muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan program sosial Ramadhan Berbagi Kemuliaan di Bulan Ramadhan (BERLIAN) yang mengusung tema “Berbagi Makna Menuai Pahala”, pada (3/3) di Panti Asuhan Abdurrahman bin Auf, Boyolali.
Program BERLIAN menjadi wujud nyata kepedulian sosial kader Hizbul Wathan UMS dalam menebar kebermanfaatan di tengah bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum mempererat ukhuwah, berbagi kebahagiaan, serta menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menegaskan bahwa BERLIAN tidak hanya sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari implementasi nilai Fastabiqul Khoirot, semangat berlomba-lomba dalam kebaikan yang menjadi ruh gerakan kepanduan Islam.

“BERLIAN adalah pengingat bagi kita bahwa kemuliaan Ramadhan tidak hanya diraih melalui ibadah personal, tetapi juga lewat kepedulian sosial. Kami berharap kegiatan ini menjadi ladang pahala sekaligus sarana membentuk kader yang berempati, peduli, dan berkarakter,” ujar Rakanda saat diwawancarai, Kamis (5/3).
Melalui kegiatan ini, para kader tidak hanya menyalurkan bantuan material, tetapi juga menghadirkan kebersamaan, lantunan doa, dan semangat berbagi kepada anak-anak panti asuhan. Semangat yang diusung adalah menjadikan Ramadhan sebagai ruang pembelajaran spiritual sekaligus penguatan karakter kepanduan yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Sementara itu, Ketua Divisi AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan), Rakanda Ibnu Qoyyim, menekankan bahwa esensi Ramadhan terletak pada kebermaknaan berbagi.
“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Melalui BERLIAN, kami ingin menghadirkan nilai berbagi yang tidak hanya bersifat materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan doa. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya BERLIAN 2026, Hizbul Wathan UMS berkomitmen untuk terus menjadi pelopor gerakan kepedulian sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat luas, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih beriman, berilmu, dan beramal. (Gissya/Roselia/Humas)















