Dosen UMS Menang E-Poster ISMOAC 2026, Kaji Tren AI tentang Kesehatan Ibu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Adam Fauzi Akbar, M.Biomed., berhasil meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang ilmiah nasional. Prestasi tersebut diraih pada The 4th Indonesia Scientific Meeting in Obstetric Anesthesia and Critical Care (ISMOAC) 2026 yang berlangsung di Surakarta, 10-13 Mei 2026.

Dalam forum ilmiah tahunan yang mempertemukan para dokter spesialis anestesi obstetri dan perawatan kritis kehamilan tersebut, dr. Adam sukses menyisihkan puluhan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Karya ilmiahnya terpilih sebagai salah satu finalis terbaik melalui seleksi ketat sebelum akhirnya dipresentasikan di hadapan kongres yang dihadiri oleh para klinisi, akademisi, dan guru besar.

“Awalnya peserta yang mengikuti kategori ini sekitar dua puluhan. Setelah seleksi, tersisa beberapa finalis yang kemudian melakukan presentasi. Dari situ dipilih satu karya terbaik untuk dipresentasikan di depan kongres,” jelas Adam saat dikonfirmasi pada Senin (8/6/2026).

Menyoroti Tren Global AI untuk Kesehatan Ibu

Penelitian yang membawa dr. Adam meraih penghargaan tersebut berjudul “Artificial Intelligence in Obstetric Critical Care: A Global Bibliometric Study of Research Trends”. Studi ini memetakan perkembangan riset kecerdasan buatan (AI) dalam bidang perawatan intensif obstetri secara global dengan metode bibliometrik menggunakan basis data Scopus yang dilanggan oleh UMS.

Dari hasil penyaringan ketat terhadap sekitar 3.000 publikasi, ditemukan 2.100 artikel relevan yang dianalisis. Hasil studi menunjukkan pemanfaatan AI dalam obstetric critical care melonjak signifikan sejak 2005, mencapai puncaknya pada 2025, dan diprediksi terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Berdasarkan pemetaan tersebut, teknologi AI paling dominan digunakan untuk memprediksi risiko dan luaran kesehatan pada kasus preeklamsia—kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang berisiko fatal. Topik ini jauh lebih banyak diteliti dibandingkan dua penyebab utama kematian ibu lainnya, yaitu perdarahan pascapersalinan dan sepsis.

“AI banyak digunakan untuk memprediksi risiko dan luaran kesehatan pada kasus preeklamsia. Data yang dianalisis meliputi usia ibu, usia kehamilan, tekanan darah, hasil laboratorium, proteinuria, hingga kemungkinan komplikasi dan lama perawatan,” terangnya.

Tantangan Kolaborasi Riset AI di Indonesia

Meskipun riset AI di bidang ini masih didominasi oleh negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Inggris, Indonesia mulai menunjukkan taji dengan mencatatkan sekitar 45 publikasi. Menurut Adam, tantangan terbesar domestik saat ini bukan hanya masalah teknologi, melainkan pembenahan ekosistem riset yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Ia menekankan pentingnya sinergi multisektor yang melibatkan perguruan tinggi, lembaga pendanaan, industri teknologi, dan tenaga kesehatan agar inovasi AI dapat diimplementasikan secara nyata di fasilitas kesehatan.

“Harapannya, klinisi di Indonesia juga menjadi peneliti. Dengan data yang kuat dan kolaborasi yang baik, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga menjadi developer dan pengembang teknologi AI di bidang kesehatan,” pungkas Adam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait