by | 6 Oct 2026 | KabarMu |

Cegah Penyakit Tidak Menular, UMS Gelar Skrining Kesehatan dan Edukasi Gizi untuk ‘Aisyiyah Kartasura

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) di wilayah Pimpinan Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah (PCA/PRA) Kartasura. Kegiatan ini berfokus pada pemantauan status gizi, skrining kesehatan, dan edukasi gizi seimbang guna menekan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

Program bertajuk “Pemantauan Status Gizi dan Edukasi Gizi Seimbang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah Kartasura” tersebut berlangsung sejak Juni hingga September 2026. Kegiatan ini diketuai oleh dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, Muwakhidah, SKM., M.Kes, Epid., berkolaborasi dengan tim dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan FIK UMS, mahasiswa, serta kader ‘Aisyiyah.

Ketua tim pengabdian, Muwakhidah, menjelaskan bahwa program dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko PTM melalui pendekatan promotif dan preventif.

“Program ini dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta kader ‘Aisyiyah. Peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta pengukuran status dan komposisi tubuh (lemak tubuh),” terang Muwakhidah, Senin (5/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, program P2M ini bermitra dengan PCA Kartasura yang diketuai W.L. Hakimah, S.Ag., M.Pd., PRA Gonilan yang diketuai Dra. Sri Utami Andayaningsih, serta PRA Ngadirejo yang diketuai Dr. Dwi Haryanti, M.Hum.

Berdasarkan hasil skrining, rerata tekanan darah peserta tercatat 135,85/82,16 mmHg, kadar gula darah 126,69 mg/dL, kolesterol 209,9 mg/dL, dan asam urat 6,03 mg/dL. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi faktor risiko PTM meski peserta belum merasakan keluhan fisik.

Pada anggota PRA Gonilan, ditemukan lebih dari 40 persen peserta masuk kategori hipertensi, lebih dari 50 persen memiliki kadar kolesterol di atas 200 mg/dL, serta kadar asam urat melebihi 6 mg/dL. Hasil pemeriksaan di PRA Ngadirejo menunjukkan kondisi serupa, dengan beberapa peserta terdeteksi mengalami kenaikan gula darah, tekanan darah tinggi, serta tergolong overweight dan obesitas berdasarkan analisis body fat, visceral fat, subkutan fat, dan body age.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, tim UMS memberikan edukasi gizi seimbang menggunakan media poster dan leaflet. Edukasi meliputi panduan pemilihan bahan pangan, pengaturan porsi makan, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), pengurangan Ultra Processed Food (UPF), peningkatan asupan sayur dan buah, hingga pentingnya aktivitas fisik harian.

Ketua PRA Ngadirejo, Dwi Haryanti, menyambut positif pendampingan ini karena sejalan dengan penguatan dakwah kesehatan berbasis masyarakat oleh organisasi perempuan Muhammadiyah.

“Program ini sekaligus memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah kesehatan berbasis masyarakat. Kader dan anggota diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Dwi Haryanti.

Guna menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian UMS turut menyerahkan paket peralatan pemeriksaan kesehatan kepada pihak PRA. Fasilitas ini nantinya akan dimanfaatkan secara mandiri oleh para kader untuk memantau kesehatan anggota secara berkala di sela-sela kegiatan kajian rutin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait