muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Kehadiran BIM University sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah berorientasi internasional di Bali semakin menarik minat mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik domestik maupun mancanegara. Kampus ini kini menjadi pilihan bagi mahasiswa yang memiliki pengalaman pendidikan internasional, seperti lulusan asal Australia hingga mahasiswa dari Timor Leste.
Salah satu mahasiswa berlatar belakang internasional tersebut adalah Dafa Titan Arvian, warga asal Jakarta Selatan yang merupakan lulusan Darwin High School, Australia, serta alumni Bali Hati International School, Ubud. Dafa memutuskan melanjutkan studi di program studi Bisnis Digital BIM University karena tertarik pada program internasional dan karakter kampus sebagai universitas Muslim.
“Saya memilih BIM University karena BIM merupakan salah satu universitas yang memiliki program internasional di Bali. Selain itu, BIM juga merupakan universitas Muslim,” kata Dafa, Senin (5/10/2026).

Melalui program Bisnis Digital, Dafa berharap dapat memperdalam pemahaman mengenai tata cara membangun, mempertahankan, serta mengembangkan bisnis di era digital. Selain fokus akademis, ia juga berencana aktif dalam organisasi kemahasiswaan guna mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta memperluas jejaring profesional dan kewirausahaan.
Pengalaman internasional juga dibawa oleh Gladis Soares Gama, mahasiswa asal Timor Leste. Gladis mengaku mengenal BIM University melalui media sosial TikTok setelah unggahan kampus tersebut masuk ke dalam beranda (For You Page/FYP) miliknya tahun lalu. Lingkungan internasional serta fasilitas kampus menjadi pertimbangan utamanya memilih berkuliah di Bali.
“Saya tertarik karena sekolahnya internasional dan fasilitasnya juga bagus. BIM ini yang saya pilih untuk meraih cita-cita saya untuk sukses ke depannya,” ujar Gladis yang memiliki minat bisnis dari lingkungan keluarganya. Ia juga berharap jejaknya dapat menginspirasi rekan-rekannya di Timor Leste untuk menempuh pendidikan tinggi di Bali.
Menanggapi kehadiran mahasiswa lintas negara tersebut, Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa kisah Dafa dan Gladis mencerminkan keinginan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan yang berwawasan global. Menurutnya, perbedaan latar belakang asal tidak menghalangi ruang bersama untuk belajar dan memperluas jejaring.
Prof. Harun menambahkan bahwa keberadaan mahasiswa dari beragam latar belakang pendidikan internasional ini sejalan dengan komitmen kampus dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap perspektif global, sesuai dengan semangat slogan “Be International Mind”.
Melalui penguatan lingkungan belajar yang inklusif dan berwawasan luas, BIM University terus mendorong perannya sebagai jembatan antarbudaya sekaligus wadah pengembangan masa depan generasi muda di kancah internasional. (Maysali/Humas)















