NEWSKABAR12, Karanganyar – Rencana perbaikan total gedung DPRD Karanganyar kembali mengalami penundaan. Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun berisiko menjadi sia-sia.
Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Karanganyar, Nugroho, mengungkapkan bahwa baru-baru ini telah diadakan audiensi dengan konsultan DED proyek gedung dewan. Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk rehab total mencapai Rp79 miliar.
“Untuk membangun gedung DPRD diperlukan Rp79 miliar, menurut konsultan DED dari Semarang yang hadir dalam rapat kemarin,” ungkap Nugroho pada Sabtu (8/2).
Rencana dalam DED mencakup perombakan total gedung dewan, termasuk ruang rapat paripurna dengan konstruksi yang lebih kuat dan representatif. Terdapat pula ruang pimpinan DPRD, beberapa ruang rapat, serta ruang kerja untuk komisi dan fraksi. Ruang sekretariat DPRD juga akan dibangun di kompleks tersebut.
Nugroho menjelaskan bahwa kebutuhan dana untuk konstruksi belum ditentukan, karena APBD 2025 baru menganggarkan pembuatan DED.
“Belum ada anggaran tahun ini, dan saya tidak tahu kapan akan dianggarkan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa rehab total gedung DPRD Karanganyar sangat dinanti oleh para wakil rakyat, termasuk pimpinan DPRD sebelumnya. Namun, proyek ini selalu tertunda karena bukan merupakan prioritas utama.
Lebih lanjut, Nugroho menyatakan bahwa DED memiliki masa berlaku dua tahun. Jika hingga 2027 belum terlaksana, DED tersebut akan dianggap tidak relevan, dan perlu direvisi jika ingin melanjutkan rencana.
“Harapannya segera direalisasikan, karena DED memiliki masa kedaluwarsa. Jika belum dibangun hingga 2027, kami harus membuat DED baru,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan, sebagian besar bangunan kantor DPRD Karanganyar merupakan bangunan lama, termasuk ruang pimpinan, paripurna, komisi, dan sekretariat dewan. Hanya beberapa ruangan yang telah direnovasi, seperti ruang Bamus, Banggar, Badan Kehormatan, dan ruang OR.
Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, menyatakan bahwa gedung DPRD di Karanganyar merupakan bangunan tertua di eks-Karisidenan Surakarta, dengan usia hampir 60 tahun. Semua kantor DPRD di kota/kabupaten tetangga sudah diperbarui.
“Usulan rehab gedung DPRD sudah diajukan sejak era Ketua DPRD sebelumnya, namun selalu terhambat. Kami mengajukan kembali dengan rencana pembiayaan multiyears,” katanya.
Ia mengakui bahwa usulan ini berisiko kembali gagal, terutama setelah diterbitkannya Instruksi Presiden No 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran pemerintah. Bagus menambahkan bahwa ada rencana pembangunan kantor pemerintah lainnya yang juga terancam ditunda, seperti gedung kantor Dispermasdes dan kantor Bupati Karanganyar. (L1m)
NEWSKABAR12 – Mulai 1 Februari 2025, pemerintah menghentikan penjualan LPG 3 kg melalui pengecer. Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin penyaluran elpiji bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Masyarakat kini diharapkan membeli LPG 3 kg langsung dari pangkalan resmi Pertamina.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa penghapusan pengecer akan memperpendek rantai distribusi. Masyarakat dapat membeli LPG dengan menunjukkan NIK KTP di pangkalan resmi, dan transaksi akan tercatat secara digital melalui aplikasi Merchant Apps Pertamina (MAP).
Heppy Wulansari, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, menambahkan bahwa harga LPG di pangkalan resmi lebih murah dibandingkan pengecer, karena mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Masyarakat dapat menemukan pangkalan LPG 3 kg terdekat melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id atau menghubungi call center Pertamina di nomor 135. Pengecer yang ingin beralih menjadi pangkalan resmi dapat mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan kebijakan ini, Pertamina berharap distribusi elpiji 3 kg menjadi lebih efisien dan menguntungkan bagi masyarakat. Para pengecer elpiji 3 kg kini memiliki kesempatan untuk bertransformasi menjadi pangkalan resmi Pertamina. Untuk itu, mereka dapat mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selengkapnya tata cara pendaftaran pangkalan resmi Pertamina :
Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMUKA) yang terletak di Solo, Karanganyar. Kerjasama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari bantuan pendidikan hingga pelatihan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal dari kerjasama yang lebih formal. “Sebagai pejabat baru, saya ingin bersilaturahmi sekaligus mengantar SSDM Mabes Polri untuk menjajaki kerjasama dengan UMUKA. Ada banyak potensi yang bisa kita kembangkan bersama, sehingga kedepannya bisa memberikan manfaat optimal,” ujarnya setelah pertemuan dengan Rektor UMUKA pada Senin, 3 Februari 2025.
Kapolres menekankan bahwa kesempatan bagi anggota Polri untuk menempuh pendidikan di UMUKA menjadi salah satu poin utama dalam konsep kerjasama yang akan diusulkan. “Kami akan membahas lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan dan merumuskan detailnya dalam bentuk perjanjian kerjasama antara SSDM Mabes Polri dan UMUKA,” tambahnya.
Di sisi lain, Rektor UMUKA, Muh Samsuri, mengungkapkan bahwa sebagai perguruan tinggi yang baru, pihaknya berkomitmen untuk membangun jaringan kolaboratif dengan berbagai institusi, termasuk Kepolisian. “Kami tidak hanya menawarkan kesempatan pendidikan bagi anggota kepolisian, tetapi juga berharap dapat berkontribusi sebagai dosen tamu di Fakultas Hukum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muh Samsuri menyampaikan bahwa kerjasama ini dapat mencakup peningkatan kompetensi di bidang teknologi informasi untuk anggota kepolisian. “Kami juga berharap dapat berkolaborasi dalam pembinaan mahasiswa, serta dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,” tutupnya.
Dengan adanya penjajakan kerjasama ini, diharapkan akan terjalin hubungan yang saling menguntungkan antara UMUKA dan Polri, serta berkontribusi bagi pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di kedua institusi.
NEWSKABAR12, Karanganyar – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka Solo) resmi melepas Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada Jumat, 31 Januari 2025. Acara berlangsung di Kompleks Kampus Umuka Solo, Jalan Raya Solo-Tawangmangu KM.12, Karanganyar, dan dipimpin oleh Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, SDM, Kerjasama, dan Bisnis.
Tim sosialisasi yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Romi Iriandi Putra serta tim yang terdiri dari tenaga kependidikan Nuriman, Fendi Saputra, Sardi, dan Adib. Tim PMB Umuka Solo akan melaksanakan sosialisasi di 40 SMA/MA/SMK yang terletak di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 3 hingga 12 Februari 2025.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, tim akan memperkenalkan keunggulan dari 15 program studi yang ditawarkan oleh Umuka Solo, serta prestasi dosen dan mahasiswa. Selain itu juga akan menyoroti potensi budaya dan kondisi alam Kabupaten Karanganyar yang menjadi lingkungan belajar yang ideal bagi calon mahasiswa baru.
“Kedua Kabupaten ini telah menjadi sumber mahasiswa baru Umuka Solo selama tiga tahun terakhir. Kami berharap sosialisasi ini dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di kampus kami,” ungkap Romi Iriandi Putra.
Universitas Muhammadiyah Karanganyar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan informasi yang jelas kepada calon mahasiswa mengenai berbagai peluang yang tersedia di kampus. Dengan kegiatan ini, diharapkan akan semakin banyak pelajar dari Sumbawa dan Sumbawa Barat yang memilih Umuka Solo sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi mereka.
NEWSKABAR12, Sragen – Pelatihan Inisiasi Masjid Unggulan (IMU) yang diorganisir oleh Lembaga Pengembangan Masjid (LPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, bekerja sama dengan Takmir Masjid Raya Al Falah, telah berhasil dilaksanakan untuk wilayah Solo Raya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari 1 hingga 2 Februari 2025, bertempat di Masjid Raya Al Falah Sragen, dan diikuti oleh masjid-masjid unggulan yang ditunjuk oleh masing-masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.
Pelatihan IMU menghadirkan para ahli yang berpengalaman dalam manajemen masjid yang efektif, nyaman, dan bermanfaat bagi umat. Di antara narasumber yang hadir adalah Kusnadi Ikhwani, Ketua LPM PP Muhammadiyah sekaligus Takmir Masjid Raya Al Falah, Muhammad Alan Putra Irawan, Direktur Masjid Raya Al Falah, dan Aji Mahbar, Manajer Masjid Raya Al Falah.
Pada hari pertama, pelatihan dibuka oleh Iskak Sulistya, anggota Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah serta Ketua PDM Klaten. Kegiatan dimulai dengan materi pertama tentang “Mindset Kemasjidan” yang disampaikan oleh Kusnadi Ikhwani. Dalam penjelasannya, Kusnadi menekankan bahwa masjid adalah rumah Allah, dan sebagai takmir serta marbot, mereka berperan sebagai pelayan Allah. Ia menegaskan pentingnya memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah.
“Takmir sejatinya tidak menguasai masjid, tetapi melayani. Melayani tamu Allah sebaik mungkin agar nyaman, betah, dan merasa aman,” ungkap Kusnadi. Ia juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan masjid terletak pada keyakinan akan ketentuan Allah, di mana semua usaha takmir untuk memakmurkan masjid akan dimudahkan-Nya, bahkan tanpa dana yang memadai.
Kegiatan dilanjutkan dengan sholat Maghrib dan Isya berjamaah, sebelum masuk ke materi kedua yang disampaikan oleh Muhammad Alan Putra Irawan tentang tata kelola masjid. Ia menyoroti empat poin utama agar masjid ramai dan dicintai jamaah: visi yang jelas, kepemimpinan yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta pengasuhan yang efektif terhadap pengelola masjid, terutama kalangan muda.
Pada hari kedua, peserta IMU melaksanakan sholat tahajud berjamaah dan tilawatil Qur’an sebelum melanjutkan materi terakhir. Materi tersebut disampaikan oleh Aji Mahbar, yang membahas “Masjid Plan” dan formula untuk memakmurkan masjid. Peserta juga diminta untuk berkolaborasi dengan fasilitator dalam konsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi dan program yang ingin disusun selama enam bulan ke depan. Setiap masjid yang berpartisipasi akan dimonitoring oleh fasilitator dan dievaluasi di akhir periode.
Upacara penutupan diadakan pada siang hari setelah materi terakhir. Dalam sambutannya, Kusnadi Ikhwani mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengikuti pelatihan IMU.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari kegiatan IMU ini dapat diterapkan di masjid masing-masing, dan semoga dilancarkan oleh Allah SWT,” tutupnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan semua masjid dapat berkontribusi lebih dalam membangun masyarakat melalui pengelolaan masjid yang baik dan profesional.