Berita, Cabang, Ranting
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Kebakkramat, Karanganyar – Semangat Ramadan terpancar nyata dalam agenda Silaturahim dan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat. Kali ini, rombongan PCM Kebakkramat bersilaturahim ke Masjid Al Mustofa, PRM Kaliwuluh, pada Sabtu (28/02/2026) malam.
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 19.00 hingga 21.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran Pleno PCM, Ketua UPP, pimpinan Ortom, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) PRM se-Kebakkramat. Tak ketinggalan, para Kepala AUM dan AUA se-Kebakkramat turut hadir membaur bersama jamaah dan Takmir Masjid Al Mustofa.
Dalam kesempatan tersebut, M. Rasyad Alkautsar menyampaikan kultum bertema “Mengambil Hikmah Ramadan”. Beliau mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan sisa waktu yang ada dengan memaksimalkan amal kebaikan.
“Ramadan adalah momentum emas. Mari kita maksimalkan waktu yang masih tersisa dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an dan menebar manfaat sebanyak-banyaknya,” pesannya.
Ketua PRM Kaliwuluh dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran rombongan PCM. Beliau berharap kunjungan ini menjadi wasilah (perantara) untuk mempererat ukhuwah islamiyah antara pimpinan dan jamaah di tingkat akar rumput.
Gayung bersambut, Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, memberikan apresiasi tinggi atas perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh PRM Kaliwuluh. Di tengah suasana hangat tersebut, beliau juga menitipkan pesan penting mengenai kedewasaan beragama:
1. Indahnya Perbedaan: Menghimbau jamaah agar perbedaan awal Ramadan tidak dijadikan alasan perpecahan, melainkan sebagai bentuk kekayaan ijtihad.
2. Sosialisasi KHGT: Memperkenalkan Kalender Hijrah Global Tunggal (KHGT) sebagai upaya Muhammadiyah dalam mewujudkan kepastian penjadwalan ibadah umat Islam secara internasional.

Sebagai penutup rangkaian acara, Lazismu PCM Kebakkramat menyalurkan santunan kepada jamaah masjid yang membutuhkan. Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis Kalender Hijrah Global Tunggal sebagai bagian dari edukasi kepada warga PRM Kaliwuluh.

Kegiatan ini membuktikan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah personal, melainkan juga momentum penguatan organisasi dan kepedulian sosial.
Kontributor :
Agus S
085221302389
Berita, Cabang
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Jatiyoso – Semarak Ramadan terasa semakin khidmat dengan digelarnya Tabligh Akbar bertema Fiqh Prioritas Ramadan pada Ahad (1/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitullah Selangkah ini dihadiri jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Jatiyoso.
Acara tersebut merupakan agenda spesial Ramadan yang diselenggarakan oleh PRM Beruk sebagai binaan PCM Jatiyoso. Kegiatan ini menghadirkan penguatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat. Berbeda dari kajian rutin yang biasanya digelar pada Jumat Kliwon sore hari, kegiatan kali ini dilaksanakan pada pagi hari agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.

Dalam sambutannya, salah satu panitia menyampaikan bahwa tema Fiqh Prioritas Ramadan dipilih untuk membantu umat memahami amalan mana yang harus diutamakan selama bulan suci. “Ramadan adalah momentum besar. Jangan sampai kita sibuk pada hal-hal sunah, tetapi lalai pada yang wajib,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masih banyak umat Islam yang bersemangat menjalankan ibadah, tetapi belum sepenuhnya memahami skala prioritas dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, kajian ini diharapkan mampu memberikan panduan praktis agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai maksimal.
Dalam tausiyahnya, penceramah menekankan pentingnya memperkuat fondasi ibadah wajib, seperti menjaga kualitas salat lima waktu dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sebelum memperbanyak amalan tambahan. “Fiqh prioritas mengajarkan kita menempatkan sesuatu sesuai porsinya. Dahulukan yang utama, sempurnakan yang wajib, lalu perindah dengan yang sunah,” tuturnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi keislaman di Jatiyoso. Sinergi antara ranting dan cabang Muhammadiyah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kesadaran beragama yang lebih matang dan terarah di tengah masyarakat.
Salah satu peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Menurutnya, banyak orang ingin memaksimalkan Ramadan, tetapi masih bingung menentukan prioritas ibadah.
Dengan terselenggaranya Tabligh Akbar ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan pemahaman yang lebih utuh, tidak sekadar mengejar kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas dan ketepatan dalam mengamalkannya. Ramadan pun diharapkan menjadi momentum perubahan menuju pribadi dan keluarga yang lebih baik.
Aisyiyah, Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, JATIYOSO — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatiyoso dan Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Jatiyoso menggelar Festival Ramadhan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Cabang Kecamatan Jatiyoso pada Ahad, 1 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Fatimah Az-Zahroni, kompleks SD Muhammadiyah Jatiyoso dan TK ’Aisyiyah Tlobo.
Festival tersebut dilaksanakan pada menjelang pertengahan Ramadhan 1447 H dan dihadiri tiga ratus lebih jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Jatiyoso dan sekitarnya. Sejak pagi hari, area masjid dan lingkungan sekolah dipadati warga yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Ketua PCM Jatiyoso, Suparyadi S.Sos M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. “Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat ibadah sekaligus kepedulian sosial. Melalui festival ini, kami ingin berbagi dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan pengajian Ahad pagi yang berlangsung khidmat. Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak jamaah untuk menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadhan. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam beramal menjadi kunci meraih keberkahan bulan suci.
Selain pengajian, panitia menggelar bazar Ramadhan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau jauh dibawah pasaran. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Salah satu warga, ibu Giyem (52), mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama saat kebutuhan meningkat di bulan Ramadhan,” katanya.
Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, festival ini juga menghadirkan lomba mewarnai bagi anak-anak TK. Suasana meriah terlihat ketika para peserta menunjukkan hasil karya mereka, sementara orang tua memberikan dukungan penuh dari pinggir arena.
Panitia juga menyediakan lapak barang layak pakai seperti tas, boneka, sepatu, dan pakaian dengan harga terjangkau. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus PCM, PCA, jamaah pengajian Ahad pagi, hingga warga sekitar.
Ketua PCA Jatiyoso, secara tidak langsung menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, sinergi organisasi perempuan dan persyarikatan menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Festival Ramadhan ini menjadi wujud nyata kepedulian Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Jatiyoso dalam memperkuat kebersamaan serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Berita, Cabang, Ranting
muhammadiyakaranganyar.or.id, Kerjo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo resmi memulai rangkaian kegiatan Tarwih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 H. Putaran perdana ini dilaksanakan di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangrejo, tepatnya di Masjid Al Mutaqin pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang dimulai dengan agenda ifthor atau buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi organisasi serta syiar dakwah di tingkat akar rumput. Setelah berbuka, sekitar 100 jamaah yang hadir melanjutkan rangkaian ibadah dengan sholat Maghrib, Isya, hingga sholat Tarawih berjamaah.
Sinergi Lintas Sektoral di Karangrejo
Suasana Tarling kali ini terasa berbeda dan lebih istimewa. Pasalnya, PCM Kerjo tidak bergerak sendiri, melainkan dibersamai oleh tim Tarling Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kerjo serta jajaran Perangkat Desa Karangrejo. Sinergi ini menunjukkan harmoni yang kuat antara ormas keagamaan dengan pemerintah setempat.

Kepala Desa Karangrejo, Fachrudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PCM Kerjo dalam memilih Masjid Al Mutaqin sebagai lokasi pembuka. Menurutnya, kehadiran tim dari tingkat cabang memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga.
Penyaluran Santunan dan Pesan Dakwah
Ketua PCM Kerjo, Sambodo, menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi pemantik bagi warga Muhammadiyah untuk terus menebar manfaat. Ia menekankan pentingnya peran aktif anggota organisasi dalam membangun umat melalui program-program yang nyata.

Sebagai bentuk aksi nyata, melalui Kantor Layanan Lazismu (KLL) PCM Kerjo, diserahkan santunan berupa 10 bingkisan untuk kaum dhuafa dan donasi bagi 3 anak yatim di wilayah PRM Karangrejo. Selain itu, dukungan juga datang dari DMI Kerjo yang menyerahkan satu paket bantuan, serta bantuan tunai untuk Masjid Al Mutaqin dari Fachrudin selaku kepala desa.

Mengetuk Pintu Berkah Melalui ZIS
Puncak rohani acara diisi dengan kultum oleh Maryanto. Dalam pesan agamanya, Maryanto memaparkan tentang keberkahan Ramadan yang berlipat ganda bagi mereka yang gemar beramal. Ia mengajak jamaah untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Kontributor: Resdhy (08121628972)
Berita, Cabang
muhammadiyakaranganyar.or.id, JUMANTONO – Sebanyak kurang lebih 300 jamaah dari berbagai kalangan usia memadati Islamic Center Muhammadiyah Utsman Bin Affan, Ngunut, Jumantono, pada Ahad (1/3/2026). Kehadiran massa tersebut bertujuan untuk mengikuti Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono bersinergi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jumantono.
Kajian yang berlangsung pukul 06.00 hingga 07.15 WIB ini mengangkat tema sentral “Ramadhan: Momen Terbaik, Raih Ridha Rabbmu.” Pemilihan tema tersebut dimaksudkan sebagai pengingat strategis bagi umat Islam agar tidak melewatkan momentum bulan suci tanpa peningkatan kualitas spiritual yang signifikan.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Irhamuddin Mahmud, L.C., M.Pd., yang merupakan akademisi sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA). Dalam paparan materinya, Irhamuddin menekankan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas yang bersifat terbatas.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk meraih ridha Allah SWT. Jangan sampai bulan yang penuh keberkahan ini berlalu tanpa peningkatan kualitas diri,” tegas Irhamuddin di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Ia memaparkan bahwa kemuliaan seorang Muslim di dunia tidak dapat dipisahkan dari kedudukannya di akhirat kelak. Menurutnya, orientasi hidup setiap individu harus dipusatkan pada kebahagiaan ukhrawi sebagai visi utama. Irhamuddin menjelaskan bahwa indikator kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi yang bersifat fana, melainkan dari konsistensi menjaga iman, memperbanyak amal saleh, serta kontribusi nyata dalam dakwah Islam.
Menariknya, Irhamuddin turut membagikan kisah inspiratif mengenai keteladanan para gurunya dalam menuntut ilmu. Ia menceritakan sosok guru yang tetap istiqamah mengajar meski telah berusia lebih dari 120 tahun. Guru tersebut diceritakan rutin menerima setoran hafalan Al-Qur’an dari para murid sejak sebelum Subuh hingga menjelang Zuhur dengan penguasaan 14 qiraat.
Kisah tersebut ia jadikan bukti konkret bahwa keberkahan umur sangat bergantung pada kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an dan kesungguhan dalam menyebarkan kemaslahatan ilmu. Semangat para ulama terdahulu inilah yang menurutnya harus diwarisi oleh generasi Muslim saat ini.
Menutup tausiyahnya, Irhamuddin berpesan agar sisa waktu di bulan Ramadhan tahun ini tidak terbuang percuma. Ia mendorong jamaah untuk lebih proaktif dalam menghidupkan majelis ilmu dan kegiatan dakwah.
“Maksimalkan Ramadhan kita yang masih tersisa. Jadilah pribadi yang suka meluangkan waktu untuk dakwah Islam, biasakan diri kita untuk senantiasa duduk di majelis ilmu,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan harapan dari pihak PCM dan AMM Jumantono agar kegiatan ini terus menjadi sarana pembinaan umat yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Jumantono dan sekitarnya.