PDMKARANGANYAR, MPKSDI – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Zakiyudin Baidhawy, menjadi pusat perhatian dalam Temu Kader yang digelar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Muhammadiyah Solo Raya di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Jumat (9/5/2025). Acara bertajuk “Regenerasi Kader untuk Kemajuan Persyarikatan dan Bangsa” ini mengedepankan pemikiran Zakiyudin tentang hierarki komitmen kader dan kompleksitas transformasi di tengah tantangan kebangsaan.
Dalam pidato kuncinya, Zakiyudin menegaskan bahwa kader Muhammadiyah harus memprioritaskan kontribusi pada tiga level: bangsa, umat, dan persyarikatan. “Urutannya jelas: pertama, jadilah kader bangsa. Jika tak mampu, jadilah kader umat. Jika itu pun belum bisa, minimal jadi kader persyarikatan. Ini adalah tangga komitmen yang harus kita pegang,” tegasnya di hadapan puluhan kader muda.
Zakiyudin, yang dikenal sebagai intelektual Muhammadiyah, menyoroti dua dari delapan program prioritas hasil Muktamar ke-48: transformasi dan diaspora kader. “Ini pekerjaan paling sulit. Kaderisasi sudah berjalan, tetapi memproyeksikan kader ke level kebangsaan membutuhkan keseriusan ekstra. Kita tidak hanya butuh kader yang ahli di bidang keagamaan, tetapi juga yang mampu menjawab persoalan bangsa,” ujarnya.
Ia mencontohkan perlunya kader Muhammadiyah hadir di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga politik. “Tapi ingat, politik bukan tujuan akhir. Ia hanya alat untuk menegakkan nilai-nilai persyarikatan dalam membangun peradaban,” tambahnya, disambut anggukan para peserta.
Dalam sesi dialog, Zakiyudin mendorong kader muda untuk keluar dari batas-batas tradisional. “Jangan hanya aktif di lingkup masjid atau sekolah Muhammadiyah. Berdiasporalah! Masuk ke lembaga negara, organisasi internasional, atau gerakan sosial yang lebih luas. Di situlah nilai-nilai Muhammadiyah bisa menjadi solusi,” pesannya.
Ia juga mengkritik kecenderungan sebagian kader yang terjebak dalam romantisme sejarah. “Banggalah pada sejarah, tetapi jangan jadi penonton. Kader hari ini harus menulis sejarah baru dengan karya nyata,” tegas Dosen UIN Walisongo Semarang itu.
Dahnil Anzar Simandjuntak, Wakil Kepala BPKH yang hadir sebagai narasumber, menyatakan kesepahaman dengan pandangan Zakiyudin. “Apa yang disampaikan Pak Zakiyudin adalah refleksi dari tantangan riil yang saya sampaikan sebelumnya. Muhammadiyah butuh kader yang mampu menjembatani nilai persyarikatan dengan kebutuhan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDM Karanganyar Muhammad Arief menyebut Zakiyudin sebagai “guru strategi” kaderisasi. “Pemikiran beliau selalu membuka horizon baru. Pesan tentang prioritas kader bangsa ini harus menjadi kompas bagi kami di Karanganyar,” ujarnya.
Zainudin Ahpandi, Ketua MPKSDI Solo Raya, menambahkan bahwa kehadiran Zakiyudin sengaja dihadirkan untuk menguatkan visi kaderisasi jangka panjang. “Kami ingin kader tidak hanya aktif di internal, tetapi jadi motor perubahan di masyarakat luas,” jelasnya.
Acara yang dihadiri puluhan kader dari berbagai cabang ini ditutup dengan sesi komitmen bersama, di mana peserta menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan gagasan Zakiyudin, terutama dalam memperluas peran di tingkat kebangsaan.
Muhammadiyah Karanganyar, SDM Plus Malangjiwan – Solo Hotel Syariah menjadi saksi sejarah digelarnya Wisuda Tahfiz dan Iqra 2025 SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan, Sabtu (3/5/2025). Sebanyak 71 siswa kelas 1-6 yang berhasil menghafal Al-Qur’an diwisuda dalam acara bertema “Menggapai Rahmat Allah dengan Al-Qur’an”, menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter qurani.
Prosesi wisuda menjadi puncak dari program Daurah dan Tasmi’ Al-Qur’an selama tiga bulan. Para siswa dibagi dalam dua kategori: 17 lulusan Iqra dan 59 penghafal juz 28, 29, dan 30. Abdul Rohman, Kepala Sekolah, menegaskan: “Ini bukan sekadar seremonial. Wisuda adalah bentuk penghargaan atas usaha mereka mencintai, menghafal, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.”
Uniknya, acara diakhiri dengan penyematan mahkota simbolis kepada orang tua. “Mahkota ini harapan agar keluarga mereka kelak meraih mahkota cahaya di surga,” ujar Rohman. Penghargaan juga diberikan kepada siswa yang menghafal melebihi target kelas, seperti Aisha (kelas 3) yang menghafal 2 juz tambahan.
Ustadz Pujiono, S.Si., M.Pd., dari PWM Jawa Tengah, dalam tausiyahnya mengingatkan: “Hafal Al-Qur’an itu ibarat menanam pohon. Agar tak layu, rawat dengan tiga cara: baca dalam sholat, bergaul dengan orang shaleh, dan jauhi maksiat yang ‘mematikan’ hafalan.”
Sementara itu, Ketua PCM Colomadu, H. Seno Arianto, S.E., menyebut para wisudawan sebagai “duta keberkahan”: “Kalian adalah generasi yang dimuliakan Allah, seperti Mekkah dan Madinah yang dihormati karena Al-Qur’an. Jadilah pembawa cahaya untuk lingkunganmu!”
Acara yang dihadiri tokoh pendidikan, PC Aisyiyah, hingga Korwilcam Pendidikan Colomadu ini menekankan sinergi tripartit. Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd., dari Dikdasmen PCM Colomadu, menambahkan: “Orang tua adalah mitra strategis. Mahkota yang mereka terima hari ini adalah pengingat agar terus mendampingi anak memaknai hafalan, bukan sekadar menghafal.”
SD Muh Plus Malangjiwan berencana mengembangkan Tahfiz Camp berbasis teknologi, memadukan metode hafalan digital dengan pendekatan psikologi anak.
Muhammdiyah Karanganyar, PCM Colomadu – Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dan gemuruh Mars Muhammadiyah mengawali momen bersejarah di Masjid An Nur SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, Sabtu (3/5/2025) sore. Sebanyak 233 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari berbagai fakultas secara resmi “dipersembahkan” oleh Program Kuliah Peduli Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat (PKLPP) UMS kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan ‘Aisyiyah Colomadu. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerbang awal proyek pemberdayaan berbasis data dan solusi konkret untuk 23 ranting di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Colomadu, Seno Ariyanto, S.E., menegaskan: “Ini bukan sekadar praktik lapangan, tapi misi kolaborasi. Temukan potensi, identifikasi masalah – mulai dari kemiskinan hingga gap pendidikan – dan ajak ranting berinovasi. Kami siap menjadikan ide mahasiswa sebagai bahan aksi nyata!” Pesan serupa disampaikan Drs. Atwal Arifin, M.Si., Ak. dari UMS: “Bawa pulang data akurat tentang kondisi sosial-ekonomi warga. Jadilah ‘dokter komunitas’ yang meracik solusi, bukan sekadar pengamat.”
Dr. Nurul Huda, M.Ag., dosen pembimbing PKLPP, mengakui karakteristik unik peserta: “Mereka generasi digital native. Meski adaptasi di lapangan mungkin jadi tantangan, kreativitas dan kepekaan sosial mereka adalah modal besar. Mohon bimbingan dari sesepuh Muhammadiyah untuk menyelaraskan idealismenya dengan kearifan lokal.”
Setelah prosesi pembukaan yang diwarnai nyanyian Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah, mahasiswa secara simbolis “diserahkan” kepada perwakilan 23 ranting. Puncaknya, PCM Colomadu menyerahkan papan nama PRM/PRA sebagai tanda dimulainya program pendampingan berbasis community development.
Program selama 6 bulan ke depan akan fokus pada:
Pemetaan keluarga pra-sejahtera di tiap ranting.
Pendampingan UMKM berbasis digital.
Edukasi stunting dan kesehatan reproduksi remaja.
Optimalisasi TPQ dengan metode pembelajaran kekinian.
Muhammadiyah Karanganyar, MIMKRA– Menyambut Ujian Madrasah yang akan digelar mulai 2 Mei 2025, MI Muhammadiyah Karanganyar mengambil pendekatan holistik dengan menggelar ESQ (Emotional Spiritual Quotient) dan Doa Bersama bagi 247 siswa kelas VI. Acara yang digelar Rabu (30/4/2025) pagi di Aula sekolah ini bukan sekadar ritual formal, melainkan upaya membangun mental tangguh dan ketenangan batin peserta didik jelang ujian.
Kegiatan dibuka dengan sholat Dhuha berjamaah yang dipimpin Ustadz Muh. Taqwim, M.PdI, menekankan pentingnya mengawali persiapan ujian dengan ikhtiar spiritual. Usai ibadah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Eny Wahyu Astutik, M.Pd., memaparkan teknis ujian secara detail, termasuk jadwal dan strategi manajemen waktu selama periode ujian (2-10 Mei 2025).
Puncak acara diisi sesi ESQ dan hipnoterapi oleh motivator nasional Muh. Zain Fuadi, MCH, CHA, PC. Melalui teknik interaktif, siswa diajak mengoptimalkan kecerdasan emosional-spiritual, mengurai kecemasan, dan membangkitkan kepercayaan diri. “Hipnoterapi bukan sekadar trik motivasi, tapi cara membuka mental block agar konsentrasi belajar meningkat,” jelas Zain Fuadi.
Kepala MI Muhammadiyah Karanganyar menegaskan, kegiatan ini adalah bentuk komitmen madrasah dalam menyiapkan siswa secara utuh. “Ujian bukan hanya soal menjawab soal, tapi juga mengelola stres dan menguatkan keyakinan. ESQ menjadi fondasi agar mereka tak sekadar smart, tapi juga wise,” ujarnya.
Para siswa terlihat antusias, terutama saat sesi hipnoterapi yang memandu mereka memvisualisasikan kesuksesan. “Awalnya deg-degan, tapi setelah ikut kegiatan, rasanya lebih siap mental,” tutur salah satu peserta dari kelas 6D.
Selain target sukses ujian, madrasah berharap kegiatan ini menanamkan nilai ketenangan dan kemandirian berpikir pada siswa. “Kami ingin mereka paham: usaha maksimal dan tawakal adalah kunci menghadapi tantangan, tidak hanya di ujian, tapi juga dalam kehidupan,” tambah Eny Wahyu Astutik.
NEWSKABAR12, Karanganyar– Dalam suasana Syawalan 1446 H, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar agenda strategis bertajuk Silaturahmi Diaspora Kader Muhammadiyah se-Jawa Tengah, pada Sabtu (26/4/2025). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Raden Mas Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini dihadiri lebih dari 250 tokoh nasional dan daerah dari berbagai latar belakang profesi dan pengabdian.
Mengusung tema “Membangun Sinergi Diaspora KaderMu untuk Jawa Tengah yang Berkemajuan”, acara ini dirangkai dengan halalbihalal dan menjadi ajang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring kader Muhammadiyah yang kini tersebar di berbagai lini—baik eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun profesional.
Ketua LHKP PWM Jawa Tengah, Jayusman Arief, dalam keterangannya menyebut bahwa acara ini mengundang sekitar 200 tamu VVIP dan VIP, termasuk sembilan kepala daerah, 15 anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta penyelenggara Pemilu wilayah Solo Raya.
“Pertemuan ini menjadi ruang kolaboratif untuk menyamakan visi, mempertemukan gagasan, dan membangun arah baru kontribusi kader Muhammadiyah terhadap kemajuan Jawa Tengah dan Indonesia secara lebih luas,” ujar Jayusman. Sayangnya, ia tidak dapat hadir secara langsung karena kondisi kesehatan, dan pernyataannya disampaikan oleh Sekretaris LHKP PWM Jateng, Wahidin Hasan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, hadir memberikan keynote speech. Ia mengajak para kader Muhammadiyah untuk memaknai pengabdian di ruang publik sebagai bagian dari ibadah. “Kita sebagai kader Muhammadiyah harus memanfaatkan posisi di legislatif maupun eksekutif untuk dakwah yang membawa kemanfaatan, sebagaimana diajarkan oleh Kyai Ahmad Azhar Basyir,” tegasnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, serta beberapa kepala daerah turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayati, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto, dan tuan rumah Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana. Kepala daerah lainnya seperti Wali Kota Solo Respati Ardi dan Bupati Sragen Sigit Pamungkas berhalangan hadir.
Dari unsur legislatif, tampak hadir anggota DPR RI dari PAN Muhammad Hatta, anggota DPRD Jateng dari Partai NasDem dr. Faiz Alauddien Reza Mahardhika, serta sejumlah anggota DPRD Kota Solo dan Kabupaten Sragen seperti Ahmad Sapari, Budiono Rahmadi, dan lainnya. Para legislator menyampaikan apresiasi atas pertemuan ini dan menegaskan pentingnya keterlibatan kader Muhammadiyah dalam sistem politik kebangsaan.
Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Tafsir, M.Ag, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kader Muhammadiyah berada di dalam lingkar kekuasaan untuk memperlancar dakwah dan memberikan kontribusi nyata terhadap kebijakan publik. “Muhammadiyah perlu hadir dalam seluruh ruang kehidupan masyarakat, termasuk di pusat-pusat pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sekretaris LHKP PWM Jateng, Wahidin Hasan, menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi wadah strategis lintas wilayah dan generasi untuk menjaring pemikiran-pemikiran progresif kader Muhammadiyah. “Kita ingin mengoptimalkan peran dan posisi kader dalam menjawab tantangan kebangsaan dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” jelasnya.
Ketua panitia, Aris Setiono, menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara serial di seluruh eks-karesidenan Jawa Tengah untuk memperluas dampaknya. Dalam forum ini, para kader Muhammadiyah juga berdiskusi menyusun policy paper terkait isu-isu strategis seperti kebijakan pendidikan, politik kebangsaan, ekonomi kerakyatan, dan transformasi dakwah digital.
Bendahara LHKP Jateng, Umar Hasyim, menyebut bahwa agenda ini juga menjadi ajang saling mengenal antar kader Muhammadiyah yang kini berdiaspora di berbagai daerah dan sektor. “Silaturahmi ini penting agar kerja dakwah menjadi lebih efektif melalui sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Acara dimulai sejak pukul 12.00 WIB dengan penampilan paduan suara dari PKU Muhammadiyah Karanganyar dan berlangsung hingga sore hari. Para peserta yang hadir berasal dari unsur LHKP Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Tengah, organisasi otonom tingkat wilayah, serta Unit Pembantu Pimpinan PWM Jawa Tengah yang terlibat dalam kerja-kerja kebijakan publik.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah. “Kegiatan ini adalah contoh nyata kolaborasi antar pemegang amanah rakyat untuk merancang masa depan Jawa Tengah yang lebih maju, adil, dan makmur,” tegasnya.
Melalui semangat kolaboratif dan nilai-nilai dakwah berkemajuan, Silaturahmi dan Diaspora Kader Muhammadiyah se-Jawa Tengah diharapkan menjadi momentum konsolidasi kader Muhammadiyah dalam memperkuat kontribusi kebangsaan melalui jalan-jalan strategis, berbasis nilai, dan penuh integritas.