Asah Kreativitas dan Motorik, KB/TK Aisyiyah Cekel Gelar Cooking Class di Solo

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Ratusan siswa dari KB/TK Aisyiyah Cekel, Karangturi, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, berubah menjadi koki cilik dalam kegiatan Cooking Class yang penuh keceriaan. Kegiatan yang menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (28-29/1/2026), bertempat di Paparons Pizza Manahan, Kota Surakarta.

Pelaksanaan agenda edukatif ini dibagi berdasarkan jenjang kelas guna memastikan efektivitas pendampingan. Pada Rabu (28/1), kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik tingkat TK B. Sementara itu, pada Kamis (29/1), giliran anak-anak dari jenjang TK A dan Kelompok Bermain (KB) yang merasakan pengalaman seru mengolah makanan khas Italia tersebut. Seluruh peserta didik didampingi langsung oleh para pendidik agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Salah satu pendidik yang mendampingi, Haryati, menjelaskan bahwa tujuan utama dari Cooking Class ini adalah mengenalkan anak pada aktivitas memasak sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar mengenal bahan makanan, alat memasak sederhana, serta memahami proses pembuatan makanan secara langsung dari tangan pertama.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar nyata yang tidak hanya bersifat teori di dalam kelas, melainkan praktik langsung di lapangan. Mereka bisa melihat bagaimana sebuah adonan berubah menjadi makanan siap saji,” ungkap Haryati saat memantau antusiasme siswa di lokasi kegiatan.

Selain aspek pengetahuan, Cooking Class ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan motorik halus anak. Aktivitas seperti meratakan adonan, mengoles saus, menghias pizza, hingga menabur aneka topping menjadi latihan efektif untuk melatih koordinasi mata dan tangan. Hal ini sangat penting bagi pertumbuhan anak usia dini guna meningkatkan ketelitian serta kemandirian mereka dalam melakukan tugas-tugas harian.

Aspek kreativitas juga menjadi sorotan dalam agenda ini. Setiap peserta diberikan kebebasan untuk berkreasi sesuai dengan imajinasi masing-masing dalam menghias pizza mereka. Gelak tawa dan rona bangga terpancar dari wajah para siswa saat melihat hasil karya kuliner mereka sendiri.

Haryati menambahkan bahwa nilai-nilai sosial juga ditanamkan secara halus selama proses memasak berlangsung. Anak-anak diajarkan untuk belajar mengantre, berbagi tempat dengan teman, serta saling menghargai dalam kelompok. “Kami ingin mereka paham bahwa bekerja sama dan bersabar menunggu giliran adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” tambah Haryati.

Melalui inisiatif ini, KB/TK Aisyiyah Cekel berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang aktif dan kreatif. Sekolah berharap pengalaman bermakna ini dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek kognitif, motorik, maupun sosial-emosional, sekaligus memberikan kenangan masa kecil yang berkesan bagi para siswa.Pelaksanaan agenda edukatif ini dibagi berdasarkan jenjang kelas guna memastikan efektivitas pendampingan. Pada Rabu (28/1), kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik tingkat TK B. Sementara itu, pada Kamis (29/1), giliran anak-anak dari jenjang TK A dan Kelompok Bermain (KB) yang merasakan pengalaman seru mengolah makanan khas Italia tersebut. Seluruh peserta didik didampingi langsung oleh para pendidik agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Salah satu pendidik yang mendampingi, Haryati, menjelaskan bahwa tujuan utama dari Cooking Class ini adalah mengenalkan anak pada aktivitas memasak sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar mengenal bahan makanan, alat memasak sederhana, serta memahami proses pembuatan makanan secara langsung dari tangan pertama.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar nyata yang tidak hanya bersifat teori di dalam kelas, melainkan praktik langsung di lapangan. Mereka bisa melihat bagaimana sebuah adonan berubah menjadi makanan siap saji,” ungkap Haryati saat memantau antusiasme siswa di lokasi kegiatan.

Selain aspek pengetahuan, Cooking Class ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan motorik halus anak. Aktivitas seperti meratakan adonan, mengoles saus, menghias pizza, hingga menabur aneka topping menjadi latihan efektif untuk melatih koordinasi mata dan tangan. Hal ini sangat penting bagi pertumbuhan anak usia dini guna meningkatkan ketelitian serta kemandirian mereka dalam melakukan tugas-tugas harian.

Aspek kreativitas juga menjadi sorotan dalam agenda ini. Setiap peserta diberikan kebebasan untuk berkreasi sesuai dengan imajinasi masing-masing dalam menghias pizza mereka. Gelak tawa dan rona bangga terpancar dari wajah para siswa saat melihat hasil karya kuliner mereka sendiri.

Haryati menambahkan bahwa nilai-nilai sosial juga ditanamkan secara halus selama proses memasak berlangsung. Anak-anak diajarkan untuk belajar mengantre, berbagi tempat dengan teman, serta saling menghargai dalam kelompok. “Kami ingin mereka paham bahwa bekerja sama dan bersabar menunggu giliran adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” tambah Haryati.

Melalui inisiatif ini, KB/TK Aisyiyah Cekel berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang aktif dan kreatif. Sekolah berharap pengalaman bermakna ini dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek kognitif, motorik, maupun sosial-emosional, sekaligus memberikan kenangan masa kecil yang berkesan bagi para siswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait