muhammadiyakaranganyar.or.id, Gondangrejo — Menjelang hadirnya bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondangrejo bergerak cepat mematangkan agenda dakwah. Bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Karanganyar, Gondangrejo, jajaran pimpinan dan kader menggelar koordinasi intensif pada Rabu (11/2/2026) atau bertepatan dengan 23 Sya’ban 1447 H.
Pertemuan strategis ini fokus pada dua agenda utama: pelaksanaan Tarawih Keliling (Tarling) dan penguatan pemahaman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Acara ini dihadiri oleh jajaran pleno PCM, pimpinan ranting se-Kecamatan Gondangrejo, Majelis Tabligh, LazisMu, PCPM, hingga tim teknis lapangan.
Sekretaris PCM Gondangrejo, Suharna, memimpin jalannya rapat dengan menitikberatkan pada kesiapan administratif, mulai dari penyusunan tim hingga distribusi jadwal imsakiah ke seluruh warga Muhammadiyah di tingkat ranting. Sementara itu, Muhammad Sholeh dari Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus menegaskan bahwa Tarling tahun ini harus memiliki dampak spiritual yang nyata.
“Tarawih Keliling harus menjadi sarana penguatan ukhuwah dan pembinaan jamaah secara berkelanjutan. Personel harus siap, baik secara fisik maupun materi dakwah, agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan,” ujar Sholeh dalam sesi koordinasi teknis.

Edukasi KHGT: Satu Hari Satu Tanggal Global
Selain teknis Tarling, momentum ini juga digunakan untuk memperdalam pemahaman mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Materi ini disampaikan langsung oleh Prof. Muhammad Mujiburrohman. Ia menjelaskan bahwa KHGT adalah ijtihad progresif Muhammadiyah untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia dalam satu sistem penanggalan yang pasti.
Mujiburrohman memaparkan bahwa prinsip “satu hari satu tanggal” di seluruh dunia merupakan upaya mewujudkan kesatuan global. Ia merujuk pada landasan teologis Al-Qur’an Surat Yunus ayat 5 dan Surat Yasin ayat 38 yang menjelaskan peredaran matahari dan bulan sebagai dasar perhitungan waktu yang presisi.
Semangat Kemajuan dan Estafet Perjuangan
Ketua PCM Gondangrejo, Edy Pupon, memberikan suntikan semangat kepada para kader untuk menjadikan Ramadan sebagai ladang pengabdian. Ia berpesan agar seluruh unsur persyarikatan terus bergerak menghadirkan kemaslahatan bagi umat luas melalui pelayanan yang unggul.
Hadir pula perwakilan PDM Karanganyar, Romdhoni, yang memberikan refleksi historis. Ia mengingatkan perjuangan para pendahulu Muhammadiyah di Gondangrejo yang merintis dakwah dengan keterbatasan fasilitas.
“Kemudahan transportasi dan komunikasi saat ini semestinya menjadi pendorong lahirnya kader yang lebih progresif. Estafet perjuangan ini harus dilanjutkan dengan komitmen dan kesungguhan yang lebih besar,” tegas Romdhoni.
Dengan koordinasi yang matang, PCM Gondangrejo optimistis syiar Islam selama Ramadan 1447 H akan berjalan lancar sekaligus memperkokoh posisi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan di tengah masyarakat.















