muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gondangrejo menunjukkan komitmennya dalam menjaga akar sejarah organisasi melalui kegiatan anjangsana. Pada Kamis, 5 Maret 2026, jajaran pengurus PCA melakukan kunjungan takzim kepada para sesepuh Aisyiyah di wilayah Gondangrejo sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah lintas generasi.
Langkah ini dipimpin langsung oleh Ketua PCA Gondangrejo, Yayuk Kristiningsih, S.Pd. Turut hadir mendampingi jajaran pengurus lainnya yakni Rini, Basiroh, Tyas, dan Durotun Nikmah. Kehadiran mereka disambut hangat di kediaman para tokoh yang selama ini menjadi pilar perkembangan organisasi, di antaranya Jawahir, Siti Amanah (Abu Naim), serta Mifrahah.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kental. Sambil berbincang santai, para pengurus PCA Gondangrejo mendengarkan kilas balik perjalanan dakwah Aisyiyah di masa lalu. Dialog ini menjadi jembatan informasi bagi pengurus saat ini untuk memahami dinamika perjuangan para pendahulu.

Ketua PCA Gondangrejo, Yayuk Kristiningsih, S.Pd., menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan upaya menyerap energi positif dari para pejuang senior. Menurutnya, sesepuh adalah sumber inspirasi yang memiliki dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam membesarkan Aisyiyah di Gondangrejo.
“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kami kepada para sesepuh yang telah berjuang dan memberikan kontribusi besar bagi Aisyiyah. Kami ingin terus menjaga hubungan yang baik serta mengambil pelajaran dari pengalaman dan keteladanan mereka,” ujar Yayuk Kristiningsih, S.Pd. saat memberikan keterangan di sela kunjungan.
Lebih lanjut, kunjungan ini bertujuan untuk memperkokoh jalinan silaturahmi di lingkungan keluarga besar Aisyiyah. Melalui pertemuan yang sederhana namun sarat makna ini, diharapkan ukhuwah Islamiyah tetap terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan dan zaman.
Yayuk juga menambahkan secara tidak langsung bahwa anjangsana merupakan sarana strategis untuk memperkuat jaringan komunikasi. Dengan hubungan yang erat antara pengurus aktif dan para sesepuh, nilai-nilai perjuangan serta semangat dakwah yang telah diwariskan dapat diteruskan oleh generasi muda tanpa kehilangan jati diri organisasi.
Kegiatan yang penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi doa bersama. Seluruh rombongan mendoakan agar para sesepuh dan keluarga besar Aisyiyah senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah dakwah dan pengabdian kepada masyarakat luas. Harapannya, tradisi menghargai jasa pendahulu ini dapat terus lestari dan menginspirasi ranting maupun cabang lainnya.















