Perkuat Ideologi dan Kaderisasi, PCNA Colomadu Ikuti DANA I Batch 3 Tahun 2026

Perkuat Ideologi dan Kaderisasi, PCNA Colomadu Ikuti DANA I Batch 3 Tahun 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar — 8 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) I pada 16–17 Februari 2026 bertempat di SMP Muhammadiyah 4 Mojogedang. Kegiatan ini merupakan program kaderisasi formal sebagai upaya penguatan ideologi gerakan Nasyiah di tingkat cabang.

Mengusung tema “Penguatan Ideologi Gerakan Nasyiah Menuju Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah yang Mencerahkan”, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kaderisasi dalam menjaga eksistensi dan peran strategis Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah, sosial, dan pendidikan. Tantangan zaman menuntut hadirnya kader perempuan muda yang memiliki integritas, militansi, serta kemampuan kepemimpinan yang unggul.

Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) I bertujuan melahirkan kader militan yang berkualitas dan berintegritas, menumbuhkan sikap ikhlas beramal bakti dalam Persyarikatan Muhammadiyah, serta mempersiapkan kader yang kreatif, inovatif, dan progresif sesuai perkembangan zaman.

Sebanyak 40 peserta dari Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Karangpandan, Mojogedang, Kebakkramat, Jenawi, Ngargoyoso, Colomadu, Kerjo, dan Tawangmangu akan mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari. Materi yang diberikan meliputi Penguatan Pemahaman Keislaman, Sejarah Muhammadiyah dan Aisyiyah, Pengantar Organisasi dan AD/ART, Kesekretariatan, Psikologi Remaja, Retorika, hingga Rencana Tindak Lanjut.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader Nasyiatul Aisyiyah yang tidak hanya memahami ideologi gerakan, tetapi juga siap menjadi penggerak organisasi yang mencerahkan di wilayah masing-masing.

✍🏻 Qoanitah Apriliana, S. Pd.

Pawai Tarhib Ramadan 1447H dan Bakti Sosial Warnai Kegiatan KB Aisyiyah Baturan Colomadu

Pawai Tarhib Ramadan 1447H dan Bakti Sosial Warnai Kegiatan KB Aisyiyah Baturan Colomadu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Colomadu— Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, KB (Kelompok Bermain) Aisyiyah Baturan, Colomadu menggelar kegiatan Pawai Tarhib Ramadan sekaligus promosi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan membagikan brosur serta sayuran dan sembako kepada masyarakat pada Jumat (13/2/2025).

Kegiatan dimulai dari halaman depan KB (Kelompok Bermain) Aisyiyah Baturan Colomadu dan diikuti oleh 21 siswa bersama 10 kepala sekolah, guru, dan karyawan. Anak-anak tampak antusias berjalan beriringan sambil membawa atribut bernuansa Ramadan serta menyapa warga sekitar.

Selain pawai, pihak sekolah juga membagikan sayuran dan sembako kepada masyarakat. Program berbagi sayuran tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Sayuran yang dibagikan berasal dari dana infak siswa dan karyawan sekolah.

Kepala sekolah Niflach Mutiara Dewi, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai keagamaan sejak usia dini, khususnya dalam menyambut bulan Ramadhan.

“Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini kami ingin melatih anak menjalankan rukun Islam, seperti berpuasa dan sholat tarawih, sekaligus mengenalkan makna dan pahala puasa. Anak-anak juga diajarkan untuk peduli dan berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Selain sebagai pembelajaran karakter dan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari promosi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan membagikan brosur kepada masyarakat sekitar.

Pihak sekolah Guru-Guru Rahmawati Nur Wijayanti, S.Pd dan Munawarah, S.Ag berharap kegiatan positif ini membawa keberkahan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Harapan kami sekolah semakin berkah dan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan anaknya di KB (Kelompok Bermain) Aisyiyah Baturan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari warga sekitar yang merasa senang dengan kehadiran anak-anak serta program berbagi yang dilakukan sekolah.

Kontributor : Yonanda Sukma Wardana, S.Sos., M.Si.

Wujudkan Ramadan Bulan Tarbiyah, Santri PPTQ Al Ikhlas Botok Isi Kultum Subuh di Masjid Alwalidah

Wujudkan Ramadan Bulan Tarbiyah, Santri PPTQ Al Ikhlas Botok Isi Kultum Subuh di Masjid Alwalidah

muhammadiyakaranganyar.or.id, KERJO – Suasana religius yang kental terasa di Masjid Alwalidah Sa’ada binti Ali bin Husein Botok, Kecamatan Kerjo, selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Berbeda dari biasanya, agenda kultum subuh kali ini didominasi oleh penampilan para santri dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Ikhlas Botok sebagai wujud nyata implementasi Ramadan sebagai bulan Tarbiyah atau pendidikan.

Tepat pada Kamis (19/2/2026), yang bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H, giliran santri bernama Zayyin yang naik ke mimbar. Dengan penuh percaya diri, ia membawakan materi bertema “Kesabaran dalam Berpuasa” di hadapan puluhan jemaah yang memenuhi saf masjid.

Zayyin menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ujian kesabaran yang menyeluruh. Menurutnya, tanpa kesabaran, rangkaian ibadah tersebut tidak akan berjalan dengan sempurna dan justru berpotensi merusak pahala puasa itu sendiri. Ia juga menyinggung tantangan berat bagi umat Islam di era modern saat ini.

“Pentingnya sikap sabar dalam melaksanakan puasa karena tanpa kesabaran tersebut, maka rangkaian puasa tidak terjalani dengan baik dan benar. Hal itu bisa merusak kebaikan atau pahala puasa itu sendiri,” ujar Zayyin di hadapan jemaah.

Lebih lanjut, Zayyin memberikan gambaran mengenai beratnya mempertahankan iman dan sunah di akhir zaman. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang harus menggenggam bara api yang panas demi menjaga konsistensi agamanya di tengah fitnah dan ujian berat.

“Seseorang yang konsisten berpegang teguh pada agama Allah akan menghadapi fitnah, ujian berat, cacian, hingga pengucilan. Ini sesuai dengan Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi nomor 2260,” tambah Zayyin memperkuat argumennya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan karakter bagi santri. Ketua Takmir Masjid Alwalidah Sa’ada Botok, Resdhy, memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi antara takmir dan pesantren tersebut. Ia menilai, memberikan panggung bagi santri untuk berdakwah secara langsung adalah cara terbaik mengasah mental dan kemampuan retorika mereka.

Resdhy menjelaskan bahwa pihak takmir menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan semangat Ramadhan sebagai media pembelajaran bagi generasi muda. Menurutnya, santri perlu diberikan ruang untuk mencoba menyampaikan ilmu yang telah diperolehnya selama di pondok kepada masyarakat luas.

“Kegiatan kultum semacam ini sebagai media pembelajaran para santri PPTQ Al Botok untuk tampil di depan jemaah. Kami menyambut baik dan mendorong semangat para santri dalam kegiatan ini,” ungkap Resdhy.

Melalui program ini, PPTQ Al Ikhlas Botok berharap para santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga cakap dalam berdakwah. Langkah ini diharapkan mampu mencetak kader dai yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

LazisMu Gondangrejo Perkuat Konsolidasi, Targetkan Ribuan Paket Program Ramadan 2026

LazisMu Gondangrejo Perkuat Konsolidasi, Targetkan Ribuan Paket Program Ramadan 2026

muhammadiyakaranganyar.or.id, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondangrejo menggelar Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) dan Rapat Kerja Khusus (RAKERSUS) Tahun 2026 pada Selasa (17/2/2026). Bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus mematangkan persiapan program menyambut bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 53 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan Muhammadiyah, pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga tokoh takmir masjid binaan di wilayah Gondangrejo. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif dalam membangun sistem filantropi Islam yang profesional dan transparan.

Ketua KLL PCM Gondangrejo, Sulkhan Ali Masykuri, menekankan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci keberhasilan lembaga. Ia menyatakan bahwa penguatan kolaborasi antara Lazismu dengan sekolah, ranting, dan masjid akan berdampak langsung pada jangkauan manfaat bagi umat.

Ia menambahkan, peningkatan dana ZIS akan dialokasikan untuk menopang layanan ambulans gratis, santunan dhuafa, dan program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu PDM Karanganyar, Achmad Zaki Musthofa, memberikan penegasan mengenai legalitas lembaga. Ia mengingatkan bahwa seluruh penghimpunan dana di lingkungan Muhammadiyah wajib tercatat melalui sistem rekening satu atap Lazismu guna menjamin akuntabilitas di mata hukum dan publik.

Sementara itu, Ketua PCM Gondangrejo, Edi Pupon, yang membuka acara secara resmi, menyoroti pentingnya penguatan jamaah. Menurutnya, basis jamaah yang kuat di masjid dan AUM akan secara otomatis meningkatkan potensi Ziska (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang berkelanjutan.

Enam Program Strategis 2026

Dalam sidang pleno, forum menyepakati enam poin utama program kerja tahun 2026, yaitu:

1. Penyaluran 300 paket Kado Ramadhan senilai Rp150.000 per paket.

2. Pembagian 1.000 paket takjil buka puasa bagi masyarakat dan pengguna jalan.

3. Distribusi 50 meja baca Al-Qur’an untuk masjid dan mushala binaan.

4. Edukasi masif dan optimalisasi kotak infak di lingkungan guru, siswa, dan jamaah.

5. Implementasi sistem pencatatan keuangan satu atap yang terintegrasi.

6. Peningkatan layanan ambulans melalui pemberian insentif bagi driver.

Melalui langkah-langkah terukur ini, Lazismu PCM Gondangrejo optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengentaskan persoalan sosial dan memperkuat dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di tingkat akar rumput.

Sambut Ramadan, Siswa Lintas Kelas di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Ikuti Sosialisasi Enlightening Ramadan Bertema “Salat: Antara Gerak, Makna, dan Hati”

Sambut Ramadan, Siswa Lintas Kelas di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Ikuti Sosialisasi Enlightening Ramadan Bertema “Salat: Antara Gerak, Makna, dan Hati”

muhammadiyahkaranganyar.or.id, COLOMADU – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu menghadirkan konsep pembelajaran berbeda yang lebih menantang, kolaboratif, dan bermakna. Sekolah mengemas kegiatan keagamaan dengan pendekatan pembelajaran lintas kelas guna menumbuhkan kepemimpinan, kemandirian, serta semangat belajar bersama di kalangan peserta didik.

Program Ramadan tahun ini dirancang dengan sistem kolaborasi antarkelas. Siswa kelas VII, VIII, dan IX dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen. Setiap kelompok terdiri atas perwakilan dari tiga jenjang yang berperan sebagai tutor teman sebaya. Melalui pola tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga dilatih memimpin, berkomunikasi, dan bekerja sama.

Guru berperan sebagai pembimbing sekaligus fasilitator. Mereka mendampingi diskusi, memastikan materi sesuai rujukan, serta mengarahkan proses presentasi. Setiap kelompok memiliki ketua yang bertanggung jawab mengatur pembagian tugas, mengontrol keaktifan anggota, dan memimpin jalannya pembelajaran. Sebelum mempresentasikan hasil kerja, kelompok wajib melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan guru pendamping.

Enlightening Ramadan diawali dengan Tarhib Ramadan bertajuk “ciblon” yang akan dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026. Suasana pembuka ini diharapkan mampu membangun keakraban sekaligus semangat kebersamaan sebelum rangkaian program inti dimulai.

Tahun ini, kegiatan Enlightening Ramadan mengusung tema “Salat: Antara Gerak, Makna, dan Hati.” Tema tersebut menekankan pentingnya memahami ibadah salat tidak hanya sebagai gerakan fisik, tetapi juga sebagai penghayatan makna spiritual. Materi pembelajaran mencakup sejarah tanah Arab sebelum dan sesudah kelahiran Rasulullah SAW, pendalaman fikih ibadah, serta pembiasaan praktik keagamaan sehari-hari.

Adapun target kegiatan meliputi khatam Al-Qur’an tiga kali, magang TPA selama 10 hari, i’tikaf, tebar 40 paket takjil, serta pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari tujuh muzakki. Rujukan materi menggunakan literatur Fikih Ibadah dari Suara Muhammadiyah dan Tarjih Muhammadiyah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak sekolah dengan melibatkan seluruh guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa/i kelas VII , VIII, dan IX sebagai peserta aktif. Melalui program ini, sekolah berharap tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Ardiana Puspitaningrum, S.Pd