Capaian Tertinggi se-Karanganyar, LazisMu PCM Jumantono Mantapkan Arah 2026 lewat RAKERCAB

muhammadiyakaranganyar.or.id, Jumantono — Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) PCM Jumantono menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) Tahun 2026 pada Ahad, 1 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini bertempat di Angkringan Pinarak, Ngelosari, Sambirejo, Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

RAKERCAB tersebut merupakan bentuk penjabaran atau breakdown dari Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) LAZISMU yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kabupaten. Melalui forum ini, kebijakan dan arah strategis hasil RAKERDA diturunkan secara lebih operasional agar dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat cabang dan ranting.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LAZISMU PDM Karanganyar, Akhmad Zaki Mustofa, beserta jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) LAZISMU PDM Karanganyar. Turut hadir Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono, Drs. Mustaqim, M.Pd.I., Kepala Kantor Layanan LAZISMU PCM Jumantono, Riyadi, S.E., beserta pengurus, Ketua PRM se-Jumantono, pengurus LAZISMU tingkat ranting, serta pengurus LAZISMU di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di wilayah Jumantono.

RAKERCAB mengusung tema “Penguatan Sinergi Cabang dan Ranting: Mewujudkan Pembangunan Peradaban dan Pemberdayaan”. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LAZISMU PDM Karanganyar, Akhmad Zaki Mustofa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan RAKERCAB yang diselenggarakan oleh LAZISMU PCM Jumantono.

“Pelaksanaan RAKERCAB seperti ini patut diapresiasi, karena hingga saat ini belum banyak Kantor Layanan LAZISMU di tingkat kecamatan yang melaksanakannya. Ini menjadi contoh sekaligus tantangan bagi LAZISMU PDM Karanganyar agar mendorong cabang-cabang lain untuk juga menyelenggarakan RAKERCAB,” tegas Akhmad Zaki Mustofa.

Ia menambahkan bahwa RAKERCAB memiliki peran strategis dalam memastikan kesinambungan kebijakan dari tingkat daerah hingga ranting, sehingga program-program LAZISMU dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh BPH LAZISMU PDM Karanganyar yang disampaikan oleh Muhammad Isnan, S.T. Materi tersebut membahas kebijakan kelembagaan, penguatan sistem penghimpunan, serta peluang program pemberdayaan yang dapat diakses oleh LAZISMU di tingkat ranting. Paparan ini menjadi dasar bagi ranting untuk mengembangkan program sesuai dengan potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Sesi sharing, diskusi, dan tanya jawab menjadi ruang strategis bagi peserta untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. Melalui sesi ini, LAZISMU ranting memperoleh peluang yang sangat terbuka untuk terlibat dalam program-program pemberdayaan yang telah dirancang oleh LAZISMU PDM Karanganyar.

Kepala Kantor Layanan LAZISMU PCM Jumantono, Riyadi, S.E., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya akan mulai merealisasikan program pemberdayaan jamaah melalui budidaya alpukat. “Program ini kami rancang sebagai upaya pemberdayaan ekonomi jamaah secara berkelanjutan. Harapannya, ketika alpukat mulai berbuah, pemilik dapat menunaikan infak, sedekah, bahkan zakat dari hasil pertanian tersebut,” ujar Riyadi.

Dari sisi kinerja, LAZISMU PCM Jumantono mencatatkan prestasi signifikan. Sepanjang tahun 2025, penghimpunan dana mencapai Rp550.533.734. Capaian ini menjadikan LAZISMU PCM Jumantono sebagai Kantor Layanan LAZISMU dengan penghimpunan dana tertinggi se-Kabupaten Karanganyar pada tahun 2025. Sementara itu, pada tahun 2026, LAZISMU PCM Jumantono mendapatkan target penghimpunan sebesar Rp605.587.108.

Melalui RAKERCAB ini, LAZISMU PCM Jumantono menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi cabang dan ranting, sekaligus mendorong pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan umat serta pembangunan peradaban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait