkan pendakian yang memberikan manfaat lebih. Selain menikmati keindahan Gunung Merbabu, peserta juga diajak memberikan kontribusi nyata,” terang Alzidan.
Aksi lingkungan ini mendapat apresiasi positif dari peserta umum, salah satunya Hibatulloh Al mubarok. Menurutnya, perjalanan ini memberikan perspektif baru bahwa mencintai alam tidak cukup hanya dengan menikmati keindahannya, tetapi juga wajib dirawat secara konkret.
“Melalui aksi membersihkan jalur pendakian Gunung Merbabu, saya benar-benar merasakan bahwa tema ‘Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi’ bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang diwujudkan dalam setiap langkah,” pungkas Hibatulloh.















