muhammadiyahkaranganyar.or.id, JATIPURO – Masjid harus menjadi pusat peradaban dan ekonomi agar jamaah mandiri secara finansial maupun spiritual. Hal tersebut menjadi poin utama kunjungan rombongan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar dalam agenda Tarawih Keliling di Masjid Jami Syaikh Muhammad bin Ali Daryuwais, Desa Jatisuko, Jatipuro, Ahad (8/3/2026).
Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif, menegaskan bahwa masjid memiliki peran sentral dalam menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan jamaah. Menurutnya, program Tarawih Keliling (Tarling) bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana memperkuat akar rumput organisasi. Ia ingin setiap pimpinan merasakan langsung denyut nadi kehidupan jamaah di tingkat ranting.

Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif, memberikan arahan dalam kegiatan Tarling di Masjid Jami Syaikh Muhammad bin Ali Daryuwais, Jatipuro, Ahad (8/3/2026)
“Tarling ini adalah cara untuk memakmurkan masjid. Jika masjid makmur, insyaallah umatnya juga akan makmur,” ujar Muhammad Arif saat memberikan arahan di hadapan jamaah.
Selain penguatan organisasi, visi Masjid Pusat Kemakmuran Umat juga diwujudkan melalui kemudahan akses pendidikan Al-Qur’an. PCM Jatipuro saat ini tengah mengembangkan Rumah Qur’an Buya Hamka sebagai solusi bagi santri yang terkendala biaya. Program ini bertujuan memastikan anak-anak tetap bisa menghafal Al-Qur’an sekaligus menempuh pendidikan akademis.

Sambutan Perwakilan PCM Jatipuro oleh Sutarman
“Rumah Qur’an Buya Hamka saat ini sudah membina sekitar 80 santri. Ke depan, kami akan kembangkan program tahfidz Al-Qur’an khusus,” ujar Sutarman, perwakilan pleno PCM Jatipuro.
Sejalan dengan semangat kemakmuran umat, Ustadz Zaenal Arifin dalam tausyiahnya mengingatkan agar ibadah Ramadan tidak menguap sia-sia. Ia membagikan tiga amalan utama, yakni memperbanyak taubat, memuliakan orang tua, dan memperbanyak sholawat. Pesan ini bertujuan agar peningkatan kualitas spiritual jamaah berbanding lurus dengan ketaatan sosial.

Tausyiah oleh Ustadz Zaenal Arifin (Kepala SMP Muhammadiyah Darul Arqom)
“Jangan sampai Ramadan ini kita tidak mendapatkan ampunan dari Allah. Ibarat air yang menguap, jangan sampai Ramadan hanya sekadar memindahkan jam makan saja,” tegas Ustadz Zaenal Arifin.

Penyerahan kado ramadhan
Menutup rangkaian kegiatan, Lazismu PDM Karanganyar menyerahkan Kado Ramadan sebagai bentuk aksi nyata pemberdayaan. Bantuan tersebut menyasar jamaah dan masyarakat membutuhkan di Desa Jatisuko. Sebelumnya, PCA Jatipuro juga menyalurkan santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa, hingga guru Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).















