by | 20 Jan 2026 | Berita

Semarak Milad ke-74 MIM Digdaya Bolon: Dahlan Rais Luncurkan Batik Baru hingga Apresiasi Bangunan Futuristik Ala Inggris

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Colomadu – Puncak peringatan Milad ke-74 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon berlangsung meriah dan penuh makna pada Minggu (18/1/2026).

Acara yang digelar di kompleks madrasah ini tidak hanya menjadi ajang syukur, namun juga momentum strategis dengan hadirnya sejumlah tokoh penting dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga Jajaran Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Agenda milad kali ini diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen madrasah dan masyarakat, mulai dari lomba tumpeng antar kelas yang diikuti wali murid, bazar UMKM, pengajian akbar, hingga tampilan kreativitas ekstrakurikuler siswa. Namun, sorotan utama tertuju pada peluncuran (launching) seragam batik guru dan tenaga kependidikan serta peresmian forum alumni.

Hadir secara langsung, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Drs. H. A. Dahlan Rais, M. Hum., didaulat untuk meresmikan peluncuran batik guru dan tenaga kependidikan MIM Digdaya Bolon.

Dalam sambutannya, Dahlan Rais menyampaikan pesan mendalam yang emosional. Sebagai tokoh yang pernah meletakkan batu pertama pembangunan gedung madrasah ini, ia mengaku bangga melihat perkembangan pesat yang terjadi.

“Saya berpesan agar MIM Digdaya Bolon terus berkontribusi bagi umat dan bangsa. Perkembangan fisik ini harus diimbangi dengan kualitas pendidikan yang mencerahkan,” tutur Dahlan Rais sembari memberikan motivasi kepada para guru untuk mengenakan batik baru tersebut dengan semangat pengabdian yang baru pula.

Apresiasi terhadap kemajuan infrastruktur madrasah juga datang dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Rektor UMS sekaligus Pembina Madrasah, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M. Hum., yang diwakili oleh Wakil Rektor, Prof. Ihwan Susila, S. E., M. Si., Ph. D., turut hadir untuk mengesahkan dan menandatangani prasasti berdirinya forum alumni bernama JAMBON (Jejak Alumni MIM Digdaya Bolon).

Dalam orasinya, Prof. Ihwan Susila tak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap arsitektur madrasah.

“Pembangunan di sini luar biasa. Konsep bangunannya sangat futuristik, mengingatkan saya pada suasana sekolah ketika saya menempuh studi di Inggris,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Beliau berharap, forum alumni JAMBON yang telah disahkan dapat menjadi wadah strategis untuk menjalin komunikasi dan sinergi antar-lulusan.

“Semoga MIM Digdaya Bolon terus menjadi suri tauladan yang baik dan hadir sebagai solusi pendidikan di tengah masyarakat,” imbuh Prof. Ihwan.

Semangat kemajuan juga ditekankan oleh Ketua Komite MIM Digdaya Bolon sekaligus Founder Win Corporation, Wibowo Jati Purwanto, S. M., S. Ars. Dalam sambutannya yang berapi-api, Wibowo mengajak seluruh civitas akademika untuk terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman.

“Kita pegang teguh jargon kita, Digdaya: Disiplin, Gigih, dan Berdaya Guna. Di tengah perubahan global yang besar, kita tidak boleh goyah dalam menjunjung tinggi pendidikan karakter islami yang kuat,” tegas Wibowo.

Sementara itu, Kepala Madrasah MIM Digdaya Bolon, Irin Dwi Susanti, S. Pd., M. Pd., Gr., menutup rangkaian sambutan dengan ungkapan rasa syukur.

Di usia madrasah yang ke-74 tahun, ia berterima kasih atas dukungan penuh dari persyarikatan, komite, wali murid, dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, di usia ke-74 ini MIM Digdaya Bolon terus berbenah. Kehadiran tokoh-tokoh hebat hari ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus mencetak generasi yang unggul dan berakhlakul karimah,” pungkas Irin.

Acara puncak Milad diakhiri dengan ramah tamah dan peninjauan stand bazar, kunjungan progres pembangunan serta penampilan siswa yang menandai optimisme baru MIM Digdaya Bolon dalam menyongsong tahun ajaran dan tantangan masa depan dengan semangat transformasi.

(Achmad Mahbuby/Humas).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait