muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pelatihan Imam dan Takmir Masjid Muhammadiyah se-Solo Raya sukses digelar pada Senin, 16 Februari 2026 di aula MI Muhammadiyah Karanganyar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar bekerjasama dengan Majelis Tabligh PWM dan Majelis Tabligh se-Solo Raya.
Ketua panitia, Muh Aziz Qohhar, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas imam dan pengelola masjid agar mampu menjalankan tugas secara optimal. Aziz menyebutkan kegiatan kali ini diikuti oleh 247 peserta dari wilayah Solo Raya sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan Ramadhan.
Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan masjid secara profesional. Ia menegaskan bahwa masjid membutuhkan pejuang yang bersungguh-sungguh mengelolanya. “Siapa yang hidupnya untuk agama Allah, maka hidupnya akan diopeni Allah,” pesannya memotivasi peserta. Ketua PDM Karanganyar juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik.
Selanjutnya dalam sambutannya ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Ali Trigiyatno memaparkan bahwa program kegiatan pelatihan imam dan takmir ini adalah bagian dari program kerja strategis yang dilaksanakan pada setiap Karesidenan se-Jawa Tengah. Ali juga menekankan pentingnya penyiapan kader muballigh untuk memenuhi kebutuhan ummat. Ditargetkan Jawa Tengah dalam periode kepengurusannya memiliki setidaknya 12.000 muballigh Muhammadiyah yang nantinya bisa saling mengisi kajian antar daerah.
Pada kesempatan ini Ketua MTDK PDM Karanganyar, Ismail Soleh, menyerahkan cendera mata berupa buku kumpulan kultum Ramadhan karya para ustadz Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar kepada narasumber dan pimpinan PDM sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan kegiatan.
Pelatihan ini menghadirkan empat pemateri utama. Materi pertama disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng, Dr. Ali Trigiyatno, yang membahas fiqih sholat berjamaah dari berbagai madzhab serta perspektif tarjih Muhammadiyah. Disampaikan bahwa Fiqih Sholat sangat penting dikuasai seorang imam dan juga harus dipahami oleh jamaah.
Materi kedua diisi Ust. Ahmad Gunawan Al Hafidz dengan praktik tahsin Al-Qur’an, khususnya pembenahan bacaan Surah Al-Fatihah. Menurutnya seorang imam harus menguasai bacaan Al Quran dengan baik serta mampu melantunkan bacaan Al Quran dengan baik sehingga makmum tidak bosan. Untuk itu seorang imam perlu banyak belajar lagi.
Materi ketiga disampaikan Dr. Waluyo dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah mengenai aturan kemasjidan, peran takmir, serta tugas imam. Pada sesi ini juga diperkenalkan aplikasi SITAMA oleh Ary Kurniawan sebagai sarana digital pengelolaan dakwah Muhammadiyah.
Materi keempat diisi Ust. Kusnadi Ikhwani dari takmir Masjid Al Falah Sragen yang juga merupakan Pimpinan LPCRPM PP Muhammadiyah ini membagikan pengalaman dan motivasi memakmurkan masjid. Dengan gaya khasnya Kusnadi dengan lugas memaparkan pengalaman-pengalamannya mengelola masjid Al Falah Sragen dari masjid biasa hingga menjadi salah satu masjid percontohan Nasional.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung hingga tiga termin, masing-masing dengan tiga penanya aktif di setiap sesi.
Acara pelatihan ini ditutup pukul 15.00 dengan yel-yel penyemangat agar peserta semakin bersemangat dalam mengelola dan memakmurkan masjid. (Ismail)















