muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kembali menerima kunjungan siswa kelas XI, kali ini dari SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di Gedung Auditorium Mohammad Djazman UMS pada Kamis (5/2). Kunjungan ini disambut hangat oleh Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, M.Si, Ph.D.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, M.Si, Ph.D., memperkenalkan berbagai prestasi dan beasiswa yang ditawarkan UMS. Ia menjelaskan bahwa UMS membuka beasiswa untuk siswa-siswa yang berprestasi.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, M.Si, Ph.D.
“UMS membuka beasiswa untuk siswa-siswa yang berprestasi, bahkan kita akan full coverage 100% bagi mereka yang mempunyai prestasi internasional. Baru saja kita mendapat medali emas SIGIN, dari pendidikan jasmani,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ihwan menuturkan UMS menempati ranking ketiga bersama dengan UGM dan ITB dalam Time Higher Education, World University Ranking. Ia juga menyebutkan bahwa UMS sudah berkolaborasi dengan banyak universitas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negri.
Drs. Purnomo yang mewakili Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kayen
Sementara itu, Drs. Purnomo yang mewakili Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kayen menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari UMS. Ia menjelaskan bahwa kunjungan kampus merupakan agenda rutin tahunan sekolah untuk pembuatan sebuah laporan karya tulis sebagai edukasi kepada siswa yang merupakan syarat utama mengikuti kenaikan kelas dan ujian di kelas XII.
Ia juga menyebutkan ada 12 bapak dan ibu guru SMA PGRI 2 Kayen alumni dari UMS. Dalam tiap tahunnya terdapat peningkatan jumlah siswa yang kuliah di UMS. Dan tahun ini ada 14 siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi UMS, salah satunya mengambil program studi hukum.
“Harapannya setelah kegiatan kunjungan ini para siswa mendapatkan bimbingan serta termotivasi, sehingga siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi akan semakin banyak. Karena di sekolah kami baru 30 persen siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi,” ungkapnya.
Hajar Pamuji salah satu guru SMA PGRI 2 Kayen
Hal senada juga disampaikan oleh Hajar Pamuji salah satu guru di SMA PGRI 2 Kayen yang mengajar Mata Pelajaran Geografi menilai bahwa UMS merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang layak dijadikan rujukan.
“Progres angka lulusan siswa yang ingin kuliah meningkat setiap tahunnya, dan UMS menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang dituju. Ada banyak bapak dan ibu guru SMA PGRI lulusan dari UMS,” ujarnya. (Zahra/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat Universitas Tahun 2026 di Lapangan Griya Mahasiswa, Kamis (5/2). Pelantikan yang diikuti oleh 29 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMS ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa di lingkungan universitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., Direktur DKPTI Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., beserta jajaran, para pembina UKM, serta seluruh pengurus baru Ormawa tingkat Universitas atau UKM U masa bakti 2026.
Penyerahan SK Pengurus Ormawa oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno
Acara diawali dengan laporan Kepala Subdirektorat Minat, Bakat, dan Ormawa DKPTI, Drs. Suyatmin Waskito Adi, S.E., M.Si. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa proses reorganisasi 29 UKM tingkat Universitas telah berlangsung sejak November hingga 31 Desember 2025. Dari proses tersebut, UMS menetapkan sebanyak 913 mahasiswa sebagai pengurus baru UKM U untuk masa bakti 2026.
Selanjutnya, Direktur DKPTI Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. membacakan Surat Keputusan Rektor UMS tentang pengesahan pengurus Ormawa tingkat Universitas.
Direktur DKPTI Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. membacakan Surat Keputusan Rektor UMS tentang pengesahan pengurus Ormawa tingkat Universitas
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal dimulainya proses kepemimpinan mahasiswa periode 2026 yang diharapkan mampu menghadirkan program-program inovatif dan berdampak bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Prosesi pelantikan kemudian dipimpin oleh Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Pembacaan ikrar dipimpin oleh Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS 2026, Rakanda Azibsyah, dan diikuti oleh seluruh pengurus baru dari masing-masing Ormawa tingkat Universitas.
Dalam sambutannya, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan pentingnya peran strategis pembina Ormawa dalam mendampingi mahasiswa. Ia mengimbau agar setiap pembina melakukan pendampingan minimal satu kali setiap bulan sebagai upaya membumikan program One UMS One Ormawa.
“Pendampingan yang konsisten akan memperkuat kualitas program Ormawa. Universitas juga perlu memberikan stimulus pendukung, salah satunya melalui apresiasi berupa beasiswa bagi pengurus Ormawa yang menunjukkan kinerja dan dedikasi yang baik,” ungkapnya.
Kegiatan pelantikan Ormawa tingkat Universitas Tahun 2026 ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pembina Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat, Yayuli, S.Ag., M.P.I., sebagai penanda dimulainya amanah baru bagi para pengurus Ormawa UMS. (Zein/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi penyerap air yaitu hidrogel berbasis kulit jagung. Inovasi ini disebut dengan Hydrozea.
Tim yang terdiri dari Shyerly Fauziah Nur Rizki, Siti Nurazilla, Rajiv Tamim Wicaksana, Mia Oktafia, Rafeyfa Nadira Zakauha memilih kulit jagung (zea mays) sebagai bahan utama sebab kandungan selulosanya yang tinggi dan merupakan limbah pertanian yang melimpah. Selain penambahan senyawa kimia lain, Hydrozea juga ditambahkan essential oil chamomile sebagai penyerap kelembapan alami sekaligus aromaterapi antibakteri.
“Kelembapan udara yang tinggi di dalam ruangan sering kali menyebabkan munculnya bau tidak sedap, jamur, dan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan serta dapat berdampak pada kesehatan pernapasan manusia,” jelas Shyerly saat menjelaskan kemunculan idenya, Kamis (5/2).
Sosialisasi hasil inovasi Hydrozea
Menurutnya, solusi konvensional untuk mengatasi masalah ini seringkali menggunakan silika gel sintetis yang mampu menyerap kelembapan dengan efektif. Namun, bahan tersebut bersifat tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara hayati dan dapat menghasilkan residu kimia berbahaya jika terpapar dalam jangka panjang.
“Oleh karena itu, perlu adanya inovasi produk penyerap kelembapan berbahan dasar alami yang aman, biodegradable, dan mendukung prinsip green technology,” kata Shyerly.
Temuan ini didapatkan setelah melakukan penelitian dan eksperimen di laboratorium Teknik Kimia UMS selama enam minggu. Proses penelitian diawali dengan isolasi selulosa dari kulit jagung petani di wilayah Sukoharjo. Tahap berikutnya adalah sintesis hidrogel.
Salah satu peneliti lain, Siti, menyebut hidrogel karya timnya memberikan fungsi tambahan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan aromaterapi yang menenangkan setelah penambahan essential oil chamomile tanpa mengganggu struktur polimer.
Selain itu, lanjutnya, hidrogel dapat dikeringkan kembali setelah jenuh air menggunakan sinar matahari atau oven bersuhu rendah, menunjukkan potensi reusability yang baik dan ramah lingkungan
“Hydrozea yang dihasilkan memiliki komposisi kimia yang sesuai, kestabilan struktural yang tinggi, dan kemampuan penyerapan kelembapan yang efektif, menjadikannya kandidat potensial untuk material alami penyerap kelembapan ramah lingkungan,” tambah Siti.
Siti menyebut, Hydrozea merupakan inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan memiliki potensi tinggi sebagai Natural Air Purification (NAP) pengganti bahan sintetis. (Maysali/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kali ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS menggelar kegiatan pengenalan dan pelatihan media pembelajaran berbasis teknologi informasi di SD Negeri 1 Ngadirojo Lor, Wonogiri. Pelatihan ini menyasar kepada para guru dengan fokus pada penggunaan Augmented Reality (AR) melalui website Assemblr serta pemanfaatan Blooket sebagai media kuis interaktif.
Shandy Yusril Fadlullah, salah satu mahasiswa yang melakukan KKN Dik mengemukakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi pembelajaran di sekolah yang masih didominasi dengan metode konvensional.
“Sebagian besar guru belum terbiasa menggunakan media berbasis teknologi, khususnya teknologi visual seperti AR, sehingga pembelajaran cenderung berlangsung satu arah dan monoton. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berupaya memberikan alternatif media pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual dan sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar,” ujar Shandy mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS, Kamis (5/2).
Pada Rabu (28/1), Shandy memberikan materi pelatihan bersama tim KKN-DIK prodi PGSD. Sesi pertama diawali dengan pengenalan konsep Augmented Reality (AR) dalam dunia pendidikan, mulai dari pengertian Augmented Reality (AR), contoh penerapannya di kelas, hingga manfaat Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan daya tarik dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Para guru juga diperlihatkan contoh media pembelajaran Augmented Reality (AR) yang dapat menampilkan objek tiga dimensi, teks, gambar, dan animasi secara interaktif.
Setelah pemaparan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan Assemblr EDU. Guru-guru dipandu langkah demi langkah dari membuat akun, memilih template pembelajaran, menambahkan objek 3D, hingga menghasilkan QR Code yang dapat dipindai menggunakan ponsel. Dalam sesi ini, suasana pelatihan berlangsung aktif. Secara garis besar guru terlihat antusias mencoba memindai hasil AR dan saling berdiskusi mengenai kemungkinan penerapannya di dalam kelas.
Pada sesi berikutnya, para guru diperkenalkan dengan Blooket sebagai media evaluasi pembelajaran berbasis permainan. Materi ini membahas bagaimana cara membuat soal kuis, memilih mode permainan, serta memanfaatkan fitur kompetisi agar siswa lebih aktif dan termotivasi. Guru-guru juga diajak mencoba langsung bermain kuis Blooket sehingga dapat merasakan pengalaman belajar dari sudut pandang siswa.
Kepala sekolah SDN 1 Ngadirojo Lor, Sri Wahyuni S.Pd.SD. menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang telah diberikan. Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para guru. “Ilmu yang diberikan sangat berkesan bagi kami. Guru-guru di sini sebelumnya belum tahu apa itu Augmented Reality dan bagaimana cara membuat media pembelajaran seperti ini. Pelatihan ini membuka wawasan kami untuk mencoba hal baru,” tuturnya.
Antusiasme para guru terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga aktif mencoba, bertanya, dan berdiskusi. Semangat ini sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam pelatihan bahwa guru hebat tidak selalu harus sempurna, tetapi mau mencoba dan terus belajar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berharap guru-guru di SDN 1 Ngadirojo Lor dapat mulai memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran. Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju proses belajar yang lebih inovatif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam dunia pendidikan. (Maysali/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ph.D., berbagi pengalaman dan strategi mengenai pentingnya mengakses hibah internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas riset dan internasionalisasi perguruan tinggi.
Obby mengajak untuk melihat hibah internasional bukan semata sebagai sumber pendanaan, melainkan sebagai pintu masuk membangun jejaring kolaborasi global dan memperluas dampak penelitian.
Ia menyampaikan, keterlibatan akademisi dalam skema pendanaan luar negeri berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas riset sekaligus memperkuat posisi universitas dalam percaturan akademik internasional.
“Ketika kita terlibat dalam hibah internasional, kita sedang membuka ruang dialog dengan peneliti lintas negara dan membawa isu-isu lokal untuk dibahas di level global,” ungkap Obby, Kamis, (5/2).
Lebih lanjut, Obby membagikan karakteristik umum proposal hibah internasional yang kompetitif. Menurutnya, proposal harus berangkat dari pernyataan masalah yang jelas, memiliki relevansi kuat dengan tantangan global maupun lokal, serta menawarkan kebaruan yang bernilai akademik.
Ia menambahkan, lembaga donor internasional juga menilai sejauh mana riset memberikan dampak sosial yang nyata dan memiliki keberlanjutan program setelah pendanaan berakhir.
Dalam kesempatan itu, Obby turut memetakan peluang topik strategis yang potensial dikembangkan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, khususnya isu pendidikan moral dan karakter, pembelajaran berbasis layanan (service learning), serta pendidikan inklusif.
Selain itu, isu migrasi, multikulturalisme, dan tantangan pendidikan di masyarakat majemuk dinilai relevan jika dikaitkan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, penyelarasan topik riset dengan isu global menjadi strategi penting agar proposal memiliki daya saing di tingkat internasional dan mampu menarik minat lembaga donor.
Bagi akademisi pemula, Obby menyarankan untuk membangun rekam jejak secara bertahap melalui hibah skala kecil, publikasi di jurnal bereputasi, serta keaktifan dalam jejaring penelitian internasional.
Ia juga mendorong dosen untuk aktif belajar dari proposal-proposal yang telah berhasil didanai sebagai referensi dalam merangkai narasi proposal yang kuat.
Melalui sesi berbagi ini, lanjutnya, diharapkan semakin banyak dosen UMS yang terdorong berani menembus hibah internasional, sehingga kontribusi akademisi UMS dapat memberi dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat global. (Yusuf/Humas)