muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Alumni Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah Karanganyar, Ustadz Gazza Adjie Saputra, membagikan pengalaman perjuangannya menuntut ilmu dari tingkat paling dasar dalam Kajian Selasa Malam Rabu di Pendopo KH. Ahmad Dahlan PAY Putra Muhammadiyah Karanganyar, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembelajaran tahsinul Qur’an tersebut menjadi momentum bagi Gazza untuk memotivasi para santri panti. Ia mengenang awal mula masuk panti pada awal 2014 atas informasi pamannya, Tri Joko Suryanto, yang saat itu merupakan guru di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar.
Gazza mengungkapkan, saat awal menjadi santri, kemampuan membaca Al-Qur’annya masih berada pada tingkat Iqra jilid satu. Kondisi tersebut sempat membuatnya merasa malu karena santri lain sudah mahir membaca Al-Qur’an.

“Saya dulu masuk panti masih Iqra satu, sementara teman-teman yang lain sudah bisa membaca Al-Qur’an. Saya merasa malu. Akhirnya saya berusaha dan terus berlatih supaya bisa membaca Al-Qur’an,” ujar Gazza.
Tekad kuat tersebut membawanya menyelesaikan pendidikan formal di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar dan masa pembinaan di panti, sebelum akhirnya melanjutkan studi ke Ma’had Aly Makkah Boyolali dan Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta.
Ia menekankan kepada para santri bahwa keterbatasan di awal bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan dalam menuntut ilmu.
“Tidak ada yang langsung pandai. Yang membedakan adalah siapa yang mau terus belajar,” tegasnya.
Usai membagikan kisah inspiratifnya, Gazza memimpin materi utama pembelajaran tahsinul Qur’an. Pada pertemuan perdana ini, para santri diperkenalkan dengan dasar-dasar ilmu tajwid, pengenalan huruf hijaiyah, serta latihan makhārijul huruf atau tempat keluarnya huruf secara tepat.
Ia mengingatkan para santri bahwa proses memperbaiki bacaan Al-Qur’an membutuhkan kesabaran dan keistikamahan. Melalui kehadiran alumni yang kembali mengajar ini, PAY Putra Muhammadiyah Karanganyar membuktikan perannya bukan sekadar tempat pengasuhan, melainkan pusat pembinaan karakter dan penumbuhan cita-cita bagi generasi penerus.















