muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGPANDAN – Suasana syahdu menyelimuti Desa Blora, Karangpandan, saat puluhan suara mungil melantunkan shalawat di sepanjang jalan desa. Sebanyak 65 siswa dari KB Al Jami’i dan TK Aisyiyah Karangpandan turun ke jalan untuk memeriahkan kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 H pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pawai keliling desa ini menjadi ajang syiar Islam sekaligus ungkapan kegembiraan menyambut bulan suci. Dengan mengenakan busana muslim yang rapi serta membawa berbagai atribut kreatif bernuansa Islami, para peserta tampak sangat antusias mengikuti rute yang telah ditentukan oleh panitia.
Kepala sekolah dan para guru pendamping memimpin barisan dengan penuh semangat. Sepanjang perjalanan, anak-anak tidak berhenti menyuarakan yel-yel Ramadhan yang menambah semarak suasana pedesaan. Pawai ini bukan sekadar jalan santai, melainkan bagian dari metode pembelajaran luar ruangan (outdoor learning).
Selain itu, bahwa pawai ini juga melatih keberanian anak-anak untuk tampil di ruang publik serta mempererat ikatan emosional antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Pelaksanaan pawai berlangsung dengan sangat tertib dan lancar. Para guru siaga mendampingi di sisi barisan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak-anak selama menyusuri area Desa Blora. Kehadiran barisan anak-anak ini rupanya menarik perhatian warga. Banyak penduduk desa yang keluar rumah untuk memberikan semangat dan dukungan kepada para peserta kecil tersebut.
Dukungan positif dari masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan sekolah mampu memberikan dampak sosial yang baik di lingkungan sekitar. Melalui interaksi ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang lebih kuat antara institusi pendidikan dan warga desa.
Pihak sekolah berharap, melalui Tarhib Ramadhan ini, anak-anak semakin mengenal makna Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, ampunan, dan pintu untuk melakukan berbagai kebaikan. Dengan kegembiraan yang terpancar dari wajah para siswa, pesan damai dan keberkahan Ramadhan pun berhasil tersampaikan kepada seluruh masyarakat Desa Blora.
muhammadiyahkarangnyar.or.id, SURAKARTA– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) menggelar agenda penting bertajuk “Koordinasi Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat” pada Kamis, 12 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat B.2 Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS ini menjadi ajang konsolidasi vital antara akademisi dan penggerak persyarikatan di tingkat cabang.
Hadir sebagai undangan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat mengirimkan delegasi terbaiknya, yakni Warjoko dan Suparman. Kehadiran tokoh dari Kebakkramat ini menegaskan komitmen cabang dalam menyambut program pemberdayaan berbasis riset yang diinisiasi oleh perguruan tinggi.
Partisipasi aktif Warjoko dan Suparman dalam forum ini bertujuan untuk memastikan bahwa program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dirancang UMS benar-benar menyentuh kebutuhan nyata warga di wilayah Kebakkramat.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk membangun jembatan antara kepakaran dosen UMS dengan potensi serta tantangan yang ada di ranting-ranting kami,” ujar perwakilan PCM Kebakkramat di sela-sela acara.
Sebanyak 25 peserta dari unsur MPM dan LPCR se-Soloraya bersama delegasi PCM Kebakkramat berdiskusi intensif dengan tiga narasumber ahli dari UMS: Muhtadi, Kuswaji, dan Agus Triyono. Diskusi tersebut difokuskan pada:
1. Pemetaan Masalah: Mengidentifikasi kendala sosial dan ekonomi di tingkat lokal sebagai dasar program yang tepat sasaran.
2. Penguatan Struktur: Meningkatkan peran strategis Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai ujung tombak pengabdian.
3. Kolaborasi Terintegrasi: Menyusun peluang kerja sama yang memadukan keahlian akademis dengan kebutuhan warga persyarikatan.
Direktur DRPPS UMS, Sarjito, dalam sambutanya menekankan pentingnya sinergi ini agar tercipta pengabdian yang berdampak, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Dengan kehadiran tokoh dari PCM Kebakkramat, diharapkan program pemberdayaan di wilayah tersebut dapat segera terakselerasi, baik di bidang ekonomi mikro, penguatan organisasi, maupun solusi teknologi tepat guna yang ditawarkan oleh UMS.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, COLOMADU — Suasana mendung yang menyelimuti langit Colomadu pada Senin (9/2/2026) tidak menyurutkan semangat siswa-siswi SMP Muhammadiyah 7 PU Colomadu untuk tetap belajar dan mengembangkan diri. Selesai Penilaian Harian bulan Februari, mereka mengikuti pelatihan Public Speaking yang dilaksanakan di Masjid An Nur.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 7 PU Colomadu ini menghadirkan pembicara Faqih Annisa, dosen Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Pelatihan tersebut diikuti oleh siswi kelas 7, 8, dan 9 dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.
Setelah salat dhuhur, peserta telah memenuhi dalam masjid dengan penuh antusias. Meski bertepatan dengan hari ujian, para siswa tetap menunjukkan komitmen untuk mengikuti pelatihan hingga selesai. Guru pendamping dan panitia sekolah turut terlibat aktif mengoordinasikan jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan kondusif.
Dalam pemaparannya, Faqih Annisa menyampaikan materi dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Ia menjelaskan pentingnya keterampilan berbicara sebagai bekal akademik maupun sosial. Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut dan percaya diri menjadi kunci keberhasilan siswa di berbagai kesempatan, baik saat presentasi di kelas, berdiskusi, maupun berinteraksi di masyarakat.
Tidak hanya teori, pelatihan juga dilengkapi dengan sesi praktik. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah praktik dubbing. Pada sesi ini, siswa mencoba menirukan suara hewan sapi, kambing, bahkan animasi spongebob untuk melatih artikulasi, intonasi, serta ekspresi. Tawa dan semangat tampak mewarnai ruangan ketika para peserta mencoba menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Beberapa siswa mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menantang. Mereka merasa lebih berani berbicara dan tampil di depan teman-temannya. Guru pendamping pun menilai kegiatan ini efektif untuk melatih mental serta meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
Pihak sekolah berharap pelatihan Public Speaking dapat menjadi program berkelanjutan yang mendukung penguatan literasi dan pengembangan karakter peserta didik. Dengan bekal kemampuan berbicara yang baik, siswa diharapkan mampu menyampaikan ide secara santun, kritis, dan percaya diri.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 7 PU Colomadu menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi komunikasi sebagai bekal penting menghadapi tantangan masa depan.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan Wakil Menteri Agama Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., dan sejumlah rombongan Kementerian Agama di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (10/2).
Wamenag menyambangi Rektorat UMS usai menghadiri 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies 2026 di Auditorium Mohammad Djazman UMS.
Dalam kunjungan ke Rektorat itu, Wamenag Romo mengapresiasi komitmen UMS yang terus menyelaraskan perkembangan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, UMS memiliki peran besar untuk menciptakan generasi yang siap memimpin dan mengendalikan perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi saat ini adalah keniscayaan. UMS memiliki peran besar dalam mengendalikan perkembangan itu agar teknologi tetap berada di bawah kendali manusia,” ujar Romo.
Romo menuturkan perkembangan teknologi tidak bisa ditolak. Perkembangan itu harus disambut, dirawat, dan dikembangkan. Pada saat yang sama, manusia harus menyadari bahwa teknologi bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Hal inilah yang membuat kendali manusia sangat penting.
Romo menggarisbawahi pentingnya peran manusia sebagai khalifah atau pemimpin. “Khalifah yang harus mengendalikan agar teknologi yang digunakan ini benar-benar terkendali di bawah kesadaran manusia sehingga capaiannya itu tidak menabrak nilai etika, moral, dan agama,” imbuh dia.
UMS, menurutnya, harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung tujuan organisasi Muhammadiyah. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna pada sejumlah bidang, seperti pendidikan, penelitian, dan dakwah akan bermanfaat bagi terwujudnya tujuan Muhammadiyah: memperbaiki umat di masa mendatang.
“Saya kira (UMS) harus ikut aktif apalagi Muhammadiyah punya sumber daya yang cukup untuk kemudian bisa bersama-sama membangun teknologi yang lebih maju, lebih kompetitif dengan perkembangan teknologi yang ada,” jelas Wamenag.
Disinggung mengenai rencana kerja sama antara Kemenag dengan UMS, Romo menyatakan kementerian akan terus menjaga komitmen kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
Salah satu kerja sama strategis antara UMS dengan Kemenag adalah pengembangan program Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam. Melalui kunjungan tersebut, Romo berharap kerja sama yang telah terjalin akan terus berlanjut di masa mendatang.
“Ke depan tentu kalau ada hal-hal lain yang bisa dikerjasamakan untuk kemajuan bangsa dan negara, apalagi ini spesifik di bidang keilmuan, kita pasti support,” tegasnya.
Senada, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menyatakan kesiapannya untuk menjaga kerja sama yang telah terjalin. Pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pengembangan keilmuan, baik dalam bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, maupun keagamaan.
“UMS sebagai pionir perguruan tinggi Islam dengan Kementerian Agama sebagai lembaga formal yang menaungi prodi-prodi keagamaan. Kami berharap kerja sama akan terus terjalin ke depannya,” kata Rektor UMS itu. (Gede/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Dosen Atletik dan Olahraga Paralimpik Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Akhmad Azlan Khoirur Rozikin, S.Pd., M.Or., kembali mengharumkan nama bangsa sekaligus institusi. Ia sukses mengantarkan atlet binaannya meraih medali emas pada ajang “The 33rd ASEAN Para Games 2025 Thailand” sebagai Pelatih Cabang Olahraga Atletik Tim Nasional Indonesia.
Pada kejuaraan olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut, Tim Nasional Atletik Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan melampaui target yang telah ditetapkan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia kepada pemerintah. Target awal sebanyak 85 medali emas berhasil terlampaui secara signifikan.
“Alhamdulillah, pada pelaksanaannya kita berhasil meraih 135 medali emas dan 145 medali perunggu. Secara peringkat juga melampaui target, dari yang semula menargetkan tiga besar, kita berhasil finis di peringkat kedua ASEAN,” ujar Akhmad Azlan saat diwawancarai pada Selasa, (10/2).
Capaian tersebut menempatkan Indonesia tepat di bawah tuan rumah Thailand, yang diakui memiliki keunggulan sebagai penyelenggara. Meski demikian, hasil tersebut menjadi bukti peningkatan signifikan performa atletik Indonesia di level regional.
(Kanan) Dosen Atletik dan Olahraga Paralimpik Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Akhmad Azlan Khoirur Rozikin, S.Pd., M.Or., foto besama atlet binaannya
Dalam tim kepelatihan NPC Indonesia, Akhmad Azlan berperan aktif membina atlet-atlet yang berada di bawah tanggung jawabnya. Ia fokus membenahi aspek teknik, kecepatan, dan kekuatan (power) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing atlet.
“Peran pelatih sangat krusial. Kita harus mampu melihat secara visual kekurangan atlet, lalu memperbaikinya melalui pendekatan teknik dan latihan yang tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem kepelatihan Timnas Atletik Indonesia terdiri atas kepala pelatih dan beberapa pelatih pendamping yang masing-masing membawahi atlet tertentu. Pembagian peran tersebut membuat proses pembinaan berjalan lebih efektif dan terarah.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, terutama NPC Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut Akhmad Azlan, fasilitas sarana dan prasarana yang diberikan sangat membantu kelancaran pemusatan latihan nasional.
“NPC Indonesia dan Kemenpora memfasilitasi kami secara maksimal, mulai dari tempat latihan, akomodasi, hingga kebutuhan atlet. Atlet jadi bisa fokus berlatih tanpa terbebani hal-hal teknis di luar latihan,” ungkapnya.
Pemusatan latihan atletik disabilitas sendiri dilaksanakan di training center Karanganyar, tepatnya di kawasan Delingan, yang disediakan khusus dan tidak bercampur dengan fasilitas umum. Hal tersebut dinilai mempermudah pengawasan dan efektivitas program latihan.
Dukungan juga datang dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Akhmad Azlan menegaskan UMS, khususnya Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP, memberikan kepercayaan dan dukungan moril penuh atas perannya sebagai pelatih atlet disabilitas di level internasional.
“UMS memberikan kepercayaan besar kepada saya untuk mendampingi atlet disabilitas. Dukungan moril ini sangat berarti dalam proses kepelatihan,” ujarnya.
Menurutnya, fase paling krusial dalam pendampingan atlet adalah masa pra-pertandingan. Pada fase ini, pelatih dituntut mampu membangun mental bertanding dan kepercayaan diri atlet agar siap tampil maksimal di arena.
Pengalaman panjang Akhmad Azlan sejak ASEAN Para Games Myanmar 2013, Korea, Singapura, hingga Thailand 2025 menjadi bekal berharga dalam menangani atlet disabilitas dengan berbagai karakteristik, termasuk atlet dengan hambatan visual yang membutuhkan pendekatan dan metode latihan khusus.
Ia juga menekankan relevansi kuat antara olahraga disabilitas dengan pembelajaran adaptif yang dikembangkan di UMS. Keberadaan mata kuliah olahraga paralimpik, perencanaan program latihan, ilmu gizi, serta tes dan pengukuran dinilai sangat mendukung strategi kepelatihannya.
“Keilmuan yang dikembangkan di Pendidikan Jasmani UMS sangat aplikatif. Ini bukan hanya relevan untuk prestasi, tetapi juga membentuk pelatih yang memahami olahraga inklusif,” tegasnya.
Lebih jauh, Akhmad Azlan menilai kurikulum Pendidikan Jasmani UMS berperan penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan empati terhadap atlet disabilitas.
Melalui prestasi ini, lanjutnya, UMS kembali menegaskan kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang olahraga, sekaligus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung olahraga inklusif dan prestasi atlet disabilitas di tingkat nasional hingga internasional. (Yusuf/Humas)