Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk boks dan sepeda motor terjadi di Jalan Tasikmadu-Jaten tepatnya di pojok Pabrik Gula Tasikmadu, simpang 3 Masjid Ar Rahman Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, pada Rabu pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Kecelakaan ini mengakibatkan satu penumpang sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Agista Ryan Mulyanto, melalui Kanit Gakkum, Yudho Sukarno, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan truk boks dengan nomor polisi L-8260-LB, yang dikemudikan oleh Suwardi (53), warga Tawangmangu, dan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi K-3410-TN, yang dikendarai oleh Andrey Prasetyo (23) dari Polokarto, dengan penumpang Hasbiya Rizqo (23) dari Jaten.
Menurut keterangan Yudho, sepeda motor melaju dari arah Jaten menuju Tasikmadu, sementara truk datang dari arah berlawanan. Di lokasi kejadian, kedua kendaraan terlibat adu banteng, sehingga sepeda motor terjepit di bawah truk. Pengendara motor mengalami luka ringan di kepala, sementara penumpang motor, Hasbiya Rizqo, meninggal dunia di tempat.
Meskipun keduanya menggunakan helm, pihak kepolisian tidak menemukan SIM C pada pengendara motor. Korban diterima di RSUD Kartini Karanganyar pada pukul 09.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini, jenazah Hasbiya Rizqo masih berada di kamar jenazah rumah sakit.
Lebih lanjut, AKP Agista Ryan menyebutkan bahwa saksi-saksi di lokasi telah dimintai keterangan, dan barang bukti serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian sedang dikumpulkan. Dalam rekaman tersebut, terlihat bahwa sebelum menabrak truk, sepeda motor diduga bersenggolan dengan motor lain, yang menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
“Saya tidak bisa menghindar karena jarak yang dekat,” ungkap Suwardi, sopir truk, mengenai situasi saat kecelakaan terjadi.
Pengendara motor, Andrey, saat ini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Kecelakaan ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Iman kepada Kitab Kitab Allah di kelas VIII SMP Negeri 3 Kabupaten Karanganyar dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi Quizizz. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada prasiklus, rata-rata nilai siswa adalah 59,68 dengan ketuntasan 22%. Setelah pelaksanaan siklus I, rata rata nilai meningkat menjadi 76,56 dengan ketuntasan 72%. Pada siklus II, rata-rata nilai mencapai 85,78 dengan ketuntasan 97%. Peningkatan ini didukung oleh penggunaan Quizizz yang mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Kesimpulannya, penggunaan Quizizz sebagai media pembelajaran berbasis gamifikasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Rekomendasi penelitian ini adalah agar guru memanfaatkan media interaktif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efisien.
Pendahuluan
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk moral dan akhlak peserta didik. Salah satu topik fundamental dalam pembelajaran PAI adalah “Iman kepada Kitab-Kitab Allah,” yang mencakup pemahaman tentang kitab-kitab suci seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Namun, materi ini sering kali dirasa abstrak oleh siswa, terutama karena sifatnya yang teoritis. Hal ini membuat siswa sulit untuk menghubungkan konsep tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Di kelas VIII SMP Negeri 3 Karanganyar, permasalahan ini tercermin dari hasil evaluasi awal yang menunjukkan rendahnya hasil belajar siswa pada materi ini. Berdasarkan data pra-siklus, rata-rata nilai siswa hanya mencapai 59,68, dengan tingkat ketuntasan sebesar 22% atau hanya 7 dari 32 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode pembelajaran konvensional, seperti ceramah, diduga menjadi salah satu penyebab kurangnya keterlibatan siswa. Pembelajaran cenderung bersifat satu arah, sehingga siswa menjadi pasif dan kurang termotivasi untuk belajar.
Di sisi lain, perkembangan teknologi memberikan peluang untuk memperbaiki situasi ini. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi Quizizz, menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui fitur gamifikasi. Quizizz tidak hanya membantu siswa belajar secara aktif, tetapi juga memungkinkan guru untuk memberikan umpan balik secara real-time dan memonitor pemahaman siswa dengan lebih efektif. Berdasarkan kebutuhan ini, penelitian dilakukan untuk mengintegrasikan Quizizz ke dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Karanganyar. Diharapkan, melalui penggunaan Quizizz, pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, masing-masing meliputi empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Karanganyar. Data dikumpulkan melalui:
Pre-test dan Post-test untuk mengukur hasil belajar siswa.
Observasi untuk melihat keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Angket untuk mengukur respons siswa terhadap penggunaan Quizizz.
Indikator keberhasilan adalah tercapainya ketuntasan minimal (KKM) 75 oleh minimal 90% siswa.
Hasil Penelitian
Pra-Siklus
Pada tahap awal, pembelajaran dilakukan tanpa menggunakan Quizizz. Hasil pre-test menunjukkan: Rata-rata nilai siswa: 59,68 Persentase ketuntasan: 22% (7 dari 32 siswa mencapai KKM). Sebagian besar siswa kesulitan memahami konsep abstrak dalam materi ini.
Siklus I
Pada Siklus I, pembelajaran dilakukan dengan integrasi Quizizz. Guru menyiapkan kuis interaktif dan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok. Hasil menunjukkan: Rata-rata nilai: 76,56 Persentase ketuntasan: 72% (23 dari 32 siswa mencapai KKM).
Meskipun hasil meningkat signifikan, masih terdapat kendala:
Akses Internet: Jaringan lambat menghambat kelancaran pelaksanaan.
Variasi Soal: Soal pada Quizizz masih terbatas dan perlu pengayaan.
Penghargaan Siswa: Belum ada apresiasi untuk siswa yang aktif atau memperoleh nilai tinggi.
Siklus II
Pada Siklus II, perbaikan dilakukan berdasarkan refleksi dari Siklus I. Soal dibuat lebih bervariasi, meliputi aspek hafalan, analisis, dan aplikasi. Hasil post-test Siklus II menunjukkan: Rata-rata nilai: 85,78 Persentase ketuntasan: 97% (31 dari 32 siswa mencapai KKM).
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Quizizz secara bertahap berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Iman kepada Kitab-Kitab Allah. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata nilai siswa dan persentase ketuntasan pada setiap siklus penelitian. Berikut adalah pembahasan lebih rinci mengenai hasil dari setiap siklus:
Pra-Siklus
Pada tahap awal (pra-siklus), pembelajaran dilakukan dengan metode konvensional seperti ceramah dan diskusi satu arah. Rata-rata nilai siswa hanya mencapai 59,68, dengan tingkat ketuntasan sebesar 22% (7 dari 32 siswa mencapai KKM). Sebagian besar siswa merasa kurang tertarik dengan pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan mereka dalam proses belajar. Hal ini menunjukkan perlunya inovasi dalam metode dan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Hasil Siklus I
Setelah intervensi pertama menggunakan Quizizz, terjadi peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Rata-rata nilai meningkat menjadi 76,56, dengan tingkat ketuntasan mencapai 72% (23 dari 32 siswa mencapai KKM). Elemen gamifikasi dalam Quizizz, seperti skor langsung dan papan peringkat, berhasil meningkatkan motivasi siswa. Namun, kendala teknis seperti jaringan internet yang lambat serta kurangnya variasi soal menjadi hambatan pada siklus ini. Guru juga mencatat perlunya penghargaan tambahan untuk meningkatkan keterlibatan siswa yang lebih aktif.
Hasil Siklus II
Pada Siklus II, perbaikan dilakukan berdasarkan refleksi dari Siklus I. Guru menambah variasi soal, meningkatkan stabilitas koneksi internet, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif serta memiliki nilai tinggi. Hasilnya, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 85,78, dengan tingkat ketuntasan mencapai 97% (31 dari 32 siswa mencapai KKM). Hanya satu siswa yang belum mencapai KKM, dan ini disebabkan oleh kendala individu dalam memahami soal analisis. Diskusi setelah kuis juga membantu siswa mendalami materi yang lebih kompleks.
Perbandingan Hasil Siklus I dan II
Jika dibandingkan, terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 9,22 poin dari Siklus I ke Siklus II. Tingkat ketuntasan juga meningkat dari 72% pada Siklus I menjadi 97% pada Siklus II, dengan tambahan 8 siswa yang mencapai KKM. Kendala teknis yang sebelumnya menjadi hambatan pada Siklus I berhasil diminimalkan pada Siklus II, sehingga siswa dapat lebih fokus dalam pembelajaran. Selain itu, penambahan variasi soal, seperti soal analisis dan aplikasi, turut membantu siswa mengasah kemampuan berpikir kritis mereka.
Tahap
Rata-rata Nilai
Persentase Ketuntasan
Jumlah Tuntas
Jumlah Tidak Tuntas
Pra-Siklus
59,68
22%
7
25
Siklus I
76,56
72%
23
9
Siklus II
85,78
97%
31
1
Dampak Penggunaan Quizizz
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan ini adalah:
Motivasi Belajar yang Tinggi: Elemen gamifikasi membuat pembelajaran lebih menyenangkan.
Partisipasi Aktif Siswa: Quizizz mendorong siswa untuk lebih aktif dalam menjawab soal dan berdiskusi.
Evaluasi Real-Time: Guru dapat memberikan umpan balik langsung kepada siswa berdasarkan hasil kuis.
Peningkatan yang signifikan dari Siklus I ke Siklus II mengindikasikan bahwa media Quizizz efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep abstrak seperti Iman kepada Kitab-Kitab Allah. Selain itu, refleksi yang dilakukan di setiap siklus membantu guru mengatasi kendala teknis dan pedagogis yang muncul selama penelitian.
Kesimpulan dan Saran
Penggunaan media Quizizz terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi “Iman kepada Kitab-Kitab Allah.” Rata-rata nilai siswa meningkat dari 59,68 (pra-siklus) menjadi 85,78 (Siklus II), dengan tingkat ketuntasan mencapai 97%.
Saran untuk Guru:
Gunakan media pembelajaran berbasis teknologi secara rutin untuk materi abstrak.
Tingkatkan variasi soal untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa.
Berikan apresiasi kepada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar.
Rekomendasi untuk Penelitian Lanjutan: Eksplorasi lebih lanjut tentang implementasi Quizizz pada mata pelajaran lain untuk menguji efektivitasnya secara lebih luas. Dengan inovasi berbasis teknologi seperti Quizizz, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih interaktif, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang pada kualitas pendidikan.
Daftar Pustaka
Arikunto, S. (2008). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad, A. (2017). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. Handbook I: Cognitive Domain. New York: Longman. Deterding, S., Dixon, D., Khaled, R., & Nacke, L. (2011). “From Game Design Elements to Gamefulness: Defining ‘Gamification’.” Proceedings of the 15th International Academic MindTrek Conference: Envisioning Future Media Environments, 9–15. González, C., Rodríguez, M., & Hernández, M. (2020). “Active Learning Strategies in Education: A Systematic Review.” Journal of Educational Research, 15(3), 45–56. Hattie, J. (2019). Visible Learning: Feedback in the Classroom. New York: Routledge. Heinich, R., Molenda, M., & Russell, J. D. (2002). Instructional Media and Technologies for Learning (7th ed.). Columbus: Merrill Prentice Hall. Mayer, R. E., & Fiorella, L. (2021). Learning as a Generative Activity: Eight Learning Strategies that Promote Understanding. Cambridge: Cambridge University Press. Piaget, J. (1964). “Part I: Cognitive Development in Children: Piaget Development and Learning.” Journal of Research in Science Teaching, 2(3), 176–186. Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Self-Determination Theory: Basic Psychological Needs in Motivation, Development, and Wellness. New York: Guilford Press. Schunk, D. H., Pintrich, P. R., & Meece, J. L. (2021). Motivation in Education: Theory, Research, and Applications (6th ed.). Boston: Pearson. Suyadi. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: UNY Press. Sutrisno, D. (2023). “Penggunaan Quizizz sebagai Media Evaluasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Tingkat SMP.” Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–60.
Karanganyar – Liburan panjang di akhir pekan menjadi momen yang hangat bagi Nasyiah Karanganyar. Sebanyak 14 pengurus Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Purwantoro melakukan studi tiru ke Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Karanganyar. PDNA Karanganyar menerima kunjungan studi tiru dari PCNA Purwantoro, Wonogiri dengan ceria dan bahagia. Mereka pun datang dengan semangat dan antusias untuk saling berbagi ilmu (27/01/25).
Sekretaris umum PDNA Karanganyar, Khamsah Ruhana menyampaikan bahwa PDNA Karanganyar menghadirkan pimpinan cabang PDNA Karanganyar dan pimpinan ranting PDNA Karanganyar yang terbaik.
“Alhamdulillah PDNA Karanganyar bisa menjadi tempat kunjungan dari PCNA Purwantoro, padahal masih banyak PDNA di solo raya yang lebih maju daripada Karanganyar, semoga bisa diambil yang baiknya dan dibuang buruknya.”
Anis, selalu ketua PCNA Purwantoro mengucapkan banyak terimakasih kepada PDNA Karanganyar yang sudah mau saling berbagi ilmu kepada kami dari daerah pelosok yang masih perlu banyak belajar dan mengembangkan PCNA kami.
“Kami sangat tertarik kunjungan ke PDNA Karanganyar karena memiliki BUANA (Badan Usaha Milik Nasyiah) yang sangat maju, apalagi ketika saya mengikuti Musywil di Donohudan hampir setiap hari saya datang di standnya PDNA Karanganyar”, ungkap Nida, wakil ketua PCNA Purwantoro.
Harapannya dari kunjungan ini tetap terjalin silaturahmi untuk seterusnya. PCNA Purwantoro tetap terus bisa mengembangkan cabang dan rantingnya. PDNA Karanganyar pun tetap terus bisa maju dan konsisten dalam bernasyiah.
Pimpinan Dakwah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar telah menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam pengembangan potensi siswa dengan mengirimkan 39 finalis untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (OMBN) tahun 2024/2025. Pelepasan kontingen ini dilakukan oleh Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif Babher, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar pada Jumat, 24 Januari.
Kontingen dari Kabupaten Karanganyar, yang terdiri dari siswa-siswi unggulan dari berbagai institusi Muhammadiyah, akan bertanding di tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah (Unimus) Semarang pada Sabtu, 25 Januari. Dalam sambutannya, Arif menekankan pentingnya mental juara dan menyatakan bahwa hasil lomba hanyalah tambahan, sementara berkah bagi sekolah, guru, dan karyawan adalah yang utama.
“Finalis ini merupakan kader Muhammadiyah yang diharapkan dapat menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Mereka telah dididik untuk berprestasi di berbagai bidang,” kata Arif, meyakini kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh para finalis.
Ia percaya bahwa para finalis adalah siswa-siswa unggulan dengan kemampuan luar biasa. Pada OMBN tahun ini, sebanyak 39 kontingen dari Kabupaten Karanganyar berhasil lolos dari babak penyisihan di berbagai kategori yang diadakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kontingen tersebut berasal dari SMK Muhammadiyah 2, SMA Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 3, SMA Darul Arqom, SMP Darul Arqom, MI Tahfidzul Quran Matesih, MIM Gedongan Colomadu, SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang, dan SD Aisyiyah Surya Ceria Karanganyar.
Wakil Ketua PDM Karanganyar, Romdloni, optimis bahwa kontingennya akan berhasil di babak final, sehingga dapat mengangkat nama baik PDM Karanganyar di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa prestasi siswa Muhammadiyah terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.
“Sikap yang baik sangat krusial, karena kita membawa nama baik PDM Karanganyar. Hadiah menanti bagi mereka yang sukses di final ini,” tambahnya.
Salah satu finalis, Adiena Damai Yati dari SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, mengaku sedikit nervous menjelang kompetisi. Namun, siswi kelas XI Bisnis Digital ini bertekad untuk tidak mengecewakan sekolah dan keluarganya. “Insya Allah saya siap, hanya sedikit gugup,” ujarnya.
Dengan semangat dan dukungan PDM Karanganyar, para finalis berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama PDM Karanganyar serta pemerinta Kabupaten Karanganyat di OMBN 2025.
NEWSKABAR12, KARANGANYAR – Ahad, 19 Januari 2025, pukul 08.00-12.00, Ruang Seminar lantai 5 Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tempat pelaksanaan kajian ibadah haji dan umrah yang diselenggarakan oleh KBIHU Zam-Zam cabang Colomadu, bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Colomadu.
Acara yang dihadiri oleh puluhan calon jamaah haji dan umrah ini bertujuan mempersiapkan calon jamaah untuk menjalankan ibadah dengan cara yang spiritual dan praktis. Ketua KBIHU Zam-Zam Colomadu, Hariyanto, B.A, membuka acara dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat. “Kami mencatat sekitar 60 peserta yang terdiri dari jamaah Muhammadiyah, Aisyiyah, dan masyarakat umum,” ujarnya.
Dalam sambutan yang kedua, Seno Ariyanto, S.E, menekankan pentingnya pengenalan ibadah haji dan umrah bagi calon jamaah. Ia menyampaikan bahwa pemateri akan menjelaskan semua hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat haji.
Prof. Marwan Effendy, sebagai pembicara utama, memberikan materi tentang skema ibadah haji, khususnya haji tamattu’. Ia menjelaskan urutan dan alur pelaksanaan ibadah haji, serta gambaran aktivitas yang akan dilakukan di Makkah dan Madinah. Selain itu, peserta juga diajarkan melalui simulasi praktek yang diperagakan oleh panitia, serta mendapatkan penjelasan mengenai etika dan adab selama menjalankan ibadah haji, termasuk persiapan fisik dan mental yang diperlukan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris KBIHU PDM Karanganyar, Zaenal Arifin, Lc, dan Jumadi, yang memberikan pemaparan mengenai profil KBIHU Zam-Zam PDM Karanganyar serta ar-Rahmah, biro umroh dari PWM.
Kegiatan kajian berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang antusias bertanya selama sesi tanya jawab yang dibuka oleh MC.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bejo Amir, selaku sesepuh PCM Colomadu, menandai keberhasilan kegiatan ini dalam memperkuat pemahaman calon jamaah tentang pentingnya ibadah haji dan umrah.