Ikhtiar dan Doa Mengiringi Keberangkatan Masjid Al Mukarromah ke Final CRM Award 2025

Ikhtiar dan Doa Mengiringi Keberangkatan Masjid Al Mukarromah ke Final CRM Award 2025

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar menggelar acara pelepasan kontingen Masjid Besar Al Mukarromah yang akan mengikuti Final CRM (Cabang, Ranting, dan Masjid) Award 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin (10/11/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat PDM Karanganyar dengan suasana hangat, penuh semangat, dan kekeluargaan.

Acara ini dihadiri oleh Pleno PDM Karanganyar, Lazismu Daerah, perwakilan LPCR dan LPM, serta tim delegasi Masjid Al Mukarromah yang akan menjadi wakil Karanganyar dalam ajang nasional tersebut. Sebelum pelepasan, Direktur Badan Eksekutif Masjid (BEM) Al Mukarromah memaparkan kesiapan tim, termasuk program unggulan dan strategi presentasi di ajang final CRM Award.

Para pimpinan memberikan dukungan moril dan motivasi kepada para peserta. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mempersiapkan diri secara optimal, serta mengelola keuangan dengan baik selama mengikuti kegiatan di Banjarmasin. Dukungan juga disampaikan dalam bentuk komitmen kebersamaan dan semangat agar seluruh delegasi tetap gembira, percaya diri, dan menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga untuk peningkatan pengelolaan masjid di masa mendatang.

Sebagai penutup, Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif, menyampaikan pesan agar seluruh peserta berikhtiar maksimal dan tetap optimis menghadapi kompetisi.

“Lakukan yang terbaik. Tidak mungkin Allah menyia-nyiakan ikhtiar yang telah dilakukan. Persiapkan yang baik, dan jika ada kesulitan, sampaikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PDM Karanganyar berharap kontingen Masjid Al Mukarromah dapat memberikan hasil terbaik serta membawa nama baik Karanganyar di ajang CRM Award 2025, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengelolaan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah lainnya di seluruh Indonesia.

Menyalakan Cahaya Dakwah, PCM Kebakkramat Bahas Karakter Muhammadiyah di Era Kini

Menyalakan Cahaya Dakwah, PCM Kebakkramat Bahas Karakter Muhammadiyah di Era Kini

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KEBAKKRAMAT – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ideologi dan semangat gerakan persyarikatan melalui kegiatan Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) Seri ke-4 bertema “Karakter Muhammadiyah.”

Acara yang digelar di Aula Solusi Center Kebakkramat pada Selasa (28/10/2025) ini diinisiasi oleh PCM Kebakkramat bekerja sama dengan MI Muhammadiyah Nangsri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) di wilayah Kebakkramat.

Dalam sambutan pembuka, Ketua PCM Kebakkramat Paryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh ranting atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menggerakkan dakwah di tingkat akar rumput. Ia memberikan penghargaan kepada tiga ranting yang berhasil melampaui target 100 Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) baru.

“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti komitmen mencerahkan umat. Kami memberikan apresiasi berupa insentif kepada tiga ranting yang mencapai target 100 KTAM,” ujar Paryono disambut tepuk tangan peserta.

Paryono juga memaparkan sejumlah agenda besar PCM Kebakkramat, seperti pelaksanaan Baitul Arqam tingkat ranting dan majelis, serta peringatan Milad Muhammadiyah ke-113. Ia menambahkan bahwa PCM tengah menyiapkan renovasi kantor cabang agar lebih representatif dan fungsional.

“Kami bertekad menjadikan kantor PCM bukan hanya pusat koordinasi, tapi juga sentra ekonomi umat dengan menghadirkan Toko Suryamu sebagai motor ekonomi persyarikatan,” tegasnya.

Puncak kegiatan Ideopolitor diisi oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Teguh Anshori, yang membawakan materi bertajuk “Karakter Muhammadiyah.”
Dalam pemaparannya, Teguh menekankan pentingnya integritas, amanah, dan konsistensi dalam memegang manhaj Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Karakter Muhammadiyah sejati adalah perpaduan antara pemahaman ideologi yang lurus, kepemimpinan yang amanah, dan kemauan berkorban untuk umat. Kita harus menjadi agen perubahan yang solutif,” ungkapnya.

Ia juga mendorong para pimpinan AUM, ortom, dan PRM untuk merevitalisasi peran strategis mereka di masyarakat agar semangat dakwah dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang mencerahkan.

Melalui kegiatan ini, PCM Kebakkramat meneguhkan langkah untuk terus menguatkan ideologi, memperkokoh struktur organisasi, dan membangun kader berkarakter. Ideopolitor ke-4 menjadi bukti bahwa Muhammadiyah di Kebakkramat siap melangkah lebih progresif dan relevan di tengah dinamika zaman.

“Teruslah bergerak, karena kebermanfaatan kita adalah ibadah,” pesan Teguh Anshori menutup acara penuh semangat tersebut.

Kontributor : Agus S.

Masjid Al Faifi Inisiasi Sinergi Dakwah Antar Organisasi Untuk Kemaslahatan Umat

Masjid Al Faifi Inisiasi Sinergi Dakwah Antar Organisasi Untuk Kemaslahatan Umat

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, COLOMADU – Dalam upaya memperkuat ukhuwah dan membangun gerakan dakwah yang kolaboratif, Masjid Al Faifi Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, menginisiasi pertemuan lintas organisasi masyarakat Islam, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.

Kegiatan yang berlangsung di Kratons Resto Pool and Garden pada Minggu (26/10/2025) itu mengusung tema “Sinergi Dakwah: Memperkuat Kolaborasi Masjid, Ormas, dan Pengurus Masjid di Desa Ngasem.”

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), tokoh masyarakat, ketua RT 05/11 dan RT 08/11, serta takmir-takmir masjid di wilayah Ngasem. Turut hadir pula Kepala Desa Ngasem Jombor, dan perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang diwakili oleh Heru Suyoko.

Dalam sambutannya, Takmir Masjid Al Faifi Khoirudin menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah dan program dakwah antar masjid serta ormas Islam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai bentuk kesepakatan, peserta menandatangani pakta integritas yang memuat empat komitmen utama:
• Komitmen nilai dan etika: menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.
• Komitmen kolaboratif: menjalankan program bersama antar masjid dan ormas di Desa Ngasem.
• Komitmen keberlanjutan: menguatkan kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan dakwah.
• Komitmen ukhuwah: menjaga persaudaraan serta semangat fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan).

Kepala Desa Ngasem, Jombor, turut menjadi saksi penandatanganan pakta integritas tersebut. Ia menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap kolaborasi dakwah lintas ormas ini.

“Pemerintah desa siap mendukung penuh program kemaslahatan umat. Kami juga berharap seluruh ormas Islam mendukung pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngasem, karena sekolah itu adalah milik bersama umat Islam,” ujar Jombor.

Perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Heru Suyoko, menyampaikan dukungan terhadap program yang diinisiasi Masjid Al Faifi.

“Kami akan mendukung penuh dan mengkolaborasikan program dakwah lintas masjid, agar sinergi ini menghasilkan kegiatan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Muhammad Subhi Aprilianto menilai sinergi antar masjid dan ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU merupakan langkah penting dalam memperkuat forum komunikasi umat.

“Sinergi dakwah ini akan mempermudah koordinasi antar masjid, termasuk pelaksanaan salat Id bersama, pengelolaan qurban, dan program pemberdayaan jamaah agar lebih mandiri,” jelasnya.

Kegiatan “Sinergi Dakwah” ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Ngasem untuk membangun kolaborasi nyata antara Masjid, Muhammadiyah, NU, dan pemerintah desa.

Melalui kerja sama lintas ormas ini, masjid diharapkan kembali menjadi pusat peradaban, dakwah, dan pemberdayaan umat Islam di tingkat akar rumput.

Kontributor : Puspitasari Dwi Ariyanti

Gerak Cepat! Lazismu dan PWM Jateng Salurkan Bantuan Rp170 Juta untuk Ponpes Terbakar di Cilacap

Gerak Cepat! Lazismu dan PWM Jateng Salurkan Bantuan Rp170 Juta untuk Ponpes Terbakar di Cilacap

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, CILACAP – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan senilai Rp170 juta untuk Pondok Pesantren Darul Ulum Majenang, Kabupaten Cilacap. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya membantu pemulihan pascakebakaran yang melanda pesantren beberapa waktu lalu.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Senin (27/10/2025) di kompleks pesantren. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Ketua Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah Rohmat Suprapto, serta Ketua PDM Cilacap Habib Ghozali. Turut hadir para ustaz, ustazah, dan pengurus pondok.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara PWM Jawa Tengah, Majelis Dikdasmen PNF, Lazismu Jawa Tengah, dan Lazismu Cilacap. Selain bantuan dana, Lazismu juga menyalurkan paket Rendangmu sebagai dukungan moral dan logistik bagi para santri serta pengasuh pondok yang terdampak.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir menyampaikan keprihatinan dan dukungan moral bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum. Ia menegaskan bahwa musibah bukan akhir dari perjuangan, melainkan ujian untuk memperkuat iman dan semangat kebersamaan.

“Kami turut berbelasungkawa atas kebakaran yang menimpa Ponpes Darul Ulum. Semoga para santri dan pengasuh diberi kekuatan untuk bangkit kembali. Semua bantuan ini berasal dari Lazismu, maka jangan pernah ragu untuk bersedekah. Melalui sedekah, kita bisa membantu saudara-saudara yang tertimpa bencana,” ujar Tafsir.

Tafsir juga menegaskan komitmen Muhammadiyah dan Lazismu untuk terus hadir dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

“Jika ada bencana, Muhammadiyah harus sigap. Kita tidak boleh menunggu, tapi langsung turun tangan membantu masyarakat. Itulah semangat Muhammadiyah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan (Rama) menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari umat yang disalurkan melalui Lazismu. Dana itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki fasilitas pondok dan mengembalikan aktivitas belajar santri.

“Kami berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi Ponpes Darul Ulum untuk bangkit. Semoga santri bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Rama menambahkan, program bantuan kebencanaan menjadi salah satu fokus utama Lazismu. Lembaga ini berkomitmen memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dan transparan.

“Lazismu akan terus menjadi lembaga zakat yang amanah dan cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Setiap donasi akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Pihak pondok, melalui perwakilannya Ahmad, menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas kepedulian Muhammadiyah dan Lazismu.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan ini. InsyaAllah dana yang diterima akan digunakan untuk memperbaiki sarana belajar santri dan fasilitas yang rusak akibat kebakaran. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan simbolis bantuan oleh Ketua PWM Jawa Tengah kepada perwakilan pondok. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah dan Lazismu konsisten meneguhkan nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan bantuan ini, Ponpes Darul Ulum Majenang diharapkan segera pulih dan kembali menjadi pusat pendidikan Islam yang mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Resmi Dilantik! Sartini Siap Bawa MI Muhammadiyah Karanganyar ke Level Lebih Tinggi

Resmi Dilantik! Sartini Siap Bawa MI Muhammadiyah Karanganyar ke Level Lebih Tinggi

Karanganyar — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MI Muhammadiyah) Karanganyar menyelenggarakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah periode 2025–2029 pada Rabu (29/10). Acara berlangsung di aula MI Muhammadiyah Karanganyar dengan suasana khidmat dan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perwakilan Kementerian Agama, serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Sartini, M.Pd. resmi dilantik sebagai Kepala Madrasah menggantikan Marjiyanti, M.Pd.I., yang telah memimpin dan mengabdi selama 12 tahun dengan dedikasi tinggi.

Dalam sambutannya, Marjiyanti, M.Pd.I. menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kemajuan madrasah selama masa kepemimpinannya.
“Selama 12 tahun menjadi bagian dari madrasah ini, saya bersyukur dapat bersama-sama membangun lembaga ini hingga menjadi madrasah yang unggul. Estafet kepemimpinan harus dijaga dengan baik agar madrasah terus melangkah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan maupun kekhilafan selama bertugas, serta berharap seluruh pihak senantiasa dapat menjaga amanah bersama demi kemajuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Madrasah yang baru, Sartini, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas kontribusi besar terhadap perkembangan MI Muhammadiyah Karanganyar.
“Terima kasih kepada Ibu Marjiyanti yang telah memberikan keteladanan dan dedikasi luar biasa selama 12 tahun. Saya mohon dukungan dari seluruh pihak untuk meneruskan perjuangan ini,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan merupakan hasil kerja sama seluruh elemen. “Semoga madrasah ini semakin mempererat hubungan dan sinergi dengan Kemenag, Dinas Pendidikan, serta berbagai pihak terkait, sehingga dapat terus berkembang menjadi madrasah unggul yang berkarakter Islami.”

Acara pelantikan dan serah terima jabatan ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh tamu undangan. Momentum ini menjadi awal dari era baru bagi MI Muhammadiyah Karanganyar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas inovasi, serta meraih berbagai prestasi di masa mendatang.