Sabet Juara 3 Nasional di UAD, Siswa SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Inovasi Pangan Lokal

Sabet Juara 3 Nasional di UAD, Siswa SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Inovasi Pangan Lokal

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Karya Tulis Ilmiah (KIR) SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.

Pada babak final yang berlangsung di Kampus 4 UAD pada Sabtu (29/8/2026), tim yang beranggotakan Zaen Ahmad (Ketua/Kelas 12 Putra), Haura Nasywa (Anggota/Kelas 12 Putri), dan Humaira Muhani (Anggota/Kelas 12 Putri) ini sukses mengungguli deretan finalis lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi berskala nasional tersebut mengusung tema “Inovasi Pangan Fungsional dengan Bahan Lokal untuk Kehidupan yang Berkelanjutan.” Dalam babak puncak, sebanyak 10 tim finalis dari seluruh Indonesia saling bertanding mempresentasikan hasil riset dan gagasan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

Pembimbing Tim KIR SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar, Nur Rokhim, S.Hum., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi para siswa selama masa persiapan hingga tahap presentasi final. Prestasi tersebut diharapkan dapat makin memacu semangat seluruh siswa untuk terus aktif berkarya dan melakukan riset ilmiah.

Berdasarkan keputusan dewan juri, berikut daftar lengkap pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional UAD 2026:

  • Juara 1: SMAN 1 Teras

  • Juara 2: SMAN 1 Temanggung

  • Juara 3: SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar

  • Best Paper: SMAN 1 Magelang

  • Best Presentation: SMA Muhammadiyah 1 Gresik

Memperkokoh Pendidikan Anak Usia Dini, Dua TK Aisyiyah di Colomadu Gelar Festival Paud Aisyiyah

Memperkokoh Pendidikan Anak Usia Dini, Dua TK Aisyiyah di Colomadu Gelar Festival Paud Aisyiyah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Sekitar 100 peserta yang terdiri dari siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan orang tua murid memadati halaman Masjid TK Aisyiyah Madoh, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (22/8). Kehadiran mereka untuk mengikuti Festival Paud Aisyiyah yang diisi dengan kegiatan senam bersama, seni ecoprint, dan permainan tradisional.

Kegiatan interaktif ini diselenggarakan atas kolaborasi antara TK Aisyiyah Bolon 1 dan TK Aisyiyah Madoh dalam rangka menyambut Milad ke-107 Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA). Mengusung tema “Memperkokoh Organisasi Profesi, Melejitkan Potensi Paud Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan”, festival tersebut bertujuan mengenalkan seni ramah lingkungan sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga.

Suasana acara berlangsung meriah sejak pagi. Usai membuka kegiatan dengan senam bersama orang tua, para siswa diajak berkreasi memadukan seni dan alam melalui teknik ecoprint. Anak-anak bersama orang tua tampak antusias menyusun daun di atas tas blacu putih, melapisinya dengan plastik, lalu memukulnya secara perlahan hingga motif alami daun tercetak sempurna pada kain.

Perwakilan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bolon, Sumarno, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antar kedua sekolah. Pihaknya berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan demi meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini dan memberi kemanfaatan bagi persyarikatan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua PAUD Dasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Colomadu, Ernawati. Ia menilai inisiatif kedua sekolah dalam mengenalkan edukasi berbasis lingkungan sejak dini sangat relevan dengan semangat perayaan milad ABA. Menurutnya, mengajak anak-anak mencintai alam, berkarya, dan bersilaturahmi merupakan langkah nyata dalam membangun generasi yang berkemajuan.

SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Gelar FGD Siapkan Program ICP

SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Gelar FGD Siapkan Program ICP

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — SMP Muhammadiyah Tujuh Colomadu (SMP MUTU) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Guru SMP MUTU Belajar, Siswa Ikut Naik Kelas” pada Sabtu (29/8/2026). Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik sekaligus mempersiapkan peluncuran International Class Program (ICP).

Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pelatihan intensif untuk memperkuat kompetensi di tiga pilar utama, yaitu integrasi program digital, penguatan kemampuan bilingual (bilingual skill), serta pendalaman materi literasi dan numerasi.

Kepala SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, Arum Dyah Ripdianti, menyatakan bahwa fasilitasi FGD ini merupakan komitmen nyata sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kualitas layanan pembelajaran sangat ditentukan oleh kapasitas pendidik.

“Selaku Kepala SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, saya memfasilitasi kegiatan FGD ini sebagai bentuk nyata pengembangan kompetensi guru. Hal penting dalam menyiapkan sekolah yang berkualitas dalam layanan pembelajaran diantaranya adalah SDM guru yang cerdas dan berkarakter,” kata Arum di sela-sela kegiatan.

Arum menambahkan, peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang inspiratif. Hal ini bertujuan mendorong peningkatan prestasi siswa, baik dari segi akademis, karakter, maupun keterampilan teknis.

Melalui program ICP yang sedang dirancang, SMP MUTU akan menerapkan kurikulum berbasis ekosistem modern. Struktur pembelajaran dirancang mencakup alokasi waktu 10 jam coding per minggu, 6 jam penguatan Al-Qur’an/keislaman, serta penerapan pembelajaran bilingual di kelas.

Perwakilan tim pengembang kurikulum SMP MUTU menjelaskan bahwa metode yang diusung menekankan pada keseimbangan antara kompetensi global dan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan belajar yang interaktif.

Pelaksanaan FGD ini menjadi pijakan awal SMP MUTU dalam mengupayakan transformasi layanan pendidikan berbasis digital dan internasional di wilayah Karanganyar.

Menjaga Spirit Ramadan: PCM Kebakkramat Gelar Kajian Ahad Pagi, Ajak Jamaah Perkuat Kesadaran Zakat Mal

Menjaga Spirit Ramadan: PCM Kebakkramat Gelar Kajian Ahad Pagi, Ajak Jamaah Perkuat Kesadaran Zakat Mal

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KEBAKKRAMATPimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat sukses menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi perdana setelah Idul Fitri pada Minggu (29/03/2026) di Komplek Masjid Abdul Azis, SMP Muhammadiyah 8 Kebakkramat. Kajian kali ini menghadirkan Ikhwanushoffa, Wakil Ketua 1 Badan Pengurus LAZISMU Jawa Tengah, sebagai pembicara utama.

Dalam tausiyahnya, Ikhwanushoffa menekankan pentingnya merefleksikan semangat Ramadan meski bulan suci tersebut telah berlalu. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ibadah Ramadan diukur dari istiqamahnya seseorang dalam menjaga kualitas ibadah dan kepedulian sosial di bulan-bulan berikutnya.

Poin utama yang ditekankan dalam kajian ini adalah perluasan kesadaran mengenai kewajiban berzakat. Ikhwanushoffa mengajak para jamaah untuk tidak hanya terpaku pada Zakat Fitri yang dibayarkan setahun sekali menjelang Idul Fitri.

“Zakat adalah instrumen pembersihan harta dan jiwa. Kita harus menyadari bahwa kewajiban zakat mencakup aspek yang luas, mulai dari Zakat Mal (harta), Zakat Profesi, hingga zakat-zakat lainnya yang menjadi hak fakir miskin atas harta yang kita miliki,” ujar beliau di hadapan jamaah yang hadir sejak pukul 05.45 WIB.

Sebagai tokoh kunci di LAZISMU Jawa Tengah, ia juga mendorong jamaah untuk semangat menunaikan Zakat Mal. Hal ini bertujuan agar dana umat dapat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan melalui lembaga resmi seperti LAZISMU.

Kegiatan ini didukung penuh oleh berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk KOKAM, Pemuda Muhammadiyah, dan LAZISMU, sebagai wujud sinergi dalam menggerakkan dakwah di wilayah Kebakkramat.

Kontributor :
Agus S
085221302389

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Mental: Begini Penjelasan Ilmiahnya

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Mental: Begini Penjelasan Ilmiahnya

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Puasa Ramadan tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana memperkuat spiritual, kesehatan, dan karakter manusia. Hal itu disampaikan oleh Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., dalam tausiyahnya pada Halal Bihalal yang digelar di Gedung Ahmad Syafii Maarif Lantai 8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/3).

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ibadah tidak diukur dari kuantitas semata, seperti banyaknya bacaan Al-Qur’an atau sedekah, melainkan dari penerimaan amal oleh Allah SWT.

BACA JUGA: Puasa Syawal dan Tuntunan Melaksanakannya

“Yang perlu kita renungkan adalah, apakah ibadah yang kita lakukan itu benar-benar diterima oleh Allah,” ujarnya.

Ia menekankan dimensi kesehatan dari berpuasa. Secara ilmiah, puasa memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan memicu metabolic switch, yakni peralihan sumber energi dari karbohidrat ke lemak.

Proses ini membantu mengontrol kadar gula darah, kolesterol, serta menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Namun, manfaat puasa bisa berkurang bila berbuka tidak tepat, misalnya dengan mengonsumsi makanan berlemak berlebihan.

BACA JUGA: Puasa Qadha atau Puasa Syawal, Mana yang Harus Didahulukan?

Selain fisik, puasa juga mendidik jiwa dan membentuk karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus diterapkan tidak hanya selama Ramadan, tetapi sepanjang tahun.

“Puasa mengajarkan kita untuk berbagi, peduli, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, ia juga menyinggung janji Allah bagi orang yang bertakwa, antara lain kemudahan dalam urusan, rezeki yang tidak disangka, kemampuan membedakan hak dan batil (furqan), serta perlindungan dari berbagai kesulitan.

“Orang yang bertakwa akan mendapatkan lima kebaikan di dunia, dan tiga kebaikan di akhirat, termasuk ampunan dosa dan surga,” jelasnya.

Ia menekankan, pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter mulia dan empati sosial. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mencetak pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas.

“Ini mengingatkan kita bahwa puasa adalah hadiah Allah untuk tubuh, jiwa, dan akhlak. Mari kita lanjutkan nilai-nilainya di luar Ramadan, dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Fika/Humas)