muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Memperkuat fondasi kepemimpinan dan soliditas antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jaten menggelar pembinaan akbar bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Agenda yang melibatkan Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar ini berlangsung khidmat di Masjid Al Furqan sekaligus Kantor PCM Jaten, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 140 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, hingga karyawan AUM se-Kecamatan Jaten memadati lokasi acara sejak usai salat Jumat. Selain menjadi ajang penguatan ideologi dan manajerial, pertemuan ini juga menjadi momentum sosial melalui pentasyarufan bantuan bagi para guru yang disalurkan melalui Lazismu PDM Karanganyar.

Ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memompa kembali semangat profesionalisme di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Pihaknya berharap, melalui pembinaan rutin, kualitas kepemimpinan para guru dan karyawan dapat meningkat secara signifikan demi kemajuan sekolah.
Rangkaian acara diawali dengan kultum inspiratif dari Pamuji Raharjo. Dalam paparannya, Pamuji menggarisbawahi bahwa mental kepemimpinan bukan hanya milik kepala sekolah, melainkan harus tertanam dalam diri setiap pendidik. Ia menyebutkan bahwa seorang pemimpin pendidikan masa kini harus lihai membangun relasi, adaptif untuk terus belajar, serta memiliki visi yang tajam ke depan.
“Pemimpin juga harus berani mengambil keputusan dan mampu membangun teamwork yang solid. Tanpa kerja sama tim, visi besar sekolah akan sulit terwujud,” ungkap Pamuji saat memberikan tausiyah di hadapan ratusan peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar, Joko Purwanto, mengingatkan para peserta mengenai realitas perjuangan di dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan sebuah lembaga. Menurut Joko, keberhasilan sekolah sangat bergantung pada sejauh mana para guru mampu berkolaborasi dan melakukan refleksi berkelanjutan terhadap mutu pengajaran.

“Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Guru harus mampu berkolaborasi, saling mendukung, dan melakukan refleksi secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tutur Joko dalam sambutannya.
Memasuki sesi inti, Drs. Romdhoni atau yang akrab disapa Gus Doni, memberikan suntikan semangat melalui pesan yang lugas. Ia menekankan agar sekolah-sekolah Muhammadiyah dikelola dengan kesungguhan hati, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Gus Doni ingin seluruh jenjang pendidikan di Jaten saling terkoneksi dan menguatkan satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Sekolah itu harus urip tenan (hidup sungguhan), bukan urip-uripan (sekadar hidup). AUM di Jaten, dari berbagai jenjang, harus memiliki koneksi dan saling menguatkan,” tegas Romdhoni dengan penuh semangat.
Gus Doni juga mengingatkan bahwa kedisiplinan guru adalah cermin nilai Muhammadiyah di mata publik. Perilaku pendidik di lingkungan masyarakat akan memengaruhi tingkat kepercayaan orang tua terhadap lembaga. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga marwah persyarikatan melalui dedikasi tinggi di ruang-ruang kelas.















