Tips Maksimalkan Ramadan: Pesan Strategis Irhamuddin Mahmud di PCM Jumantono

Tips Maksimalkan Ramadan: Pesan Strategis Irhamuddin Mahmud di PCM Jumantono

muhammadiyakaranganyar.or.id, JUMANTONO – Sebanyak kurang lebih 300 jamaah dari berbagai kalangan usia memadati Islamic Center Muhammadiyah Utsman Bin Affan, Ngunut, Jumantono, pada Ahad (1/3/2026). Kehadiran massa tersebut bertujuan untuk mengikuti Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono bersinergi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jumantono.

Kajian yang berlangsung pukul 06.00 hingga 07.15 WIB ini mengangkat tema sentral “Ramadhan: Momen Terbaik, Raih Ridha Rabbmu.” Pemilihan tema tersebut dimaksudkan sebagai pengingat strategis bagi umat Islam agar tidak melewatkan momentum bulan suci tanpa peningkatan kualitas spiritual yang signifikan.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Irhamuddin Mahmud, L.C., M.Pd., yang merupakan akademisi sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA). Dalam paparan materinya, Irhamuddin menekankan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas yang bersifat terbatas.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk meraih ridha Allah SWT. Jangan sampai bulan yang penuh keberkahan ini berlalu tanpa peningkatan kualitas diri,” tegas Irhamuddin di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Ia memaparkan bahwa kemuliaan seorang Muslim di dunia tidak dapat dipisahkan dari kedudukannya di akhirat kelak. Menurutnya, orientasi hidup setiap individu harus dipusatkan pada kebahagiaan ukhrawi sebagai visi utama. Irhamuddin menjelaskan bahwa indikator kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi yang bersifat fana, melainkan dari konsistensi menjaga iman, memperbanyak amal saleh, serta kontribusi nyata dalam dakwah Islam.

Menariknya, Irhamuddin turut membagikan kisah inspiratif mengenai keteladanan para gurunya dalam menuntut ilmu. Ia menceritakan sosok guru yang tetap istiqamah mengajar meski telah berusia lebih dari 120 tahun. Guru tersebut diceritakan rutin menerima setoran hafalan Al-Qur’an dari para murid sejak sebelum Subuh hingga menjelang Zuhur dengan penguasaan 14 qiraat.

Kisah tersebut ia jadikan bukti konkret bahwa keberkahan umur sangat bergantung pada kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an dan kesungguhan dalam menyebarkan kemaslahatan ilmu. Semangat para ulama terdahulu inilah yang menurutnya harus diwarisi oleh generasi Muslim saat ini.

Menutup tausiyahnya, Irhamuddin berpesan agar sisa waktu di bulan Ramadhan tahun ini tidak terbuang percuma. Ia mendorong jamaah untuk lebih proaktif dalam menghidupkan majelis ilmu dan kegiatan dakwah.

“Maksimalkan Ramadhan kita yang masih tersisa. Jadilah pribadi yang suka meluangkan waktu untuk dakwah Islam, biasakan diri kita untuk senantiasa duduk di majelis ilmu,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan harapan dari pihak PCM dan AMM Jumantono agar kegiatan ini terus menjadi sarana pembinaan umat yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Jumantono dan sekitarnya.

 

Lahirkan Tenaga Medis Beradab, FK UMS Fokus pada Keseimbangan Sains dan Spiritualitas

Lahirkan Tenaga Medis Beradab, FK UMS Fokus pada Keseimbangan Sains dan Spiritualitas

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses itu dibentuk secara sistematis sejak mahasiswa memasuki tahap profesi.

Bagi calon mahasiswa baru, FK UMS menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi pada pembentukan karakter dan profesionalisme dokter masa depan.

“Setiap mahasiswa dipersiapkan dengan standar keselamatan pasien, etika kedokteran, hingga kesiapan menghadapi dinamika dunia klinik,” terang Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., saat diwawancarai pada Selasa, (24/2).

Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV.

Materi Patient Safety dan Student Safety menjadi fondasi utama. Mahasiswa dilatih memahami identifikasi pasien secara tepat, komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, keamanan obat berisiko tinggi, hingga pencegahan risiko infeksi dan jatuh di rumah sakit.

Tak hanya teori, Flora menerangkan bahwa aspek Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI) diberikan secara komprehensif, termasuk praktik penggunaan alat pelindung diri (APD) level 1–3, pengelolaan limbah medis, serta standar kebersihan tangan sesuai protokol layanan kesehatan modern.

Kemampuan menghadapi situasi kegawatdaruratan juga diasah melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penyegaran Basic Life Support (BLS), memastikan mahasiswa siap bertindak cepat dan tepat dalam kondisi kritis.

“FK UMS juga menanamkan nilai etika kedokteran sejak awal, mulai dari etika berinteraksi dengan pasien dan sejawat, etika bermedia sosial bagi tenaga medis, hingga komitmen menjaga kerahasiaan rekam medis pasien,” ungkap Dekan FK UMS itu.

Proses pelaksanaan Sumpah Dokter Muda Periode 41

Yang tak kalah penting, lanjutnya, kesehatan mental calon dokter turut menjadi perhatian. Mahasiswa dibekali strategi menjaga stabilitas emosi, mengelola stres, serta membangun ketahanan psikologis selama menjalani pendidikan klinik.

Pendekatan spiritualitas pun terintegrasi dalam pembelajaran, melalui penguatan nilai keislaman, muhasabah diri, ikhtiar, dan tawakal. Inilah ciri khas pendidikan dokter di UMS yang memadukan kompetensi medis dan nilai moral.

Seluruh penguatan tersebut bukan sekadar konsep, tetapi telah diterapkan dalam rangkaian kegiatan Pembekalan Calon Dokter Muda (Koas) Periode 41 yang digelar pada 11–20 Februari 2026.

Pembekalan tahap awal dilaksanakan di lingkungan FK UMS dengan penguatan kurikulum pendidikan profesi dokter, sistem akademik, administrasi dokter muda, hingga panduan logbook dan laporan Interprofessional Education (IPE).

Tahap berikutnya berlangsung di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, di mana mahasiswa mendapatkan materi standar akreditasi rumah sakit, mutu layanan, serta integrasi pendidikan dalam pelayanan kesehatan.

Materi proteksi kebakaran dan jalur evakuasi diberikan bersama tim Diklat RSU Pusat Surakarta, sementara penyegaran BLS didukung Tim Code Blue dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Rangkaian pembekalan ditutup dengan penguatan etika dan spiritualitas sebelum mahasiswa resmi memasuki tahap klinik di rumah sakit jejaring. Sebanyak 147 dokter muda kemudian mengikuti Prosesi Sumpah Dokter Muda Periode 41 pada 21 Februari 2026 sebagai penanda dimulainya pendidikan klinik mereka. (Yusuf/Humas)

Gerakan Ramah Lingkungan HW UMS: Edukasi dan Aksi Bersih Bersama Masyarakat

Gerakan Ramah Lingkungan HW UMS: Edukasi dan Aksi Bersih Bersama Masyarakat

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)” pada Senin (23/2), di Area Kampus 1 dan 2 UMS. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengajak seluruh elemen mahasiswa serta masyarakat untuk turut berpartisipasi.

Mengusung semangat kepedulian lingkungan dalam suasana ngabuburit yang menyenangkan, NGASIH menjadi wadah kolaborasi antara kader Hizbul Wathan, civitas academica, serta komunitas kampus dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai implementasi nilai-nilai keislaman dan kepanduan.

Foto bersama dalam ngasih (Ngabuburit Asik Sambil Bersih Bersih) Dok.Media HW UMS

Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membumikan nilai Fastabiqul Khoirot di bulan penuh keberkahan.

“NGASIH bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial. Kami ingin menghadirkan ngabuburit yang lebih bermakna, di mana setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat,” ujarnya, Selasa, (24/2).

Melalui gerakan tersebut, Hizbul Wathan UMS berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman sekaligus bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Ketua BKM RGW, Rakanda Risky, menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin hanya terlihat sebagai pemungut sampah yang berjalan. Di Hari Peduli Sampah Nasional, kami memilih membawa edukasi karena yang kami tuju bukan sekadar sampah yang berserakan, tetapi kesadaran yang harus ditumbuhkan dan diimplementasikan: buanglah sampah pada tempatnya, jaga lingkungan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui NGASIH, Hizbul Wathan UMS berharap dapat menanamkan kesadaran bahwa aksi sederhana seperti memungut sampah memiliki dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen kader dalam mengintegrasikan nilai kepanduan, keislaman, dan kepedulian sosial dalam kehidupan kampus. (Gissya/Humas)

Gandeng Kinobi, UMS Resmi Luncurkan Portal Karier untuk Perkuat Kesiapan Lulusan

Gandeng Kinobi, UMS Resmi Luncurkan Portal Karier untuk Perkuat Kesiapan Lulusan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja melalui pembaruan portal karier yang dikembangkan bersama Kinobi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan tingginya angka pengangguran, termasuk dari kalangan sarjana.

Program tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi yang menekankan pentingnya penguatan soft skill, kewirausahaan, serta pengalaman praktik sebagai bekal mahasiswa setelah lulus.

Dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan Pengkaderan dan Alumni Dr. Bambang Sukoco, M.H., menyampaikan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membantu mengatasi persoalan pengangguran melalui peningkatan kualitas lulusan.

Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan Pengkaderan dan Alumni, Bambang Sukoco, M.H., menyampaikan sambutan

Ia menjelaskan bahwa capaian akademik semata belum cukup untuk menjamin kesiapan kerja mahasiswa.

“IPK yang tinggi itu tidak otomatis kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa prestasi akademik harus didukung kemampuan lain seperti kreativitas, keterampilan, dan kecakapan sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Kabit Pusat Karir dan Hubungan Alumni, Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H., turut memaparkan pentingnya transformasi layanan karier di perguruan tinggi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.

Ia menjelaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kemampuan komunikasi, dan pemahaman terhadap proses karier sejak dini.

“Perguruan tinggi perlu memiliki sistem yang bisa memonitor kesiapan mahasiswa dan menghubungkan mereka langsung dengan peluang karier yang relevan,” jelasnya dalam pemaparannya

Melalui kerja sama dengan Kinobi, UMS menghadirkan portal karier yang dirancang sebagai jembatan antara mahasiswa, lulusan, dan dunia kerja. Platform tersebut menyediakan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembekalan kesiapan kerja hingga akses peluang karier yang lebih luas.

Pemaparan terkait portal karir oleh Tim Partnership Kinobi, Najla Afiyah

Menurut Bambang, kehadiran portal karier ini diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi institusi, tetapi juga mahasiswa dan calon lulusan agar lebih siap memasuki dunia profesional.

“Portal karier ini memang disiapkan untuk menjadi jembatan bagi para mahasiswa lulusan dan dunia kerja,” jelasnya pada Selasa (24/2).

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam mengurangi tingginya angka pengangguran di Indonesia. UMS menargetkan para lulusannya dapat berkontribusi positif di masyarakat serta membawa manfaat di berbagai bidang.

Dengan pembaruan portal karier tersebut, UMS menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berupaya aktif menyiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. (Sarah/Humas)

Mahasiswa Arsitektur UMS Eksplorasi Keunikan Bangunan Tradisional di Desa Senaru

Mahasiswa Arsitektur UMS Eksplorasi Keunikan Bangunan Tradisional di Desa Senaru

muhammadiyahkranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Program Studi Arsitektur menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada 5–11 Februari 2026 dengan mengeksplorasi nilai-nilai arsitektur vernakular di Desa Adat Senaru. Kegiatan ini diikuti oleh 14 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Jinten dan didampingi oleh Dr. Ir. Rini Hidayati, S.T., M.T.

Kegiatan KKL ini difokuskan pada penggalian sistem permukiman tradisional yang masih hidup dan berfungsi hingga saat ini. Rini Hidayati mengungkapkan bahwa Desa Senaru dipilih karena mampu mempertahankan struktur sosial dan tata ruang tradisionalnya di tengah perkembangan pariwisata.

“Rumah adat di sini terdiri dari sekitar 20 rumah yang dihuni oleh tujuh generasi dalam satu garis keturunan, dengan susunan rumah mengikuti struktur keluarga. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung keterkaitan antar ruang, sistem lokal, dan budaya masyarakat,” ungkap dosen Arsitektur UMS tersebut, Senin (23/2).

Tim KKL Arsitektur UMS Kelompok Jinten

Melalui KKL ini, mahasiswa Arsitektur UMS tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan arsitektur vernakular sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Saat observasi lapangan, mahasiswa tidak hanya mempelajari bentuk fisik bangunan, tetapi juga memahami bagaimana arsitektur vernakular terintegrasi dengan sistem sosial, budaya, serta lingkungan masyarakat. Desa Senaru menjadi contoh nyata bagaimana nilai tradisional mampu bertahan sekaligus beradaptasi di tengah arus modernisasi dan industri wisata.

Secara arsitektural, rumah tradisional di kawasan ini menggunakan dinding anyaman bambu untuk mendukung sirkulasi udara alami, serta atap alang-alang yang diganti secara berkala. Orientasi kawasan mengikuti kepercayaan lokal, dengan zona permukiman yang semakin privat ke arah selatan. Keaslian tata ruang dan penggunaan material lokal tersebut memperlihatkan konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Tim KKL Aristektur UMS Foto Bersama di Depan Rumah Tradisional Desa Adat Senaru

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola Desa Senaru, Nawasim, permukiman adat tersebut merupakan dusun tertua yang kemudian ditetapkan sebagai nama desa setelah pemekaran wilayah pada tahun 1995. Rumah-rumah tradisional yang ada hingga kini tetap dipertahankan sebagai bagian dari situs budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Rumah tradisional ini tetap dipertahankan karena dianggap sebagai peninggalan orang tua kami. Bentuk dan motifnya tetap sama sejak dahulu,” ujar Nawasim.

Salah satu elemen penting dalam sistem permukiman adalah berugak, ruang komunal terbuka yang menjadi pusat aktivitas sosial dan adat. Berugak dimanfaatkan untuk musyawarah warga, penyelenggaraan kegiatan adat, hingga prosesi pernikahan.

“Kalau ada acara adat atau pertemuan warga, semuanya diselesaikan di berugak. Ini seperti aula bagi kami,” jelasnya.

Dalam aspek konstruksi, rumah tradisional ini memanfaatkan material lokal seperti kayu sebagai struktur utama, bambu anyam untuk dinding, serta alang-alang sebagai penutup atap. Perubahan terjadi secara bertahap, terutama setelah adanya bantuan pemerintah pada tahun 1986 dan 1997 berupa program lantainisasi dan penguatan material bangunan guna meningkatkan ketahanan terhadap kondisi iklim.

Meskipun kini berkembang sebagai desa wisata, masyarakat Desa Senaru tetap menjalankan nilai-nilai adat dan aturan lokal (awig-awig). Generasi muda turut berperan aktif dalam sektor pariwisata sebagai pemandu wisata tanpa meninggalkan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Fika/Humas)