Kajian Turba PCM Jumantono di Sedayu: Dorong Pemahaman Bacaan Salat hingga Penyaluran Sembako

Kajian Turba PCM Jumantono di Sedayu: Dorong Pemahaman Bacaan Salat hingga Penyaluran Sembako

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono menggelar kegiatan Kajian Anjangsana dan Turun ke Bawah (TURBA) di Masjid Syaikhoini, Jatisari, Sedayu, Sabtu (5/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah sekaligus membangun silaturahmi dan kepedulian terhadap masyarakat.

Acara yang berlangsung pukul 15.30 hingga 17.15 WIB ini dihadiri jajaran pimpinan PCM Jumantono, Kepala MTs Muhammadiyah 5 Jumantono, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Jumantono, PRM Sedayu, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sedayu, serta warga jamaah setempat.

Ketua PCM Jumantono, Drs. Mustaqim, M.Pd.I., dalam sambutannya memaparkan perkembangan program PCM serta peningkatan kualitas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya MTs Muhammadiyah 5 Jumantono. Ia mengimbau jamaah untuk terus menjaga konsistensi dalam bergerak di Muhammadiyah.

“Marilah kita senantiasa istiqamah dalam bermuhammadiyah. Semoga gerakan Muhammadiyah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mustaqim.

Dalam sesi inti kajian, Bp. H. Dariyanto, S.Pd., menekankan pentingnya pemahaman terhadap bacaan salat agar ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas harian, melainkan mampu menghadirkan kekhusyukan dan kesadaran spiritual yang mendalam.

“Mari sebisa mungkin kita menjadi pribadi yang paham akan bacaan sholat dalam setiap sholat kita,” tutur Dariyanto di hadapan para jamaah.

Selain memberikan tausiyah ibadah, Dariyanto turut menyoroti peran strategis AUM di bidang pendidikan. Ia berharap MTs Muhammadiyah 5 Jumantono mampu mencetak generasi yang tak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi pemahaman agama yang kuat. Menurutnya, kemampuan memahami bacaan salat pada siswa akan menjadi nilai unggul tersendiri bagi madrasah tersebut.

Kegiatan anjangsana dan TURBA ini berfungsi sebagai media komunikasi langsung antara jajaran pimpinan PCM, PRM, AUM, dan jamaah. Melalui interaksi ini, program-program Muhammadiyah diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Sebagai penutup rangkaian acara, LAZISMU Jumantono menyerahkan bantuan sosial berupa 10 paket sembako kepada jamaah yang berhak menerima. Penyaluran ini menjadi bentuk integrasi antara pilar dakwah, pendidikan, dan kepedulian sosial yang terus diusung PCM Jumantono.

Majelis Tabligh PDM Karanganyar Lantik Pengurus KMM Periode 2026–2028, Berikut Profil Lengkapnya

Majelis Tabligh PDM Karanganyar Lantik Pengurus KMM Periode 2026–2028, Berikut Profil Lengkapnya

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar resmi melantik jajaran pengurus Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Daerah Karanganyar periode 2026–2028 pada Jumat (4/9/2026).

Prosesi pengukuhan dan pengucapan ikrar berlangsung khidmat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar di hadapan jajaran pimpinan Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom (Ortom), serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Karanganyar.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya langkah taktis KMM Karanganyar di bawah pimpinan Muhammad Aziz Qohhar, S.Sy., M.Pd.I. selaku Ketua, didampingi Jabbar Sambudi, S.Ei sebagai Sekretaris, dan M. Syahrul Shidiq, S.Pd.I., M.Pd sebagai Bendahara.

Merujuk pada buku pedoman persyarikatan, KMM merupakan kesatuan mubaligh yang dibentuk oleh Majelis Tabligh di setiap tingkatan. Badan ini bertugas menjalankan dakwah Islam, amar makruf nahi mungkar secara terprogram, tersistem, dan terencana sesuai ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah Al-Maqbulah berdasarkan paham Muhammadiyah.

Dalam menjalankan roda organisasi dua tahun ke depan, KMM Karanganyar berfokus pada empat fungsi utama:

  • Dakwah dan kaderisasi: Menjadi motor penggerak syiar Islam sekaligus mencetak kader mubaligh penerus.

  • Pengelolaan sumber daya insani: Mengatur, membina, dan memetakan potensi mubaligh secara efektif.

  • Pembinaan jamaah: Mengayomi serta membimbing masyarakat secara langsung.

  • Pelayanan dan pemberdayaan umat: Menggerakkan aksi nyata untuk kesejahteraan masyarakat.

Struktur kepengurusan KMM periode ini diperkuat oleh empat bidang strategis, yaitu Bidang Pembinaan dan Kaderisasi yang diketuai Joko Mursito, SH; Bidang Dakwah diketuai Budiyanto, S.S., M.Pd.; Bidang Pendataan dan Pendistribusian diketuai Agus Waskito, S.Pd; serta Bidang Humas dan Publikasi yang dipimpin Daru Nurdianna, S.P., M.Pd.

Filosofi gerakan KMM turut tercermin dari lambang organisasinya. Unsur sinar melambangkan mencerahkan dan semangat perjuangan, mikrofon bermakna menyampaikan pesan dakwah, buku sebagai sumber ilmu, dan garis cakrawala mewakili ajakan merangkul umat. Sementara itu, simbol headset menegaskan komitmen KMM untuk menjadi organisasi yang responsif, mau mendengarkan, serta terbuka terhadap masukan publik.

Guna memperluas jangkauan dakwah di era modern, KMM Karanganyar juga mengoptimalkan saluran komunikasi digital melalui jejaring media sosial resmi di Instagram, Threads, TikTok, X (Twitter), YouTube, dan Facebook dengan nama pengguna @kmmkaranganyar. Layanan informasi dan narahubung dapat diakses melalui Humas KMM Karanganyar di nomor 0851-7513-9520.

Lampiran: Susunan Pengurus KMM Daerah Karanganyar Periode 2026–2028

  • Penasihat: Muh Taqwim, S.Pd.I., M.Pd. dan Ismail Soleh, S.Pd., M.Pd.

  • Ketua: Muhammad Aziz Qohhar, S.Sy., M.Pd.I.

  • Sekretaris: Jabbar Sambudi, S.Ei

  • Bendahara: M. Syahrul Shidiq, S.Pd.I., M.Pd.

  • Bidang Pembinaan dan Kaderisasi

    • Ketua: Joko Mursito, SH

    • Anggota: Zakaria Ansori, S.E; Drs. Sutomo; Dwi Hananta, S.T; Giyarso

  • Bidang Dakwah

    • Ketua: Budiyanto, S.S., M.Pd.

    • Anggota: Aan Iskandar, S.Pd.I; Fitriatul Khomsah; Frely Armanda Apriardi, S.T; Aziz Hidayat

  • Bidang Pendataan dan Pendistribusian

    • Ketua: Agus Waskito, S.Pd

    • Anggota: Rico Risti Martanto; Catur Budi Wibowo, S.Pd; Arrosyid Rozaq Susilo; Yusuf Naufal, S.Pd., M.Pd

  • Bidang Humas dan Publikasi

    • Ketua: Daru Nurdianna, S.P., M.Pd

    • Anggota: Usman Nurabidin; Naufal Faris Azzam; Hafidz Jembar Ginayuh; Duwi Saputro, S.Pd., M.Pd

Resmi Dilantik, KMM Karanganyar Periode 2026–2028 Siap Perkuat Dakwah Akar Rumput

Resmi Dilantik, KMM Karanganyar Periode 2026–2028 Siap Perkuat Dakwah Akar Rumput

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Daerah Karanganyar periode 2026–2028 resmi dilantik di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Jumat (4/9/2026). Sebanyak 23 pengurus dikukuhkan untuk memperkuat gerakan dakwah Islam yang berorientasi pada pencerahan masyarakat dan penyebaran di tingkat akar rumput.

Pelantikan jajaran kepengurusan baru ini dipimpin langsung oleh jimpinan PDM Karanganyar dan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Struktur baru KMM Karanganyar periode ini dinakhodai oleh Ust. Muhammad Aziz Qohhar, S.Sy., M.Pd. selaku Ketua.

Untuk menjalankan fungsinya, kepengurusan terbagi ke dalam empat bidang strategis, meliputi Bidang Dakwah, Bidang Pembinaan dan Kaderisasi, Bidang Pendataan dan Pendistribusian, serta Bidang Humas dan Publikasi. Divisi-divisi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan operasional dakwah, menjamin distribusi muballigh sesuai kebutuhan wilayah, hingga peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan.

Ketua PDM Karanganyar, Ust. Muhammad Arif, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Menurutnya, keberadaan KMM yang solid akan memperlancar sirkulasi dan penugasan muballigh di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Saya mengucapkan selamat atas pengukuhan KMM. Sirkulasi muballigh di PDM Karanganyar akan lebih leluasa. Dai adalah pekerjaan tertinggi di sisi Allah. Semoga ke depan dakwah Muhammadiyah agar lebih bagus,” ujar Ust. Muhammad Arif dalam sambutannya.

Meski demikian, ia menekankan agar para muballigh senantiasa menjaga ketepatan narasi, tutur kata, dan sikap saat berdakwah guna menghindari potensi polemik di tengah masyarakat yang kian terbuka.

“Hati-hati, jangan sampai kita ‘kepleset’ dalam menyampaikan. Semoga kita dijaga dari pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kontroversi. Jaga lisan dan akhlak sebagai dai. Selamat berjuang para muballigh Muhammadiyah,” tegasnya.

Pesan senada diungkapkan Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar, Ismail Soleh. Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini harus menjadi momentum awal untuk membakar semangat baru dalam menggerakkan dakwah yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga dengan dilantiknya Pengurus KMM Karanganyar ini memberikan semangat baru dan akan semakin memperkuat dakwah di akar rumput,” kata Ismail.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2026–2028 ini, KMM Daerah Karanganyar diproyeksikan tidak hanya menjadi wadah koordinasi internal, tetapi juga sarana penguatan kualitas sumber daya dai Muhammadiyah yang santun, adaptif terhadap media komunikasi, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan sosial keagamaan warga.

UMS Resmi Buka Masta PMB 2026, Hadirkan Lingkungan Inklusif Bagi 45 Mahasiswa Asing

UMS Resmi Buka Masta PMB 2026, Hadirkan Lingkungan Inklusif Bagi 45 Mahasiswa Asing

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (3/9/2026). Agenda ini menjadi awal perjalanan akademik bagi 8.195 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia serta 45 mahasiswa asing.

Mengusung tema “I’M UMS: Journey from New Student to Islamic Future Impact Leader”, kegiatan ini dirancang sebagai proses penyambutan yang menyenangkan tanpa kekerasan. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa pendekatan ini penting untuk membangun kesan pertama yang positif serta menumbuhkan semangat berprestasi mahasiswa.

“Masta PMB 2026 menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru dengan pendekatan yang berbeda. Saya doakan mahasiswa UMS bisa lulus tepat waktu, atau bahkan 3,5 tahun karena kampus kita bisa lulus tanpa skripsi,” ujar Harun dalam sambutannya, Kamis (3/9/2026).

Ketua Panitia Masta PMB 2026 UMS, Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa rangkaian acara meliputi Grand Opening, Masta Universitaria, Masta Ke-IMM-an, Masta Fakultaria, hingga UKM Expo. Pembukaan ditandai secara simbolis melalui penyematan kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor dan jajaran Wakil Rektor.

Akhlis menambahkan, hadirnya 45 mahasiswa internasional memperkuat lingkungan akademik UMS yang inklusif dan berwawasan global. Rincian mahasiswa asing tersebut mencakup 19 orang di program Sarjana (S1), 23 orang di program Magister (S2), dan tiga orang di program Doktor (S3). Interaksi lintas negara ini diharapkan dapat memperluas perspektif serta jejaring internasional para mahasiswa.

Dari sudut pandang mahasiswa, perwakilan mahasiswa baru dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Anqiya Zaki Mushoddiq, menyampaikan pentingnya tiga karakter utama bagi mahasiswa berdaya saing: rendah hati dan bersyukur, berlapang dada menerima kritik, serta berani mencoba hal baru. Ia juga mengutip pemikiran Buya Hamka mengenai pentingnya membebaskan diri dari kemalasan.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mendorong mahasiswa baru untuk merancang proyeksi kesuksesan 10 tahun ke depan sejak hari pertama kuliah. Berdasarkan survei interaktif selama acara, mayoritas mahasiswa menilai keterampilan memecahkan masalah (problem solving) sebagai kompetensi paling krusial.

“Seluruh proses pembelajaran dan kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan diharapkan dapat terkalibrasi dengan kebutuhan dunia kerja global, termasuk perkembangan kompetensi masa depan yang menjadi perhatian berbagai lembaga internasional seperti World Economic Forum,” pungkas Ihwan.

Inspirasi Alumni, Ustadz Satrio Wibowo Bekali Anak Panti Muhammadiyah Karanganyar Fondasi Islam

Inspirasi Alumni, Ustadz Satrio Wibowo Bekali Anak Panti Muhammadiyah Karanganyar Fondasi Islam

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Karanganyar menggelar Kajian Selasa Malam Rabu bertema “Ambillah Aqidahmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih” di Pendopo KH Ahmad Dahlan, Selasa (1/9/2026). Kajian yang diikuti seluruh anak panti tersebut menghadirkan pemateri Ustadz Satrio Wibowo, S.H., yang juga merupakan alumni panti asuhan setempat.

Dalam pemaparannya, Ustadz Satrio menegaskan pentingnya membangun fondasi keyakinan seorang Muslim berdasarkan sumber utama ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, bukan berlandaskan dugaan atau kebiasaan semata.

“Allah menciptakan manusia agar beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun,” ujar Ustadz Satrio di hadapan para santri. Ia merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 serta penegasan Rasulullah SAW mengenai hak Allah atas hamba-Nya.

Lebih lanjut, Ustadz Satrio menjelaskan bahwa cakupan ibadah meliput seluruh perkara yang dicintai Allah, baik berupa perkataan maupun perbuatan—seperti doa, shalat, hingga penyembelihan. Hal ini sejalan dengan QS. Al-An’am ayat 162 dan Hadis Qudsi riwayat Al-Bukhari tentang kewajiban mendekatkan diri kepada Allah melalui hal-hal yang diwajibkan.

Ia juga mengingatkan agar setiap bentuk ibadah dilaksanakan sesuai tuntunan syariat dan tidak mengandalkan perasaan semata. Berdasarkan QS. Muhammad ayat 33 dan Hadis Riwayat Muslim No. 1718, amalan ibadah yang tidak memiliki perintah atau tuntunan dari Rasulullah SAW secara tegas dinyatakan tertolak.

Momen kajian tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus nostalgia bagi Ustadz Satrio. Kehadirannya kembali ke panti asuhan tempatnya dibina dulu membawa pesan mendalam bahwa tempat seseorang bertumbuh dapat menjadi ruang untuk kembali memberikan manfaat. Pemahaman aqidah dan ibadah yang benar ini diharapkan menjadi bekal kokoh bagi anak-anak panti dalam menghadapi dinamika kehidupan.