by | 6 Oct 2026 | KabarMu |

UMS dan Mahidol University Kolaborasi Tingkatkan Fisioterapi Lansia Diabetes Melitus

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kolaborasi internasional bersama Mahidol University Thailand dalam meningkatkan kesehatan dan kemandirian lanjut usia (lansia) penderita diabetes melitus. Melalui program Active Living Across Borders: Empowering Older Adults with Diabetes Mellitus through Physical Activity Education and Indonesia-Thailand Knowledge Exchange, kedua institusi mengintegrasikan edukasi aktivitas fisik, latihan praktis, hingga pendampingan home program berbasis komunitas.

Ketua Tim Pengabdian UMS, Dwi Rosella Komalasari, Ftr., M.Fis., Sp. Vest., Ph.D., mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pertukaran pengetahuan (knowledge exchange) di Thailand pada 25–29 Agustus 2026. Diskusi dan berbagi pengalaman tersebut bertempat di Community Laboratory Faculty of Physical Therapy Mahidol University, Luang Por Poen Primary Health Care Centre, serta Bang Len Nara Phiron Rehabilitation Center.

“Selain berbagi pengalaman mengenai program pengabdian masyarakat, kedua institusi mendiskusikan persamaan dan perbedaan pelayanan kesehatan bagi penyandang diabetes melitus dan lansia di Indonesia dan Thailand,” ujar Dwi Rosella, Selasa (6/10/2026).

Pembahasan dalam pertukaran pengetahuan tersebut mencakup pelayanan kesehatan primer, pengelolaan diabetes, pelayanan berbasis komunitas, home-based care, long-term care, hingga penanganan fungsi tubuh dan risiko jatuh pada lansia. Dari pihak Mahidol University, kolaborasi ini dipimpin oleh pakar rehabilitasi komunitas, Pakaratee Chaiyawat, Ph.D.

Setelah rangkaian kegiatan di Thailand, program dilanjutkan di Indonesia pada 2–26 September 2026 yang berlokasi di Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Pajang. Kegiatan ini melibatkan lansia peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Dalam pelaksanaannya di Indonesia, para peserta mengikuti asesmen awal, edukasi kesehatan, promosi aktivitas fisik, latihan keseimbangan statis dan dinamis, latihan daya tahan, penguatan otot ekstremitas bawah, hingga tantangan sensorik, motorik, dan kognitif. Peserta juga dibekali home program agar latihan fisik dapat dilanjutkan secara mandiri dan aman di rumah guna menjaga keseimbangan tubuh serta mengurangi risiko jatuh.

Dwi Rosella menegaskan bahwa pengelolaan diabetes melitus tidak hanya bertumpu pada pengobatan medis semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam menjaga fungsi tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat secara berkelanjutan.

Selain berfokus pada lansia, program ini turut memberikan pelatihan penguatan kapasitas kepada kader kesehatan masyarakat. Para kader dibekali pengetahuan dasar untuk melakukan edukasi serta skrining awal risiko jatuh pada penyandang diabetes melitus di lingkungan komunitas.

Program Active Living Across Borders ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama jangka panjang antara UMS dan Mahidol University. Ke depan, hasil pertukaran pengetahuan ini akan dikembangkan ke dalam program penelitian dan pengabdian masyarakat tingkat internasional, termasuk pemantauan home program yang terstruktur di kedua negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait