muhammadiyakaranganyar.or.id, WONOGIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan solusi kreatif dalam menangani sampah rumah tangga di Kabupaten Wonogiri. Melalui program sosialisasi pembuatan eco enzyme, para mahasiswa mengajak warga RT 01 RW 17 Desa Baturetno untuk mengubah limbah dapur menjadi produk bernilai guna pada Sabtu (07/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di tengah pertemuan rutin warga ini menyasar anggota PKK sebagai penggerak utama rumah tangga. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi mengenai pengolahan kulit buah dan sisa sayuran yang selama ini hanya berakhir di tempat pembuangan sampah.
Penulis sekaligus Sekretaris KKN-Dik UMS, Nisa’ul Nur Azizah, mengungkapkan bahwa eco enzyme merupakan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. Cairan hasil fermentasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga sabun cuci tangan yang ramah lingkungan.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa limbah organik bukan sekadar sampah. Jika dikelola dengan benar menggunakan prinsip fermentasi, bahan-bahan ini bisa menjadi produk pembersih serbaguna yang hemat biaya,” ujar Nisa’ul di sela-sela kegiatan.
Proses Pembuatan yang Praktis
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menjelaskan secara mendetail rumus perbandingan pembuatan eco enzyme, yaitu 1:3:10. Komposisi ini terdiri dari satu bagian gula merah atau molase, tiga bagian limbah organik (kulit buah/sayur), dan sepuluh bagian air.
Nisa’ul Nur Azizah menjelaskan secara tidak langsung bahwa kunci keberhasilan eco enzyme terletak pada masa fermentasi selama tiga bulan dalam wadah tertutup. Selama proses ini, peserta diajarkan cara memantau perkembangan cairan, mulai dari pengelolaan gas yang muncul hingga perubahan aroma khas fermentasi.
Antusiasme warga terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Perwakilan warga setempat mempertanyakan kendala teknis seperti munculnya jamur atau perubahan warna pada wadah. Menanggapi hal tersebut, tim KKN-Dik memberikan solusi praktis agar proses produksi tetap optimal dan aman dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.
Dukung Gaya Hidup Berkelanjutan
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Desa Baturetno. Dengan memproses sampah organik di sumbernya, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.
Langkah ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa UMS dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) di tingkat pedesaan. Pemberdayaan berbasis praktik lingkungan ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian warga dalam penyediaan kebutuhan sanitasi rumah tangga yang organik.















