muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendikakan (KKN-Dik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan Lapak Baca sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak-anak di Kelurahan Bonggoeya RT.11 Kota Kendari. Sebuah ruang belajar yang santai, menyenangkan, dan edukatif melalui aktivitas membaca serta lomba mewarnai. Diselenggarakan di Halaman Asrama Universitas Muhammadiyah Kendari.
Lapak Baca merupakan kegiatan yang memadukan sesi membaca buku dengan lomba mewarnai. Bertujuan untuk meningkatkan minat baca, mengembangkan kreativitas, serta melatih motorik halus anak-anak melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan.
Mahasiswa KKN-Dik UMS melibatkan anak-anak usia 5 hingga 13 tahun sebagai peserta utama. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat yang turut membantu kelancaran program.
Dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, pada tanggal 24 dan 31 Januari, serta 12 Februari 2026. Mahasiswa KKN-Dik UMS berperan sebagai fasilitator untuk mendampingi anak-anak dalam membaca, membacakan cerita, mengajak diskusi ringan, serta membimbing jalannya lomba mewarnai.
Widiyanti salahsatu mahasiswa KKN-Dik UMS menyampaikan bahwa semangat literasi pada generasi penerus bangsa semakin terkikis, Lapak Baca yang digagas menjadi bentuk ikhtiar untuk meningkatkan daya minat baca di tengah distraksi perkembangan teknologi.
“Lapak hadir sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan minat baca anak sejak dini. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kebiasaan membaca perlu terus ditanamkan agar anak-anak memiliki kemampuan literasi yang baik”, terangnya Rabu, (11/2).
Ia juga menegaskan bahwa Lapak Baca hadir sebagai alternatif pembelajaran nonformal yang menyenangkan, sehingga anak-anak dapat belajar tanpa tekanan dan menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menghibur sekaligus bermanfaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan singkat oleh mahasiswa KKN. Selanjutnya, anak-anak mengikuti sesi membaca buku cerita yang sarat nilai moral dan pesan positif.
Setelah sesi membaca, kegiatan dilanjutkan dengan lomba mewarnai, di mana anak-anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui warna dan gambar.
Antusiasme dan nuansa artistik melekat pada kegiatan ini. Pasalnya, peserta terlihat berani untuk membaca dan bertanya, serta kreatif dalam memilih dan memadukan warna saat lomba mewarnai.
Widiyanti menambahkan, Lapak Baca menjadi momentum pembentukan karakter anak dan menjadi ruang temu kolaborasi dengan masyarakat.
“Lapak Baca tidak hanya meningkatkan literasi dasar, tetapi juga membantu membangun karakter anak yang lebih percaya diri, kreatif, dan gemar belajar. Selain itu, kegiatan ini mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar melalui kolaborasi yang positif”, tambahnya.
Mahasiswa KKN-Dik UMS berharap program Lapak Baca dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak anak di Kelurahan Bonggoeya RT.11. Kegiatan ini menunjukan semangat mahasiswa UMS dalam menyongsong kemajuan pendidikan negara. (Affiq/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Ngaji Outdoor (Ngador) bersama jamaah Masjid Munajat Pondok Shabran UMS. Diselenggarakan di Umbul Siblarak Klaten, Rabu (11/2).
Kajian yang biasanya dilaksanakan di masjid, kini hadir dengan desain yang berbeda, menunjukkan bahwa dakwah dapat diselenggarakan secara inklusif. Berjumlah 48 Jamaah dan menghadirkan pemateri Sulchan Ainur Ramadhan, M.Ag., selaku pembina Pondok Shabran UMS.
Sulchan Ainur Ramadhan, S.Ag., memaparkan materi
Muhammad Farhan Ketua Takmir Masjid Munajat dan selaku mahasantri Pondok Shabran UMS, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme jamaah ibu-ibu Masjid Munajat, meskipun umur relatif tua. Namun, semangat dalam menuntut ilmu tidak pernah surut.
“Terima kasih atas antusiasme ibu-ibu jamaah dalam menyambut acara ini, hal ini memantik semangat kami untuk terus semangat dalam menyampaikan dakwah islam. Ibaratnya ibu-ibu itu umurnya tua, tapi jiwanya muda”, jelas Farhan.
Dalam sesi penyampaian materi, Sulchan membawakan tema “Ramadan Ojo Mung Ra-madhang”. Ia mengawali dengan mengapresiasi semangat ibu-ibu jamaah dalam menuntut ilmu.
“Perjalanan panjang ibu-ibu dalam menuntut ilmu ini, nantinya akan menjadi bekal ibu-ibu di kehidupan yang akan datang”, tambahnya.
Sulchan menjelaskan bahwa ilmu merupakan hal fundamental yang dipersiapkan untuk menyambut bulan suci, yaitu bulan Ramadhan.
“Bekal pertama menyambut Ramadan yaitu ilmu. Karena semua syariat itu dilandasi dengan ilmu, ilmu menjadi fondasi dasar dalam menjalankan syariat agama”, terangnya.
Sulchan juga mengutip hadits yang menerangkan bahwa “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu”. Namun, menurutnya masih banyak kemaksiatan yang sering ditemui ketika bulan Ramadhan.
“Kemaksiatan di bulan ramadhan masih sering ditemui, karena setan itu ada 2 golongan, setan golongan jin dan golongan manusia. Setan golongan manusia merupakan faktor eksternal dari apa yang dijelaskan pada hadis tersebut. Maka, kita harus mengendalikan diri kita saat ramadhan”, paparnya.
Tidur bernilai ibadah itu ketika sebelum tidur diniatkan untuk amalan² sunnah ramadhan.
Lanjutannya, Sulchan menyampaikan bahwa puasa dilihat dari segi medis dapat membakar sel-sel mati, atau yang disebut dengan autofagi (pembesihan sel rusak).
“Kalau menurut Dokter Tirta, Puasa itu akan membakar sel² mati, yang disebut autofagi, akan menghindarkan diri kita dari penyakit”, ungkapnya.
Dalam menanggapi transformasi digital, Muhammadiyah menawarkan solusi efektif untuk mempermudah pelaksanaan ibadah yang diberi nama aplikasi “MASA”. Menurut Sulchan, aplikasi MASA dapat menjadi pedoman dalam menjalankan amalan-amalan di bulan Ramadhan.
Menutup sesi materi, Sulchan mengutip Tafsir Ar-razi. Dalam tafsiran beliau terdapat penjelasan tentang tiga jenis kebahagian. Pertama, kebahagiaan Jiwa. Kedua, kebahagiaan raga. Ketiga, kebahagiaan di luar keduanya. Maka, puasa ini menjadi momentum untuk mendapatkan tiga kebahagiaan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan renang dan makan-makan bersama. Kajian yang digelar oleh mahasantri Pondok Shabran UMS ini menunjukan bahwa pemuda memiliki peran dalam membawakan dakwah yang inovatif, modern, dan inklusif. Harapannya kegiatan ini menjadi inovasi baru bagi mahasiswa UMS yang lainnya. (Affiq/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro mengikuti kegiatan Pelatihan Media Digital dan Konten (MEDOK) serta Seminar Problem Solving (SEMPOL) yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) UMS Kelompok 19 pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) IPM masa bakti 2026/2027. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (31/1) di Aula SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro dan diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta dari PR IPM SMK Muh 5 Purwantoro.
Pelatihan MEDOK menghadirkan pemateri dari anggota KKN-DIK Kelompok 19 Risqy Octaviani dan Elvyna Areta yang memberikan materi seputar pemanfaatan media digital secara positif, strategi membangun konten kreatif, serta pentingnya etika dalam bermedia sosial.
Penyampaian pelatihan media digital & konten (MEDOK).
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana media digital dapat menjadi sarana dakwah, edukasi, dan pengembangan organisasi pelajar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan contoh nyata dalam pengelolaan konten.
Ayu Hertika Prapyuningrat, selaku guru pembina, turut memberikan Kesan dan harapan kepada acara ini dan teman teman KKN-DIK serta PR IPM SMK Muh 5 Purwantoro.
“Kegiatan ini sangat berguna bagi anak-anak IPM dan turut membantu mensukseskan pelaksanaan LDK. Materi yang disampaikan menarik serta didukung dengan berbagai game yang mampu menumbuhkan kerjasama tim yang baik. Pelatihan media digital juga membantu peserta memahami perkembangan media di era sekarang, sehingga sangat bermanfaat terutama bagi anggota baru IPM. Harapannya, IPM ke depan semakin maju dan seluruh pihak yang terlibat dapat terus meraih kesuksesan,” ujarnya. Rabu, (11/2).
Suasana pelatihan berlangsung aktif dengan adanya diskusi, pemaparan ide, serta motivasi kepada peserta untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan kreativitas melalui media digital. Para peserta IPM terlihat bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan karena materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan generasi muda di era teknologi saat ini.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Problem Solving (SEMPOL) yang diisi oleh Alief Maulana dan Alya Putri Nuraini. Dalam seminar tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dan sistematis dalam menghadapi berbagai permasalahan, baik di lingkungan sekolah, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi cara mengidentifikasi masalah, mencari solusi yang tepat, serta membangun komunikasi efektif dalam tim dan organisasi IPM.
Seminar Problem Solving (SEMPOL) berlangsung dengan suasana yang komunikatif dan inspiratif. Para peserta IPM turut aktif dalam sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam organisasi, dari pada itu peserta juga aktif dalam berdiskusi serta mampu mempresentasikan hasil dari diskusi tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu mengembangkan pola pikir solutif dan menjadi generasi pelajar yang adaptif terhadap perubahan.
Kegiatan Pelatihan Media Digital dan Konten (MEDOK) dan Seminar Problem Solving (SEMPOL) menjadi salah satu bentuk sinergi positif antara Mahasiswa KKN-Dik dengan organisasi pelajar di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan siswa dalam membangun lingkungan pendidikan yang kreatif dan inovatif.
Disini salah satu peserta Ipmawati Aminda Shinta Arshifa juga turut memberikan pesan Kesan yang luar biasa serta harapan kepada Mahasiswa KKN-DIK.
“Makasih banget untuk semua ilmunya! Sekarang aku jadi lebih paham cara mengatasi masalah tanpa harus mengeluh atau nangis, wawasan tentang problem solving dan sosial media juga makin kebuka buat anak-anak IPM supaya lebih bijak. LDK-nya bener-bener dar der dorr, wow banget sampe bikin nangis, Semoga semua ilmu dari mas Alief dan kawan kawan bermanfaat dan makin sukses serta lancar kedepannya,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PR IPM SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro diharapkan mampu memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas program kerja organisasi serta menjadi pelopor pelajar yang aktif, kreatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di masa depan. (Adi/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan inovasi pendidikan tinggi melalui lahirnya Doktor baru di bidang pendidikan bahasa. Promovendus Muh Shofiyuddin resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Sidang Promosi Doktor di Ruang Seminar Lantai 7 UMS dengan disertasi berjudul “Pengembangan Modul Ajar Integrasi Algoritma-Grammar untuk Menumbuhkembangkan Keterampilan Penggunaan Struktur Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi.”
Disertasi tersebut menawarkan pendekatan baru dalam pembelajaran grammar bahasa Inggris dengan mengintegrasikan prinsip algoritma. Gagasan ini berangkat dari fenomena kesulitan mahasiswa dalam menguasai aspek dasar grammar, khususnya part of speech dan tenses, yang selama ini menjadi momok dalam pembelajaran bahasa asing di perguruan tinggi.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian akademik promovendus sekaligus menekankan pentingnya kebermanfaatan ilmu. Ia berharap temuan disertasi tersebut tidak berhenti sebagai konsep teoritis, melainkan terus dikembangkan dan diimplementasikan secara nyata.
“Ilmu itu bukan hanya dipahami, tetapi harus diamalkan dan terus ‘netes’, tumbuh, dan berkembang. Algoritma grammar ini potensial untuk diteorikan lebih lanjut dan dikembangkan ke berbagai variabel grammar lainnya,” ujarnya.
Rektor juga mendorong agar pengembangan algoritma grammar ke depan dapat dikolaborasikan dengan bidang teknologi informasi dan komputasi. Menurutnya, grammar tidak dapat berjalan sendiri, melainkan perlu berdampingan dengan IT agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
Lebih lanjut, Harun menegaskan pentingnya budaya akademik pasca pencapaian gelar doktor. Ia mencontohkan bahwa kepemimpinan akademik harus dibarengi dengan produktivitas riset dan publikasi, serta memberi ruang bagi generasi muda akademisi untuk melampaui capaian pendahulunya.
“Dalam akademik, murid justru harus diberi kesempatan untuk melompat lebih tinggi dari gurunya. Itu bagian dari tradisi keilmuan yang sehat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMS juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan dengan UNISNU melalui kerja sama yang lebih konkret di bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Hal ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi.
Dalam sesi wawancara, promovendus menjelaskan bahwa gagasan algoritma grammar berangkat dari pengalaman empiris di lapangan dan ketertarikannya pada pola, logika, serta otomatisasi. Prinsip sebab-akibat dalam algoritma digunakan untuk menyederhanakan kompleksitas grammar sehingga lebih mudah dipahami mahasiswa.
“Fokusnya bukan memanjakan kemalasan membaca, tetapi menggunakan sudut pandang mahasiswa agar mereka lebih mudah memahami dasar grammar, sebelum melangkah ke functional dan communicative grammar,” jelasnya.
Ia menambahkan, implementasi algoritma grammar sangat relevan untuk penguasaan dasar struktur kalimat. Dengan pola dan sistem yang konsisten, mahasiswa diharapkan lebih siap mengembangkan kemampuan bahasa pada jenjang pembelajaran berikutnya.
Ke depan, pengembangan riset tidak hanya berhenti pada algoritma grammar, tetapi akan diarahkan pada penerapan coding dalam pembelajaran menulis (writing). Sintaks pembelajaran berbasis coding tersebut dirancang sebagai kelanjutan dari konsep algoritma grammar yang telah dikembangkan. (Fika/Humas)
muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Joglo SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar pada Jumat (13/2/2026). Sekolah ini menggelar pentas seni sebagai puncak program kerja sekaligus momen perpisahan mahasiswa KKN Dik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan keluarga besar sekolah.
Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas bagi siswa-siswi sekaligus tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKNdik di sekolah tersebut. Berbagai penampilan mulai dari seni tradisional hingga kontemporer tersaji apik, memperlihatkan hasil bimbingan mahasiswa bersama para guru dan tenaga kependidikan.
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah penampilan kelompok Karawitan Muhda Laras. Kelompok seni kebanggaan SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar ini memang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan persyarikatan Muhammadiyah. Alunan gamelan yang harmonis dari para siswa berhasil menghadirkan suasana khidmat yang memukau tamu undangan.
Tak kalah memukau, riuh tepuk tangan penonton pecah saat Tari Saman asal Aceh dibawakan di atas panggung. Dengan gerakan yang dinamis, serempak, dan penuh energi, para siswa menunjukkan kedisiplinan tinggi hasil latihan intensif selama beberapa pekan terakhir.
Selain seni pertunjukan fisik, panggung juga diwarnai dengan pembacaan puisi dan geguritan. Siswa-siswi melantunkan bait-bait penuh imajinasi yang mencerminkan kedekatan emosional mereka dengan mahasiswa KKNdik. Setiap rima yang dibacakan seolah menjadi pesan terima kasih atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan.
Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar, Andi Nugroho, S.Pd. dalam sambutannya menekankan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari jalinan persaudaraan yang baru. Ia mengapresiasi dedikasi mahasiswa UMS yang telah membawa warna baru di lingkungan sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN Dik telah memotivasi siswa untuk lebih berani mengeksplorasi bakat mereka. Secara tidak langsung, program ini telah meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui persiapan pentas seni yang matang.
Acara ini menutup rangkaian program KKN Dik UMS dengan kesan mendalam. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa dalam menyiapkan acara ini membuktikan adanya sinergi yang kuat dalam dunia pendidikan. Pentas seni ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol persaudaraan dan kenangan indah yang akan terus membekas bagi keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar.