Sambut Ramadan, Siswa Lintas Kelas di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Ikuti Sosialisasi Enlightening Ramadan Bertema “Salat: Antara Gerak, Makna, dan Hati”

Sambut Ramadan, Siswa Lintas Kelas di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Ikuti Sosialisasi Enlightening Ramadan Bertema “Salat: Antara Gerak, Makna, dan Hati”

muhammadiyahkaranganyar.or.id, COLOMADU – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu menghadirkan konsep pembelajaran berbeda yang lebih menantang, kolaboratif, dan bermakna. Sekolah mengemas kegiatan keagamaan dengan pendekatan pembelajaran lintas kelas guna menumbuhkan kepemimpinan, kemandirian, serta semangat belajar bersama di kalangan peserta didik.

Program Ramadan tahun ini dirancang dengan sistem kolaborasi antarkelas. Siswa kelas VII, VIII, dan IX dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen. Setiap kelompok terdiri atas perwakilan dari tiga jenjang yang berperan sebagai tutor teman sebaya. Melalui pola tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga dilatih memimpin, berkomunikasi, dan bekerja sama.

Guru berperan sebagai pembimbing sekaligus fasilitator. Mereka mendampingi diskusi, memastikan materi sesuai rujukan, serta mengarahkan proses presentasi. Setiap kelompok memiliki ketua yang bertanggung jawab mengatur pembagian tugas, mengontrol keaktifan anggota, dan memimpin jalannya pembelajaran. Sebelum mempresentasikan hasil kerja, kelompok wajib melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan guru pendamping.

Enlightening Ramadan diawali dengan Tarhib Ramadan bertajuk “ciblon” yang akan dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026. Suasana pembuka ini diharapkan mampu membangun keakraban sekaligus semangat kebersamaan sebelum rangkaian program inti dimulai.

Tahun ini, kegiatan Enlightening Ramadan mengusung tema “Salat: Antara Gerak, Makna, dan Hati.” Tema tersebut menekankan pentingnya memahami ibadah salat tidak hanya sebagai gerakan fisik, tetapi juga sebagai penghayatan makna spiritual. Materi pembelajaran mencakup sejarah tanah Arab sebelum dan sesudah kelahiran Rasulullah SAW, pendalaman fikih ibadah, serta pembiasaan praktik keagamaan sehari-hari.

Adapun target kegiatan meliputi khatam Al-Qur’an tiga kali, magang TPA selama 10 hari, i’tikaf, tebar 40 paket takjil, serta pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari tujuh muzakki. Rujukan materi menggunakan literatur Fikih Ibadah dari Suara Muhammadiyah dan Tarjih Muhammadiyah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak sekolah dengan melibatkan seluruh guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa/i kelas VII , VIII, dan IX sebagai peserta aktif. Melalui program ini, sekolah berharap tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Ardiana Puspitaningrum, S.Pd

Songsong Ramadan 1447 H, Konsorsium AUM Colomadu Gelar Kajian Rutin

Songsong Ramadan 1447 H, Konsorsium AUM Colomadu Gelar Kajian Rutin

muhammadiyahkaranganyar.or.id, COLOMADU – Konsorsium Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Colomadu sukses menyelenggarakan kegiatan Kajian Rutin Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bertempat di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan, kegiatan ini dihadiri oleh segenap pimpinan, guru, dan karyawan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Colomadu.

Kajian kali ini mengusung tema yang sangat relevan menjelang bulan suci, yakni “Ramadhan Berkemajuan: Dari Kesalehan Pribadi Menuju Kesalehan Sosial”. Hadir sebagai pemateri utama adalah Ustadz Teguh Anshori, SE., SH., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar.

Dalam kegiatan ini dihadiri pula bapak Iyan Sofyan S.Pd. MA selaku pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu beliau menyampaikan bahwa kegiatan pengajian yang diperuntukkan guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah ini berlangsung setiap bulan, semoga guru dan Karyawan tetap Istiqomah dalam mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan Cabang Muhammadiyah Colomadu (PCM), beliau berpesan kepada seluruh guru Amal Usaha Muhammadiyah untuk meningkatkan Iman dan Amal, serta mengajak guru-guru Muhammadiyah untuk memaknai datangnya bulan suci Ramadan secara lebih istimewa. “Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat spiritualitas, memperdalam pemahaman Al-Quran, serta meneguhkan kembali komitmen Muhammadiyah untuk berpegang pada Al-Quran dan sunah dalam membangun umat yang maju, berkeadaban, dan berintegritas,” ujarnya

Dalam pengajian ini ustadz Teguh menyampaikan dan menekankan pentingnya menyeimbangkan ibadah vertikal dan horizontal. Beliau mengajak seluruh warga AUM untuk menjadikan Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga (kesalehan pribadi), namun juga sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat (kesalehan sosial).

“Ramadhan Berkemajuan menuntut kita untuk tidak egois dalam beribadah. Kesalehan kita harus berdampak, harus terasa manfaatnya oleh lingkungan sekitar, sebagaimana semangat Al-Ma’un yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan,” ujar Ustadz Teguh dalam salah satu sesi materinya.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB serta dihadiri sekitar 70 guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah Colomadu ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Selain sebagai wadah menimba ilmu (thalabul ilmi), kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat ukhuwah antar pegiat Amal Usaha Muhammadiyah se-Cabang Colomadu.

Dengan terlaksananya kajian ini, diharapkan seluruh elemen AUM Colomadu memiliki bekal spiritual dan mental yang kuat dalam menyambut bulan suci Ramadhan, serta mampu menjadi teladan dalam mempraktikkan Islam yang berkemajuan di tengah masyarakat. Dengan semangat yang terjaga, Muhammadiyah terus berkomitmen untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai sarana pembelajaran dan penguatan keimanan, serta memberikan kontribusi positif bagi umat dan masyarakat secara luas.

Kontributor : Puspitasari Dwi Ariyanti, S.Psi

Pelatihan Imam dan Takmir Masjid Muhammadiyah se-Solo Raya Siapkan SDM Profesional Sambut Ramadan

Pelatihan Imam dan Takmir Masjid Muhammadiyah se-Solo Raya Siapkan SDM Profesional Sambut Ramadan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pelatihan Imam dan Takmir Masjid Muhammadiyah se-Solo Raya sukses digelar pada Senin, 16 Februari 2026 di aula MI Muhammadiyah Karanganyar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar bekerjasama dengan Majelis Tabligh PWM dan Majelis Tabligh se-Solo Raya.

Ketua panitia, Muh Aziz Qohhar, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas imam dan pengelola masjid agar mampu menjalankan tugas secara optimal. Aziz menyebutkan kegiatan kali ini diikuti oleh 247 peserta dari wilayah Solo Raya sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan Ramadhan.

Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan masjid secara profesional. Ia menegaskan bahwa masjid membutuhkan pejuang yang bersungguh-sungguh mengelolanya. “Siapa yang hidupnya untuk agama Allah, maka hidupnya akan diopeni Allah,” pesannya memotivasi peserta. Ketua PDM Karanganyar juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik.

Selanjutnya dalam sambutannya ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Ali Trigiyatno memaparkan bahwa program kegiatan pelatihan imam dan takmir ini adalah bagian dari program kerja strategis yang dilaksanakan pada setiap Karesidenan se-Jawa Tengah. Ali juga menekankan pentingnya penyiapan kader muballigh untuk memenuhi kebutuhan ummat. Ditargetkan Jawa Tengah dalam periode kepengurusannya memiliki setidaknya 12.000 muballigh Muhammadiyah yang nantinya bisa saling mengisi kajian antar daerah.

Pada kesempatan ini Ketua MTDK PDM Karanganyar, Ismail Soleh, menyerahkan cendera mata berupa buku kumpulan kultum Ramadhan karya para ustadz Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar kepada narasumber dan pimpinan PDM sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan kegiatan.

Pelatihan ini menghadirkan empat pemateri utama. Materi pertama disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng, Dr. Ali Trigiyatno, yang membahas fiqih sholat berjamaah dari berbagai madzhab serta perspektif tarjih Muhammadiyah. Disampaikan bahwa Fiqih Sholat sangat penting dikuasai seorang imam dan juga harus dipahami oleh jamaah.

Materi kedua diisi Ust. Ahmad Gunawan Al Hafidz dengan praktik tahsin Al-Qur’an, khususnya pembenahan bacaan Surah Al-Fatihah. Menurutnya seorang imam harus menguasai bacaan Al Quran dengan baik serta mampu melantunkan bacaan Al Quran dengan baik sehingga makmum tidak bosan. Untuk itu seorang imam perlu banyak belajar lagi.

Materi ketiga disampaikan Dr. Waluyo dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah mengenai aturan kemasjidan, peran takmir, serta tugas imam. Pada sesi ini juga diperkenalkan aplikasi SITAMA oleh Ary Kurniawan sebagai sarana digital pengelolaan dakwah Muhammadiyah.

Materi keempat diisi Ust. Kusnadi Ikhwani dari takmir Masjid Al Falah Sragen yang juga merupakan Pimpinan LPCRPM PP Muhammadiyah ini membagikan pengalaman dan motivasi memakmurkan masjid. Dengan gaya khasnya Kusnadi dengan lugas memaparkan pengalaman-pengalamannya mengelola masjid Al Falah Sragen dari masjid biasa hingga menjadi salah satu masjid percontohan Nasional.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung hingga tiga termin, masing-masing dengan tiga penanya aktif di setiap sesi.

Acara pelatihan ini ditutup pukul 15.00 dengan yel-yel penyemangat agar peserta semakin bersemangat dalam mengelola dan memakmurkan masjid. (Ismail)

Perkuat Dakwah di Karanganyar, Muhammadiyah Gondangrejo Terima Wakaf Tanah untuk Masjid dan Rumah Qur’an

Perkuat Dakwah di Karanganyar, Muhammadiyah Gondangrejo Terima Wakaf Tanah untuk Masjid dan Rumah Qur’an

muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondangrejo memperkuat basis dakwahnya melalui penerimaan ikrar wakaf dua petak tanah dari warga setempat. Prosesi sakral ini berlangsung di Masjid Al-Fatih, Banyu Urip, Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Langkah ini menandai babak baru pengembangan sarana keagamaan di wilayah tersebut. Penyerahan aset ini dihadiri langsung oleh Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar serta jajaran pleno PCM Gondangrejo sebagai komitmen transparansi pengelolaan aset umat. Dua sosok dermawan, Muhammad Rusuf Rahardianto dan Indratmi, resmi menyerahkan lahan mereka untuk dikelola Persyarikatan. Rahardianto mewakafkan tanah seluas 255 meter persegi yang diperuntukkan bagi pengembangan Masjid Al-Fatih. Sementara itu, Indratmi menyerahkan lahan seluas 195 meter persegi demi kemaslahatan umat Islam secara luas. Kepala KUA Kecamatan Gondangrejo, Fathul Amin, memimpin langsung jalannya ikrar dengan pendampingan dari Ali Wijaya dan Diah Hartanto. Prosesi ini dipastikan telah memenuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku agar memiliki kekuatan hukum tetap. Ketua PCM Gondangrejo, Edi Pupon, bertindak sebagai nadzir atau pengelola wakaf tersebut. Dalam pelaksanaannya, saksi-saksi kunci seperti Shulhan Aly Masykuri dan As’ad Ramadhan turut mengawal keabsahan dokumen dan prosesi. Rencana besar telah disiapkan untuk lahan-lahan tersebut. Muhammad Rofiq Rhamadan mengungkapkan bahwa lahan dari Indratmi akan dialokasikan khusus untuk program pendidikan. “Ke depan, tanah wakaf dari Indratmi akan kami kembangkan untuk pembangunan Rumah Qur’an Muhammadiyah,” ujar Rofiq dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa program tersebut memiliki misi khusus untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan lanjut usia. Selain pembangunan Rumah Qur’an, sinergi antara PCM Gondangrejo dan warga Banyu Urip juga akan difokuskan pada penyelesaian lantai dua Masjid Al-Fatih di atas lahan pemberian Rahardianto. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas daya tampung masjid agar kegiatan pembinaan umat bisa lebih maksimal. PCM Gondangrejo berharap momentum ini dapat memicu semangat berwakaf di tengah masyarakat Karanganyar. Aset wakaf ini diharapkan menjadi mesin pahala jariyah yang tidak terputus, sekaligus memperkokoh pilar pendidikan dan pelayanan keagamaan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

MI Muhammadiyah Karanganyar Borong Medali di OlympiAD Nasional VIII Makassar

MI Muhammadiyah Karanganyar Borong Medali di OlympiAD Nasional VIII Makassar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, MI Muhammadiyah Karanganyar kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Melalui kerja keras dan dedikasi tinggi, para siswa madrasah ini berhasil memboyong sejumlah medali dalam ajang bergengsi Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympiAD) Nasional ke-8 tahun 2026. Kompetisi berskala nasional tersebut berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan.

Prestasi gemilang pertama datang dari cabang Olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Siswa kelas 5D, Fakhri Al Ghozali Putra Yuniarta, sukses menyabet medali emas setelah menyisihkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Keberhasilan ini semakin lengkap dengan raihan medali perak yang dipersembahkan oleh Narendra Rafa Narutama, siswa kelas 6B, pada cabang lomba yang sama.

Penganugrahan Madrasah Berprestasi

Tidak hanya unggul di bidang sains murni, MI Muhammadiyah Karanganyar juga menunjukkan taringnya di bidang teknologi. Pada cabang Robotika, tim yang digawangi oleh Fadhil Rizal R dari kelas 6I dan Azka Kayana dari kelas 6C berhasil naik ke podium juara dengan membawa pulang medali perak.

Pihak madrasah menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti konsistensi lembaga dalam membimbing potensi akademik maupun keterampilan teknis siswa. Kemenangan ini juga dianggap sebagai buah dari sinergi yang harmonis antara lingkungan sekolah dan peran aktif wali murid.

Apresiasi tinggi datang langsung dari pimpinan Dikdasmen PDM Karanganyar saat menyambut kepulangan rombongan di Bandara Sultan Hasanuddin. Dalam keterangannya, perwakilan pimpinan Dikdasmen mengungkapkan rasa bangganya atas determinasi para pejuang cilik ini.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas capaian luar biasa ini. Prestasi para siswa merupakan hasil dari kerja keras, bimbingan guru, serta sinergi yang baik antara madrasah dan orang tua,” ujarnya secara langsung di hadapan para siswa dan pendamping.

Ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa prestasi ini bukan sekadar angka atau medali, melainkan representasi dari kualitas pendidikan Muhammadiyah di Karanganyar. Ia berharap kemenangan di Makassar ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh peserta didik lainnya agar terus berani bermimpi dan berkompetisi, baik di level nasional maupun internasional di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala MI Muhammadiyah Karanganyar menyampaikan rasa syukurnya. Keberhasilan di OlympiAD ke-8 ini diharapkan mampu menjaga tradisi juara madrasah dan memperkuat posisi MI Muhammadiyah Karanganyar sebagai sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi berprestasi dan berkarakter.