muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Colomadu menggelar Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Milad ’Aisyiyah ke-109. Acara yang mengusung tema “Dakwah ’Aisyiyah untuk Kemanusiaan dan Peradaban yang Berkemajuan” ini berlangsung di Masjid Al Barokah, Gawanan, Colomadu, pada Rabu (20/5/2026).
Pengajian akbar tersebut dihadiri oleh kurang lebih 700 jamaah ibu-ibu ’Aisyiyah yang berasal dari 11 ranting ’Aisyiyah di wilayah Colomadu. Rangkaian acara dimulai dengan penampilan kreasi seni hadroh dari Masjid Miftahurrohman Gawanan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan.
Memasuki acara inti, Hj. Atik Nurrohmah, M.Pd., hadir sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas pentingnya membangun kehidupan yang berlandaskan pada iman, akhlak mulia, serta keteladanan, baik di dalam lingkungan keluarga maupun pergaulan sehari-hari.

Hj. Atik Nurrohmah menekankan bahwa pemilihan lingkungan pertemanan (circle) yang positif memegang peranan krusial bagi seorang muslimah.
“Lingkungan pertemanan yang positif dapat menjadi sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, saling mendukung dalam ibadah, serta menjadi jalan bersama untuk meraih rida Allah SWT dan menuju surga-Nya,” ujar Hj. Atik.
Lebih lanjut, beliau juga memaparkan kandungan Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 25 mengenai tanggung jawab mutlak manusia atas setiap perbuatan selama hidup di dunia. Beliau mengingatkan jamaah bahwa saat ajal menjemput dan manusia menempati liang kubur, tidak ada perkara duniawi yang dibawa selain amal ibadah, sedekah, dan kebaikan yang pernah diperbuat.

Oleh karena itu, ratusan jamaah yang hadir diajak untuk senantiasa memperbanyak infak, sedekah, dan amal jariyah dengan landasan niat yang ikhlas.
Menutup ceramahnya, Hj. Atik menjelaskan eksistensi ’Aisyiyah yang telah berdiri selama 109 tahun dalam konsistensinya menjalankan dakwah bil hikmah—dakwah yang disampaikan dengan cara lembut, bijaksana, dan tanpa paksaan. Hal ini selaras dengan Surat Al-Mujadalah ayat 11 tentang pentingnya menuntut ilmu, menjaga adab majelis, serta menghormati sesama.
Beliau juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar menjadi teladan nyata dalam mendidik anak, serta selektif dalam memilih lingkungan sekolah yang memiliki dasar pendidikan agama yang kuat agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan taat kepada Allah SWT. (Kontributor: Malika H)















