muhammadiyahkaranganyar.or.id, Jatiyoso – Semarak Ramadan terasa semakin khidmat dengan digelarnya Tabligh Akbar bertema Fiqh Prioritas Ramadan pada Ahad (1/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitullah Selangkah ini dihadiri jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Jatiyoso.
Acara tersebut merupakan agenda spesial Ramadan yang diselenggarakan oleh PRM Beruk sebagai binaan PCM Jatiyoso. Kegiatan ini menghadirkan penguatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat. Berbeda dari kajian rutin yang biasanya digelar pada Jumat Kliwon sore hari, kegiatan kali ini dilaksanakan pada pagi hari agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.

Dalam sambutannya, salah satu panitia menyampaikan bahwa tema Fiqh Prioritas Ramadan dipilih untuk membantu umat memahami amalan mana yang harus diutamakan selama bulan suci. “Ramadan adalah momentum besar. Jangan sampai kita sibuk pada hal-hal sunah, tetapi lalai pada yang wajib,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masih banyak umat Islam yang bersemangat menjalankan ibadah, tetapi belum sepenuhnya memahami skala prioritas dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, kajian ini diharapkan mampu memberikan panduan praktis agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai maksimal.
Dalam tausiyahnya, penceramah menekankan pentingnya memperkuat fondasi ibadah wajib, seperti menjaga kualitas salat lima waktu dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sebelum memperbanyak amalan tambahan. “Fiqh prioritas mengajarkan kita menempatkan sesuatu sesuai porsinya. Dahulukan yang utama, sempurnakan yang wajib, lalu perindah dengan yang sunah,” tuturnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi keislaman di Jatiyoso. Sinergi antara ranting dan cabang Muhammadiyah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kesadaran beragama yang lebih matang dan terarah di tengah masyarakat.
Salah satu peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Menurutnya, banyak orang ingin memaksimalkan Ramadan, tetapi masih bingung menentukan prioritas ibadah.
Dengan terselenggaranya Tabligh Akbar ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan pemahaman yang lebih utuh, tidak sekadar mengejar kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas dan ketepatan dalam mengamalkannya. Ramadan pun diharapkan menjadi momentum perubahan menuju pribadi dan keluarga yang lebih baik.










