by | 5 Oct 2026 | KabarMu |

Tim PkM MPAI UMS Raih Hibah 2026, Fokus Atasi Bullying Verbal Siswa di Malaysia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih pendanaan Hibah Internal 2026. Pendanaan ini digunakan untuk menjalankan program pendampingan psikososial guna mereduksi perilaku bullying verbal pada siswa masa transisi di MITTIS Selangor, Malaysia.

Program yang diusung bertajuk “Pendampingan Psikososial Integratif Berbasis Tazkiyatun Nafs untuk Reduksi Bullying Verbal Siswa Transisi di MITTIS Selangor, Malaysia.” Kegiatan ini menyasar siswa Tingkatan 1 yang sedang beradaptasi dari jenjang sekolah rendah ke sekolah menengah berasrama.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Triono Ali Mustofa, S.Pd.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa fokus pada bullying verbal dipilih karena fenomena tersebut kerap muncul saat siswa berada dalam fase krusial pembentukan identitas diri dan pencarian penerimaan teman sebaya.

“Kami memilih bullying verbal karena masalah ini cukup sering muncul pada siswa Tingkatan 1 yang sedang beradaptasi dari sekolah rendah ke sekolah menengah berasrama. Pada fase ini, siswa sedang membangun identitas diri, mencari penerimaan teman sebaya, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru,” ujar Triono, Senin (5/10/2026).

Triono menegaskan pentingnya intervensi sejak awal agar ejekan atau candaan negatif tidak memicu pola hubungan sosial yang tidak sehat. Untuk mengatasi hal tersebut, tim menggabungkan pendekatan psikologi perkembangan dengan nilai-nilai Islam melalui konsep tazkiyatun nafs.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya diberi pemahaman formal mengenai dampak buruk bullying, tetapi juga diajak mengenali emosi, mengendalikan diri, menjaga tutur kata, serta membangun empati terhadap sesama. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku berbasis kesadaran diri, bukan semata karena rasa takut terhadap aturan sekolah.

Guna mengukur efektivitas program, tim menerapkan metode evaluasi komprehensif yang meliputi pre-test, post-test, observasi selama kegiatan, hingga refleksi mandiri siswa. Indikator keberhasilan mencakup perubahan sikap, pemahaman mengenai bullying verbal, kemampuan regulasi emosi, komunikasi positif, serta kesadaran menjaga sikap terhadap teman sebaya.

Tim pengabdian ini beranggotakan para akademisi FAI UMS, yakni Dr. Triono Ali Mustofa, S.Pd.I., M.Pd.I.; Fiska Puspa Arinda, S.Psi., M.Psi.; Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A.; dan Maharsi Shobabiya, S.Pd.I., S.Psi., M.Psi. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan lima mahasiswa MPAI UMS, yaitu Tamam Sholahudin, S.Pd.; Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi, S.Pd.; Adinda Cantika Rini, S.Pd.; Nizar Naufal, S.Pd.; dan Namira Salsabila, S.Pd.

Model pendampingan integratif ini dirancang agar dapat direplikasi di berbagai lembaga pendidikan seperti madrasah, pesantren, sekolah berasrama, maupun sekolah umum dengan penyesuaian terhadap kultur dan karakter siswa setempat.

“Target jangka panjangnya adalah membangun lingkungan sekolah yang aman, positif, dan mendukung perkembangan karakter siswa,” pungkas Triono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait