muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (3/9/2026). Agenda ini menjadi awal perjalanan akademik bagi 8.195 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia serta 45 mahasiswa asing.
Mengusung tema “I’M UMS: Journey from New Student to Islamic Future Impact Leader”, kegiatan ini dirancang sebagai proses penyambutan yang menyenangkan tanpa kekerasan. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa pendekatan ini penting untuk membangun kesan pertama yang positif serta menumbuhkan semangat berprestasi mahasiswa.
“Masta PMB 2026 menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru dengan pendekatan yang berbeda. Saya doakan mahasiswa UMS bisa lulus tepat waktu, atau bahkan 3,5 tahun karena kampus kita bisa lulus tanpa skripsi,” ujar Harun dalam sambutannya, Kamis (3/9/2026).
Ketua Panitia Masta PMB 2026 UMS, Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa rangkaian acara meliputi Grand Opening, Masta Universitaria, Masta Ke-IMM-an, Masta Fakultaria, hingga UKM Expo. Pembukaan ditandai secara simbolis melalui penyematan kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor dan jajaran Wakil Rektor.
Akhlis menambahkan, hadirnya 45 mahasiswa internasional memperkuat lingkungan akademik UMS yang inklusif dan berwawasan global. Rincian mahasiswa asing tersebut mencakup 19 orang di program Sarjana (S1), 23 orang di program Magister (S2), dan tiga orang di program Doktor (S3). Interaksi lintas negara ini diharapkan dapat memperluas perspektif serta jejaring internasional para mahasiswa.
Dari sudut pandang mahasiswa, perwakilan mahasiswa baru dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Anqiya Zaki Mushoddiq, menyampaikan pentingnya tiga karakter utama bagi mahasiswa berdaya saing: rendah hati dan bersyukur, berlapang dada menerima kritik, serta berani mencoba hal baru. Ia juga mengutip pemikiran Buya Hamka mengenai pentingnya membebaskan diri dari kemalasan.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mendorong mahasiswa baru untuk merancang proyeksi kesuksesan 10 tahun ke depan sejak hari pertama kuliah. Berdasarkan survei interaktif selama acara, mayoritas mahasiswa menilai keterampilan memecahkan masalah (problem solving) sebagai kompetensi paling krusial.
“Seluruh proses pembelajaran dan kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan diharapkan dapat terkalibrasi dengan kebutuhan dunia kerja global, termasuk perkembangan kompetensi masa depan yang menjadi perhatian berbagai lembaga internasional seperti World Economic Forum,” pungkas Ihwan.















